Warga Jabar Diminta Waspada Terhadap Penyakit Mewabah di Musim Hujan

0
584
Warga Jabar Diminta Waspada Terhadap Penyakit Mewabah di Musim Hujan

BANDUNG – Warga Jabar Diminta Waspada Terhadap Penyakit Mewabah di Musim Hujan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat mengimbau kepada warga Jabar untuk mengantisipasi penyakit yang kerap menyerang pada musim hujan menyusul hujan turun merata di Provinsi Jawa Barat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Jabar Juanita PF mengungkapkan, sedikitnya terdapat empat penyakit yang kerap menyerang di musim hujan, yaitu influenza, demam berdarah, diare, penyakit kulit, serta leptospirosis.

“Jenis penyakit itu harus diwaspadai karena kerap muncul di musim hujan,” ungkapnya di Bandung, Sabtu (4/1/2020).

Warga Jabar Diminta Waspada Terhadap Penyakit Mewabah, Khusus Warga yang terdampak Banjir

Dia merinci, selain influenza, demam berdarah dengue (DBD), serta diare, pihaknya mengimbau masyarakat mewaspadai penyakit leptospirosis, khususnya bagi warga yang terdampak banjir. Pasalnya, ujar dia, banjir menjadi salah satu media penularan penyakit yang ditularkan melalui air kencing tikus itu.

Diketahui, sejumlah wilayah di Jabar belakangan ini mengalami bencana banjir akibat curah hujan tinggi. Bahkan, banjir yang terjadi pada tahun ini terbilang paling parah sejak banjir 2007 lalu.

“Leptospirosis merupakan penyakit yang dapat ditularkan melalui kencing tikus, salah satunya melalui banjir,” ucap dia.

Penyakit leptospiroris sendiri dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir, mata, hidung, kulit lecet, serta makanan.

“Tanda serta gejalanya seperti menggigil, batuk, diare, sakit kepala tiba-tiba, demam tinggi, nyeri otot, hilang nafsu makan, dan mata merah dan iritasi,” ungkapnya.

Untuk pencegahan, lanjut dia, masyarakat diimbau untuk selalu berperilaku hidup bersih serta sehat dengan menjaga kebersihan diri serta lingkungan. Menyimpan makanan serta minuman dengan baik agar terhindar dari tikus.

Selain itu, mencuci tangan juga kaki dan bagian tubuh lainnya menggunakan sabun setelah beraktivitas. Sehingga membersihkan bagian-bagian rumah atau gedung yang terindikasi bekas kencing tikus dengan disinfektan.

“Khusus bagi warga yang tinggal di daerah terdampak banjir, diimbau memakai sepatu dan sarung tangan karet untuk meminimalisasi risiko tertular leptospirosis,” tuturnya.

Selain leptospirosis, penyakit DBD juga rawan mengancam warga Jabar. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jabar, selama periode Januari 2018 sampai Januari 2019 lalu saja, sebanyak 2.461 warga Jabar tertular penyakit yang diakibatkan oleh virus yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti. Serta Aedes albopictusini ini dimana 18 orang di antaranya meninggal dunia.

“Risiko penyakit DBD dapat ditekan dengan cara menguras bak mandi serta menutup tempat air yang dapat dijadikan sarang nyamuk. Memanfaatkan barang-barang bekas, serta melakukan pemberantasan sarang nyamuk atau yang kita kenal dengan gerakan 3 M,” ungkapnya.

Sementara penyakit influenza juga dapat dicegah dengan selalu menerapkan pola hidup yang sehat dan bersih. Menurut dia, virus influenza dapat menular melalui cairan tubuh seperti ingus atau air liur yang ditularkan lewat mulut atau hidung maupun tangan yang menyentuh benda yang sudah terkontaminasi virus.

“Untuk penyakit diare sendiri diakibatkan oleh makanan yang terkontaminasi bakteri, seperti bakteri E.colli, Salmonella, Shigella, serta lain-lain. Pencegahnanya dapat dilakukan dengan gerakan pola hidup bersih serta menjaga kebersihan dan kesehatan makanan,” ungkapnya.

Terakhir, masyarakat pun diimbau mewaspadai penyakit kulit yang juga kerap muncul pada musim hujan. Untuk pencegahan, masyarakat diimbau untuk selalu menjaga kebersihan pribadi serta lingkungannya.

Pihaknya pun terus mensosialisasikan bahaya penyakit yang kerap menyerang di musim hujan itu. Supaya risiko penularan penyakit dapat ditekan, salah satunya yaitu melalui penyuluhan Gerakan Hidup Sehat Masyarakat (Germas). ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.