adplus-dvertising
32 C
Indonesia
Selasa, September 28, 2021
BerandaBeritaAplikasi OnlyFans Resmi Larang Konten Pornografi Mulai Oktober

Aplikasi OnlyFans Resmi Larang Konten Pornografi Mulai Oktober

Reportasee.comAplikasi OnlyFans resmi memutuskan akan memblokir pengguna mereka yang mengunggah foto maupun video eksplisit bernuansa seksual.

Pelarangan ini berlangsung mulai bulan Oktober tahun 2021 mendatang.

OnlyFans sendiri sudah terkenal sebagai situs sharing berlangganan di kalangan penggunanya.

Aplikasi ini terkenal karena banyaknya konten bermuatan mesum yang lalu lalang dalam layanan di dalamnya.

Karena itu sejak kemunculannya, situs OnlyFans cukup terkesan rileks dengan beredarnya video cabul dalam aplikasi mereka.

Tetapi sekarang ini aplikasi OnlyFans justru melarang pengguna dengan muatan video seksual, mengapa?

Mengenal Aplikasi OnlyFans

Peraturan tentang larangan yang belum lama ini pihak aplikasi OnlyFans keluarkan tentu mendapat berbagai respon di kalangan pengguna.

Kendati demikian, sudahkah anda mengetahui tentang platform OnlyFans yang sudah banyak memiliki pengguna ini?

Pada 2020 lalu, jagat dunia maya heboh dengan pemberitaan tentang duo selebgram kembar yang sudah menjual foto syur mereka.

Kehebohan ini terjadi karena mereka menjual foto syur tersebut dalam platform OnlyFans.

Dari hasil berjualan, keduanya mampu mendapatkan penghasilan yang jumlahnya tidak sedikit.

Kendati demikian warganet tentu saja menghujat habis-habisan selebgram kembar itu.

Mengutip dari situs ternama, OnlyFans merupakan platform berbayar yang memungkinkan pengguna menjual sejumlah konten dewasa.

Adapun konten dewasa itu antara lain video, foto sampai chat yang berbau seks.

Konten tersebut mengandung NFSW atu kepanjangan dari Not Safe For Work yang tentunya berbeda dari platform media sosial lainnya.

Dengan kata lain, platform OnlyFans menampilkan foto maupun video khusus dewasa yang terbatas bagi penggemarnya.

Kata NFSW mengacu pada konten dewasa yang tak sepatutnya publik konsumsi bebas.

Pasalnya konten itu jelas terlarang dan hanya bisa pelanggan akses secara terbatas.

Platform OnlyFans ini berdiri sejak tahun 2016 lalu dan telah mendapatkan kurang lebih 31 juta pengguna di penjuru dunia.

Sementara konten creator yang bergabung dalam platform OnlyFans sudah mencapai 500 ribu pengguna.

Pendiri OnlyFans sendiri bernama Timothy Stokley.

Seperti media sosial pada umumnya, konten kreator bisa mengunggah konten seperti foto maupun video yang pelanggan dapat nikmati.

Selama pandemi, aplikasi OnlyFans malah semakin populer walaupun tersemat stereotype negative.

Cara Kerja Aplikasi Onlyfans

Sebagai layanan penghasil uang untuk konten creator, tentu banyak orang penasaran bagaimana aplikasi OnlyFans ini bekerja.

Saat ini sendiri sudah banyak konten creator yang berupaya guna mempromosikan karya untuk unggahan mereka.

Mulai dari aktris, penyanyi, petenis sampai pendeta sudah bergabung dalam platform ini guna menjual konten di OnlyFans.

Sementara agar para konten creator mendapatkan penghasilan dari aplikasi ini sebenarnya mudah saja.

Konten kreator mendapat pundi dari pelanggan yang sudah berlangganan konten dewasa dalam platform ini.

Sedangkan untuk pelanggan dapat menikmati konten dari creator yang sebelumnya sudah mereka ikuti.

Karena konten yang tersaji sifatnya eksklusif, maka pelanggan perlu mendaftar akun menggunakan kartu kredit.

Apabila pengguna ingin melihat konten yang tersaji dapat berlangganan mulai dari US$ 12 atau setara dengan 170 ribu rupiah perbulan.

Tetapi biaya perbulannya bisa berubah seiring dengan konten yang pembuatnya sajikan.

Pelanggan bisa membayar mulai dari US $5 sampai US $50 atau setara dengan 71 ribu hingga 711 ribu rupiah perbulannya.

Bukan hanya membayar biaya perbulan, pelanggan juga bisa memberikan uang tip untuk konten creator tertentu.

Tujuannya agar konten creator tersebut bisa dekat dengan pelanggan yang memberikan tip.

Lewat cara seperti itu, para konten creator bisa meraup penghasilan lebih besar daripada platform populer lainnya.

Pihak aplikasi ini tidak memberikan batasan untuk konten kreator dalam menjual baik video ataupun video dewasa mereka.

Sehingga pembuat konten bisa memasang harga sesuai keinginan mereka dalam aplikasi OnlyFans.

Platform Onlyfans Sempat Berencana Ajak Selebritis dan Atlet

Sebagai situs bagi bintang dewasa, aplikasi OnlyFans belum lama ini sedang dalam pembicaraan tertentu.

Pihak OnlyFans dalam pembicaraan guna mengumpulkan dana baru melalui penilaian perusahaan kisaran lebih dari Satu Miliar Dollar AS.

Melansir dari media lokal, Startup yang menguntungkan ini bekerja sama dengan penasihat guna menarik minat para investor.

Idenya adalah guna menemukan pendukung yang bisa membantu mereka menjadi lebih dari platform media.

Tujuannya juga mengurangi reputasi OnlyFans untuk segi pornografi.

Meskipun OnlyFans berlandasan pada hiburan usia dewasa, layanan ini hendak menjadi tempat selebriti maupun atlet berhubungan dengan penggemar.

Hal inilah yang bisa menarik lebih banyak pihak pengiklan.

Sejauh ini terdapat pengguna selebriti termasuk rapper Cardi B juga petinju professional yakni Floyd Mayweather.

Perusahaan Sticky’s Finger Joint juga mengkhususkan diri sudah bergabung dalam platform OnlyFans.

Tujuan mereka adalah sebagai bagian dari strategi pemasaran perusahaan.

Pendiri OnlyFans mengungkap atlet merupakan genre pencipta yang mereka lihat sudah banyak berkembang.

Layanan dewasa ini sudah menangani penjualan 2 miliar Dolar lebih atau setara dengan 2900 triliun rupiah pada tahun 2020 lalu.

Tahun 2021, perusahaan aplikasi OnlyFans sudah mengalami pertumbuhan pada tingkatan 100% lebih.

Kini Layanan Onlyfans Resmi Melarang Konten Pornografi

Sebagai situs yang banyak konten mesum, aplikasi OnlyFans kini memutuskan pelarangan konten pornografi.

Memang OnlyFans menerima keberadaan lalu lalangnya video berbasis mesum.

Tetapi sekarang, situs yang berbasis di Inggris tersebut hendak mengutamakan konten mainstream.

Sehingga banyak pihak lebih bisa menerimanya dan tak lagi menampilkan video bernada seksual.

Juru bicara OnlyFans mengatakan kalau hal ini dalam rangka memastikan keberlangsungan layanan dalam jangka panjang.

Selain itu OnlyFans hendak menjadi komunitas inklusif untuk creator juga fans mereka.

Dengan begitu aplikasi harus mengembangkan panduan terkait konten dalam layanan mereka.

Namun selain alasan tersebut, langkah OnlyFans ini sebagai akibat dari perusahaan yang menjadi layanan pembayaran.

Perusahaan yang bertindak sebagai layanan pembayaran situs OnlyFans adalah MasterCard juga Visa.

Kedua perusahaan tersebut saat ini semakin ketat dalam hal menegakkan aturan mengenai pornorafi.

Bahkan OnlyFans juga mengakui jika keputusan itu mereka lakukan guna memenuhi permintaan dari pihak mitra pembayaran sekaligus bank tersebut.

Dalam platform OnlyFans, mereka masih memperbolehkan postingan tanpa busana yang berasal dari pengguna mereka.

Tapi postingan tersebut tidak boleh menjurus kepada tindakan yang tergolong tidak pantas.

Banyak pekerja seks memang memanfaatkan aplikasi ini guna mendatangkan pendapatan yang besar dari biaya berlangganan.

Namun platform OnlyFans makin membuat pihak regulator jengah karena mereka curiga aplikasi melakukan praktik bisnis yang ilegal.

Di kawasan Amerika Serikat misalnya sebanyak anggota Kongres meminta investigasi terhadap platform OnlyFans.

Sebab terdapat kontel illegal yang merebak bahkan memperlihatkan anak di bawah umur.

Investigasi juga semakin menyudutkan pihak layanan OnlyFans.

Hal itu karena mereka menilai jika OnlyFans gagal menyaring postingan anak di bawah umur.

Bahkan meskipun sudah melanggar aturan di aplikasi OnlyFans, sebuah akun tak dapat mereka tutup secara otomatis.

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

TERPOPULER