Unilever & Hoshizora Luncurkan Program Beasiswa dan Magang

0
231
Unilever Hoshizora Luncurkan Program Beasiswa dan Magang

GAYA HIDUP,- PT Unilever Indonesia, bekerjasama dengan Hoshizora Foundation, menyelenggarakan program ”Fair & Lovely Bintang Beasiswa”. Untuk kali ketiga ini, program Fair & Lovely Bintang Beasiswa mempermudah proses pendaftaran lewat online. Selain itu, wilayahnya diperluas hampir ke seluruh Indonesia.

Fair & Lovely Bintang Beasiswa juga menambahkan schedule pendampingan baru, yakni program magang pada tahun ketiga perkuliahan. Hal itu dilakukan untuk menyiapkan penerima manfaat berkompetisi dan berkontribusi di dunia kerja.

Head of Marketing Face Care Category PT Unilever Indonesia, Tbk, Amaryllis Esti, menjelaskan, dua kali pelaksanaan Fair & Lovely Bintang Beasiswa tahun sebelumnya mendapatkan apresiasi positif.

“Sekitar 20.000 wanita muda Indonesia ikut berpartisipasi. Tingginya minat mereka menunjukkan tingginya semangat mereka dalam mengembangkan talenta, merealisasikan impian dan berperan aktif di lingkungan,” katanya.

Atas dasar itulah, kata Esti, program Fair & Lovely Bintang Beasiswa tidak hanya fokus memberikan beasiswa bagi 50 wanita muda beprestasi, tapi memfasilitasi program pendampingan guna meningkatkan kompetensi.

“Upaya itu berkaitan untuk menjawab kebutuhan dunia kerja di masa yang akan datang,” katanya.

Menurut Esti, keseriusan program Fair and Lovely dalam dunia pendidikan, merujuk pada komitmen Unilever Sustainable Living Plan (USLP). Komitmennya yakni mengurangi dampak lingkungan yang dihasilkan bisnis Unilever.

Esti mengungkapkan, pihaknya memiliki target pemberdayaan perempuan sebanyak 5 juta pada tahun 2020. Pihaknya yakin, pemberdayaan perempuan merupakan faktor pendorong terbesar untuk kemajuan manusia dan ekonomi.

Lulusan Berkompetensi Sangat Diperlukan

Praktisi Ketenagakerjaan, Mutiara Pratiwi, tuntutan kebutuhan lulusan universitas dengan kompetensi tinggi sangat diperlukan. Hal itu sejalan dengan berkembangnya dunia usaha dewasa ini.

Merujuk pada hasil studi Talent Crunch yang dilakukan Korn Ferry pada tahun 2016, Indonesia diperkirakan mengalami defisit sumber daya manusia (SDM) lulusan perguruan tinggi sampai 1,3 juta pada tahun 2020.

Dan pada tahun 2030, angka defisit SDM akan mencapai sekitar 3,8 juta atau 29,9 persen dari total angkatan kerja lulusan universitas. Hal tersebut memperlihatkan kondisi sebenarnya peluang lulusan perguruan tinggi.

Menurut Mutiara, pendidikan merupakan investasi utama yang berperan penting untuk mengantisipasi masalah tersebut. Termasuk pendidikan bagi bagi perempuan.

Dengan wawasan yang luas, perempuan berkapasitas untuk memiliki growth mindset, sehingga mereka selalu semangat belajar, berkembang, dan membekali diri dengan kompetensi.

Dan hal itu sebagai modal saat memasuki dunia kerja. Termasuk juga kemampuan untuk beradaptasi, memecahkan masalah, berpikiran kritis, kreatif dan peka terhadap lingkungan sekitar.

Sayangnya, terdapat banyak wanita muda Indonesia yang masih terkendala berbagai persoalan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Kendalanya antaralain faktor ekonomi, stereotip peran gender yang mengakar dalam budaya setempat, serta mitos-mitos dan hal-hal lainnya.

Wanita Indonesia Masih Sulit Aktualisasikan Diri

Project Manager Hoshizora Foundation, Lintang Gustika, mengakui fakta mengenai kondisi wanita Indonesia yang masih kesulitan mengaktualisasikan diri.

Buktinya, 1 dari 6 orang wanita yang bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Dan angka partisipasi angkatan kerja kalangan wanita, kata Lintang, masih mencapai 51,88 persen.

Melalui program Fair & Lovely Bintang Beasiswa, pihaknya ingin memfasilitasi wanita muda berprestasi untuk berkembang menjadi sosok yang berdedikasi bagi dirinya, keluarga, bangsa dan negara. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here