Xbox Store Mobile

Ada banyak platform game seluler yang menarik untuk dipilih, salah satunya yaitu Xbox store mobile.

Sebagai informasi, platform ini merupakan layanan game terbaru dari perusahaan Microsoft.

Tampaknya, dengan perilisan Xbox store mobile menunjukkan bahwa Microsoft hendak membuat saingan App Store dan Google Play Store.

Perilisan Xbox Store Mobile

Xbox milik Microsoft bisa menghadirkan toko aplikasinya sendiri ke smartphone android dan Apple para pengguna di seluruh dunia.

Klaim tentang Xbox store mobile ini berasal dari kepala game perusahaan Microsoft yakni Phil Spencer.

Jika benar adanya, pengguna pun bisa melihat beberapa aplikasi dan game menjadi lebih murah di perangkat seluler.

Perusahaan Microsoft saat ini menawarkan sejumlah pengalaman bermain game seluler.

Hal ini sudah terlihat dari Xbox Game Pass, dan layanan streaming Minecraft yang dapat dimanfaatkan semua pengguna.

Namun  upaya terbaru dari Microsoft memungkinkan pengguna beralih ke toko game mereka sendiri daripada ke App Store iPhone ataupun Android Google Play Store.

Ini terungkap dari sebuah wawancara antara Phil Spencer dengan media setempat.

Dalam wawancara itu, Phil mengungkap perusahaan ingin berada dalam posisi untuk menawarkan Xbox dan konten dari perusahaan langsung.

Selain itu, perusahaan Microsoft juga berencana untuk menawarkan game dan konten dari mitra pihak ketiga di seluruh layar.

Hal ini mengartikan Microsoft harus melanjutkan upaya konsel dan game di perangkat komputer.

Namun jika hal itu benar adanya, maka perusahaan juga perlu memperluas upaya game selulernya.

Tetapi perilisan toko game seluler Xbox yang belum dijamin oleh perusahaan Microsoft langsung.

Phil Spencer menjelaskan bahwa perilisan hanya dapat terjadi bisa dua hal didahulukan sebelumnya.

Awal Mula Perilisan Xbox Game Seluler

Sebagai permulaan, perusahaan Microsoft harus menyelesaikan akuisisi Activision Blizzard.

Pengambilalihan yang diumumkan lebih dari satu tahun yang lalu pada tanggal 18 Januari 2022.

Rupanya upaya pengambilalihan tersebut belum diselesaikan lantaran  badan pengatur di seluruh dunia masih melakukan penyelidikan.

Penyelidikan dimaksudkan untuk mengetahui apakah itu akan memberikan keuntungan terlalu banyak atas pesaingnya seperti Sony.

Hal ini bersamaan dengan perilisan game Overwatch 2 dan seri game Diablo 4.

Activision Blizzard mempunyai banyak game seluler yang populer termasuk Candy Crush, Crash Bandicoot, dan Hearthstone.

Semua seri game tersebut harus diandalkan oleh layanan Xbox Game Store agar bisa mengisi katalognya.

Bukan itu saja, toko aplikasi Xbox akan bergantung pada penegangan UU Pasar Digital UE dan peraturan lainnya.

Aturan baru tersebut disahkan pada bulan Desember 2022 lalu namun tak akan diberlakukan sampai bulan Maret 2023.

Ini harus memaksa Apple untuk membuka platform iPhonenya ke dalam toko aplikasi alternatif.

Tetapi, Apple tampaknya hanya akan melakukan perubahan di kawasan Eropa yang menerapkan peraturan tersebut.

Perbedaan Toko Game Xbox dan App Store

Sebenarnya, apakah penting mengetahui dari mana pengguna mendapatkan game dan aplikasi seluler?

Karena itulah muncul pertanyaan apakah ada perbedaan besar antara App Store dengan Microsoft Xbox Store.

Sejatinya banyak orang yang tidak tahu secara pasti perbedaan antara kedua layanan tersebut.

Namun perilisan Xbox store bisa saja menghasilkan harga yang lebih murah dan lebih banyak aplikasi game di dalamnya.

Saat ini baik Apple maupun Google sama-sama mengambil potongan dari pendapatan yang dihasilkan oleh aplikasi dalam toko seluler mereka sebesar 15% untuk pengembang kecil.

Sementara itu, untuk pengembang yang lebih besar maka perusahaan memotong pendapatan sebesar 30%.

Namun jika Microsoft merilis aplikasi sendiri dalam tokonya sendiri, maka tak perlu dipotong lantaran menghasilkan pendapatan 100%.

Karena itulah banyak dugaan yang menyebut bahwa harga dalam Xbox store mobile cenderung lebih murah dibandingkan App Store dan Play Store. 


Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Back to top button