Viral Bocah Babak Belur Di Sukabumi, Sepekan Mengalami Kekerasan dari Ayah Tiri

Berita Viral

Seorang bocah yang baru berusia 3 tahun di Sukabumi harus mendapatkan perawataan setelah penyiksaan yang ia alami.

Kuat dugaan, ayah tiri korban adalah pelaku dari kasus kekerasaan yang terjadi di Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi ini.

Pihak Polres Sukabumi Kota telah menciduk ayah tiri korban yang juga pelaku pada hari Selasa 11 Januari 2021, di kontrakannya.

Dugaan ini semakin di perkuat oleh keterangan dari seorang saksi berinisal DS yang mengaku melihat pelaku melakukan tindak kekerasan kepada korban yang saat itu masih berusia 3 tahun.

“saya pernah lihat beberapa kali pas lagi kerja. Sempat liat beberapa kali. Gak cuma saya doang, ada sekitar 3 orang lagi yang juga pernah melihat,” tutur saksi.

Kepada petugas, DS mengaku tidak tega melihat korban yang harus mendapatkan penyiksaan dari ayah tirinya.

DS juga memberikan keterangan lebih lanjut, bahwa ia dan masyarakat sekitar sudah mendesak pihak keluarga korban untuk segera melaporkan kasus tersebut kepada polisi.

“Jujur saya suka ngerasa gak tega kalau sudah menyangkut anak kecil. Saya bersama warga yang pernah melihat juga sudah suruh ibunya untuk melaporkan kepada polisi,” ungkap DS.

Dalam keterangannya, DS menambahkan bahwa pelaku mengurus korban ketika ibu dari korban bekerja pada malam hari.

Baru Pindah

DS kemudian menjelaskan bahwa keluarga korban merupakan pendatang di wilayah tersebut. “Orangtuanya baru pindah kesini sekitar 1 atau 2 bulan. Kalau anaknya baru satu minggu pindah kesini”.

“kalau tindakan penyiksaan itu terjadi selama kurang lebih 3 sampai 4 hari ke belakang. Pas kita lihat ke rumahnya juga ada bekas bungkus obat tramadol,” kata DS.

Tramadol sendiri merupakan obat yang termasuk dalam golongan opioid. Dokter sering meresepkan obat ini sebagai analgesic atau pereda nyeri.

Unit PPA Satreskrim Polres Sukabumi Kota segera bertindak cepat dengan menangani korban dan membawa korban ke RSUD Syamsudin SH Kota Sukabumi untuk mendapatkan penanganan medis.  

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru