32 C
Indonesia
Senin, Agustus 2, 2021
BerandaBeritaTwitter Space Jegal Popularitas Clubhouse?

Twitter Space Jegal Popularitas Clubhouse?

Reportasee.com – Twitter Spaces saat ini menjadi perbincangan dunia maya, yang katanya bakal menjegal popularitas Clubhouse.

Beberapa waktu lalu kemunculan Clubhouse cukup membuat heboh, platform ruang obrolan berbasis suara ini hanya bisa untuk para pengguna iOS.

Para pengguna Android pun cukup protes dengan adanya fitur tersebut, kebanyakan dari mereka melampiaskannya dengan cuitan di Twitter.

Namun ternyata, tidak lama dari itu Twitter menggubrisnya dengan kabar bahwa akan ada fitur serupa yang dapat diakses oleh para pengguna Android.

Twitter Spaces

Secara garis besar, fitur Twitter Spaces memang hamper sama dengan Clubhouse.

Hal yang membedakannya yaitu Space memiliki tiga pembagian label yaitu Listener, Speaker, dan Host.

Lebih rincinya Host yaitu seseorang yang membuat obrolan. Sedangkan speaker adalah orang yang mendapat izin bicara oleh host, dan listener hanya sebagai pendengar.

Para listener juga bisa menjadi speaker, jika host menekan tombol untuk mengizinkannya.

Perbedaan lainnya, fitur dari Twitter ini tidak bisa mengatur judul room obrolan.

Para pengguna Space dapat membagikan tweet, yang nantinya bisa tampil di ruang obrolan dan menjadi bahan diskusi. Hampir mirip dengan fitur share screen di Google Meet dan Zoom.

Tidak hanya itu, sesama pengguna Space juga dapat melakukan chat melalui DM.

Ada tombol reaction love di bagian bawah layar, Anda bisa menekannya ketika ingin mengapresiasi obrolan atau speaker lain. Namun fitur Twitter Space ini masih tersedia dalam versi beta, dan bisa saja mengalami perubahaan saat perilisan final.

Setidaknya Twitter sudah merilis bagaimana cara menggunakan fitur Space ini. Akan ada lingkaran ungu pada foto profil pengguna untuk bergabung dengan room.

Lingkaran tersebut mirip dengan fitur Fleets, jika orang yang Anda follow sedang membuka room Space, maka maka lingkarannya akan sejajar dengan Fleets.

Saat foto profil di klik, maka akan muncul pop up yang menampilkan informasi mengenai room Space, siapa hostnya dan siapa saja yang sudah bergabung di dalamnya.

Jika Anda ingin bergabung, maka klik saja tombol ungu di bawah bertuliskan “Join This Space”, lalu Anda akan tergabung dengan izin host.

Clubhouse

Aplikasi Clubhouse sudah menjadi berita yang booming beberapa waktu lalu. Hal ini tidak lain karena orang terkaya di dunia, yaitu Elon Musk mengadakan sesi diskusi langsung bersama para fans di awal bulan Februari lalu.

Diskusi yang terjadi pada 2 Februari 2021 tersebut, membicarakan banyak hal yang cukup absurd.

Mulai dari pandangan Elon soal keberadaan manusia di Mars, apakah alien itu ada, perkembangan neuroteknologi yang bisa membuat monyet main game, Dogecoin, dan rasa bangganya karena bisa menjadi seorang meme dealer di Twitter.

Obrolan tersebut merambat hingga mewawancarai CEO Robinhood perihal pembatasan pembelian saham di perusahaan GameStop.

Baca:  Cara Mengatasi Kecanduan Gadget Bisa Dengan Ini

Sesi diskusi tersebut memakan waktu 1,5 jam, dan berhasil meraih 5000 pengunjung sekaligus.

Jumlah tersebut tentu sudah melebihi kapasitas yang tersedia oleh Clubhouse, sehingga beberapa fans harus merekamnya dan mengunggahnya ke YouTube, agar fans lain bisa menikmati obrolan tersebut.

Baca:  Cara Mengatasi Kecanduan Gadget Bisa Dengan Ini

Perusahaan Clubhouse mengklaim dirinya sebagai jenis produk sosial baru berbasis suara.

Produk tersebut memungkinkan orang-orang dari seluruh penjuru dunia untuk mengobrol, bercerita, mengembangkan ide, mempererat persahabatan, dan bertemu dengan orang-orang menarik di seluruh dunia.

Melansir dari CNBC, pendiri dari aplikasi Clubhouse yaitu Paul Davison dan Rohan Seth pada 2020.

Beberapa bulan selanjutnya tepatnya pada Mei, valuasinya sudah berhasil mencapai 100 juta dolar padahal baru memiliki 1.500 pengguna.

Perkembangannya tentu terbiang sangat cepat, karena setahun kemudian penggunaya sudah terhitung 2 juta orang.

Twitter Spaces VS Clubhouse

Lalu manakah yang lebih unggul, Twitter Spaces atau Clubhouse?

Dua-duanya sebenarnya merupakan platform yang sama, hanya saja Clubhouse lebih dulu rilis dan bisa termasuk sebagai pionir ruang obrolan berbasis suara.

Aplikasi Clubhouse hanya bisa diakses oleh para pengguna Iphone, karena hanya mendownload di Appstore secara gratis.

Para pengguna Android belum bisa mengunduhnya di Google Play Store.

Maka dari itu, Space muncul sebagai media penengah yang dapat mengobati kesedihan para pengguna Android.

Kabarnya siapa pun bisa mengakses aplikasi ini, hanya saja tanggal perilisannya masih belum pasti sehingga Anda masih harus sabar menunggu.

Anda juga tidak bisa membuat akun Clubhouse begitu saja, hingga kini para penggunanya masih eksklusif untuk para pesohor dan sele saja.

Branding eksklusif inilah yang membuat Clubhouse berbeda dengan aplikasi media sosial lainnya.

Bagi orang biasa yang ingin melakukan diskusi, biasanya para seleb atau pesohor tersebut nantinya akan mengundang banyak pengguna untuk memasuki room mereka.

Meski begitu, Clubhouse memberikan indikasi bahwa nantinya orang-orang biasa pun bisa menjadi pengguna. Clubhouse juga mengumumkan fitur baru seperti tiket, langganan dan tip.

Hal ini bertujuan untuk dapat membayar para kreator secara langsung di aplikasi tersebut.

Berbeda dengan Space, yang kabarnya tidak se-eksklusif itu, fitur Space sepertinya memang untuk orang-orang biasa, yang bisa mengakses Twitter pada umumnya. Meski demikian, fitur ini akan lebih cepat memiliki banyak pengguna.

Aplikasi Clubhouse sangat populer di China, bahkan undangan untuk masuk ke room Clubhouse dijual di pasar berkas seperti Idle Fish dan Alibaba.

Harganya pun tidak murah, yaitu sekitar 150-400 Yuan atau Rp.350-867 ribu. Berbeda dengan Space, siapapun bisa mengaksesnya secara gratis. Kita lihat saja nanti, apakah kesuksesan room chat berbasis suara akan diraih oleh Twitter Spaces atau kah Clubhouse?

Berita Terkait
- Advertisment -

Paling Populer