Berita

Ancaman Gempa Megathrust Terbesar di Jawa Tahun 2021

Reportasee.com – Tahun 2021, ancaman gempa megathrust menghantui Indonesia.

Baru beberapa bulan lalu, sejumlah bencana gempa bumi tektonik maupun vulkanik sudah melanda, di pulau Jawa dan sekitarnya.

Kabarnya, beberapa ahli menyimpulkan bahwa tahun 2021 ada potensi ancaman gempa.

Jangan anggap remeh! Lalu seberapa besar bahaya gempa ini?

Istilah Gempa Megathrust

Bagi sebagian orang awam, istilah megathrust masih terasa asing di telinga.

Nyatanya, masih banyak orang yang belum mengetahui secara detail hingga salah kaprah terhadap pengertian gempa megathrust.

Beberapa orang beranggapan bahwa gempa megathrust merupakan guncangan bencana besar.

Meskipun sudah mendekati benar, namun ungkapan kalimat tersebut belum menggambarkan istilah yang tepat.

Secara definisi, ‘mega’ merupakan sebutan besar dan ‘thrust’ berarti dorongan.

Ketua BMKG, Daryono menjelaskan, gempa megathrust merupakan gempa yang akan terjadi dalam waktu dekat.

gempa tersebut dengan skala kekuatan yang cukup besar.

Imbasnya tentu meninggalkan jejak kerusakan yang dahsyat.

Lain halnya dengan zona megathrust, ini merupakan istilah untuk menyebut jalur aktif lempengan bumi yang panjang dan dangkal.

Kesimpulannya, gempa megathrust merupakan sebuah gempa yang memiliki kekuatan lebih dahsyat.

Sebab, titik lempengan menujam kebawah lempeng antar benua, lalu dapat bergeser secara tiba-tiba hingga memicu terjadinya gempa.

Bahaya Potensi Megathrust Terbesar di Selatan Jawa

Gempa megathrust bukanlah suatu bencana yang baru.

Indonesia telah mengalami gempa megathrust ratusan juta tahun lalu.

Hal itu berimbas banyak berdirinya rangkaian pulau-pulau di Indonesia.

Terbaru, informasi gempa tersebut sering muncul dan terus berulang sejak kejadian persitiwa gempa bumi di Aceh tahun 2004 silam.

Nah, kini para ilmuwan kembali memprediksi bahwa gempa tersebut akan berpotensi terjadi pada tahun ini.

Pada dasarnya, gempa megathrust bukan berbicara tentang lokasi sumber gempa.

Namun, jika lempeng bumi saling bergerak sudah pasti akan memicu tsunami besar.

Hasil monitoring BMKG menyimpulkan, zona megathrust selatan Jawa (Sunda) mencakup Sumatera, Jawa, dan Bali.

Wilayah ini terbilang lebih aktif berdasarkan peta aktivitas kegempaan.

Masyarakat pun heboh dengan informasi tsunami setinggi 20 meter yang berpeluang menghantam bagian selatan Jawa.

Selain di pantai selatan Jawa, gempa juga berpeluang terjadi di wilayah Pantai Barat Sumatera, hingga pantai Kalimantan.

Namun, tidak ada yang tahu secara spesifik lokasi dan waktu gempa akan terjadi.

Prediksi Gempa Megathrust

Untuk mengkaji potensi gempa lebih mendalam, pemerintah kini telah membuat proyeksi permodelan penelitian ketika gempa megathrust menerjang Indonesia.

Dalam permodelan tersebut, anggaplah gempa berkekuatan 8,7 magnitudo yang berada di kedalaman 30 km.

Hasilnya, titik wilayah tersebut dapat memicu tsunami hingga setinggi 12,4 meter yang dapat menerjang daratan dalam waktu 14 menit .

Dari proyeksi permodelan tersebut, kesimpulannya bahwa gempa megathrust memberikan dampak yang cukup dahsyat .

Apalagi jika tidak ada kesiapan mitigasi dari pemerintah.

Waspadai Gempa Lebih Dini

Sekali lagi, pemerintah hanya sekedar mengingatkan potensi gempa megathrust dapat terjadi pada tahun ini.

Namun pemerintah belum bisa memperkirakan secara akurat terkait lokasi dan waktu gempa terjadi.

Hingga saat ini, belum ada teknologi yang mumpuni dan mutakhir dalam memprediksi secara tepat dan spesifik terkait kapan gempa megathrust terjadi.

Oleh sebab itu, pemerintah mengimbau masyarakat untuk meminimalisir tingkat resiko kerusakan akibat bencana tersebut.

Salah satunya dengan melakukan upaya mitigasi struktural dan non struktural dengan membuat bangunan yang aman dari guncangan gempa.

Faktanya, masyarakat Indonesia masih belum dapat melakukan upaya tersebut.

Hal itu lantaran minimnya sosialisasi dan himbauan pemerintah secara nyata.

Seharusnya, upaya tersebut menjadi PR bagi pemerintah untuk terus aktif melakukan sosialisasi secara mendalam hingga prakteknya.

Selain itu, pemerintah juga harus bekerjasama dengan masyarakat pesisir pantai setempat dalam melakukan penataan tata tertib ruang pantai yang aman.

Dan yang paling penting, seluruh bentuk informasi bencana harus tersampaikan secara detail dan akurat.

Tidak hanya berbentuk informasi, namun harus ada penanganan lebih lanjut dari pemerintah.

Persiapannya yakni mitigasi, kapasitas stakeholder, sosialisai perencanaan pembangunan siap gempa, hingga seluruh elemen masyarakat.

Bukan suatu perkara yang mudah, namun jika konsisten dan berkelanjutan, Indonesia siap menghadapi bencana gempa.

Tujuannya tidak lain untuk meminimalisir atau menekan kerusakan sarana prasarana dan korban jiwa akibat gempa.

Dengan begitu, masyarakat dapat hidup lebih nyaman dan siap menghadapi bencana gempa kapan pun.

Editor : Dini Intan


Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Back to top button