Viral Kondisi Miris Kakek di Sumut: Rawat Istri ODGJ Dalam Gubug Tak Layak Tinggal

Reportasee.com – Beredar luas sebuah video mememilukan seorang Kakek dari Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatra Utara (Sumut).

Pasalnya, ia harus menjalani masa tuanya dalam keadaan yang memprihatinkan.

Kakek tersebut harus tinggal dalam gubug yang kondisinya jauh sekali dari kata layak tinggal.

Terlihat dalam video, kondisi rumah terlihat rusak berat.

Atap serta jendela yang berlubang, dan dinding yang telah lapuk termakan usia.

Rumah tersebut seperti sedang menunggu waktu yang tepat untuk rubuh dan menimpa tubuh renta sang Kakek.

Seolah tak cukup, selain harus hidup dalam keadaan serba kekurangan, ia juga harus mengurus istrinya yang sudah lama mengidap gangguan jiwa.

Adalah Ali Yahya Rambe, seorang pemuda yang mengunggah video mengenai keadaan Kakek bernama Badu Ali Rambe.

Perkenalan Ali Yahya dan sang Kakek berusia 80 tahun yang tinggal di Desa Dalihan Na Tolu tersebut, berawal dari sang kakek yang menawarkan kelapa kepada Ali Yahya.

Merasa iba, Ali Yahya kemudian membeli kelapa Kakek Badu yang kebetulan masih tersimpan di rumah.

Karena jarak rumah Ali Yahya dan Kakek Badu tidak terlalu jauh, Ali Yahya berinisiatif untuk mengambil kelapa tersebut sambil mengantarkan Kakek Badu pulang.

Bukan cuma kelapa yang Ali dapat.

Ia juga mendapatkan kenyataan menyedihkan dari seorang pria tua yang hidup bersama istrinya yang menderita gangguan jiwa.

Kakek Badu memiliki 4 anak, 1 sudah wafat dan sisanya sudah menikah dan tinggal bersama keluarga mereka masing-masing.

Ali Yahya kala itu tidak percaya dengan yang ia lihat.

Menurutnya rumah Kakek Badu jauh sekali dari rasa nyaman untuk ukuran standar hidup manusia.

Ali Yahya menuturkan usia yang tak lagi muda membuat Kakek Badu kesulitan bekerja dan mencari nafkah untuk menyambung kehidupan.

Kini Kakek Badu menyambung nafas dengan mengharapkan bantuan dari warga sekitar.

Lebih jauh lagi, Ali Yahya berharap akan ada bantuan yang datang baik dari warga ataupun pemerintah bagi sang kakek.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *