Tidur Kurang Dari 6 Jam Beresiko Serangan Jantung

0
394
Tidur Kurang Dari 6 Jam Beresiko Serangan Jantung

Reportasee.com, Jakarta, – Tidur Kurang Dari 6 Jam Beresiko Serangan Jantung. Lama tidur yang tepat bisa melindungi kesehatan jantung Anda. Sementara, jika Anda kurang serta kelebihan jam tidur dapat memengaruhi organ vital tersebut.

Menurut American College of Cardiology orang yang tidur kurang dari 6 jam per malam memiliki risiko 20 persen lebih tinggi terkena serangan jantung. Bila dibandingkan dengan mereka yang tidur 6-9 jam.

Baca juga : Bayi Susah Tidur? Begini Solusinya

Para ilmuwan dari Amerika Serikat serta Inggris ini menganalisis kebiasaan tidur serta catatan medis dari 461.347 orang berusia 40-69 tahun yang tinggal di Inggris. Data ini mencakup laporan para peserta selama 7 tahun serta termasuk dari hasil tes untuk gen yang berisiko terkena penyakit jantung.

Baca:   Penyakit Paru-Paru Akibat Vaping di Amerika, Pasien Ngeluh Sakit Dada

Dilansir dari Medical News Today, orang yang memiliki jam tidur berlebihan ternyata juga berisiko lebih tinggi. Hasil penelitian menunjukkan, mereka yang tidur lebih dari 9 jam memiliki risiko 34 persen lebih tinggi terkena penyakit jantung.

Idealnya, menjaga durasi tidur hingga 6-9 jam per malam yang memiliki kesehatan jantung baik.

“Durasi tidur adalah faktor kunci jika dikaitkan dengan kesehatan jantung, dan ini berlaku untuk semua orang,”. ungkap Celine Vetter, asisten profesor fisiologi intergratif di University of Colorado, Boulder, AS.

Durasi Tidur, Tidak Disarankan Tidur Kurang Dari 6 Jam

Penelitian ini menemukan hubungan antara kebiasaan tidur serta kesehatan jantung. Namun juga ditegaskan, penelitian ini berasal dari studi observasional. Artinya studi ini hanya dapat mengonfirmasi hubungan tetapi tidak dapat menentukan sebab ataupun akibatnya.

Baca:   3 Obat Tidur Alami Aman Dikonsumsi

Vetter serta rekan-rekannya berusaha untuk memenuhi tantangan tersebut dengan menggunakan data dari sejumlah besar individu. Menggabungkan dengan penelitian genetik, serta mengesampingkan puluhan faktor yang berpotensi mempengaruhi.

Hasilnya para peneliti menemukan bahwa durasi tidur merupakan faktor risiko independen untuk serangan jantung. Risiko serangan jantung semakin meningkat karena kebiasaan tidur malam orang yang menyimpang dari 6-9 jam.

Misalnya, orang-orang yang tidur 5 jam per malam setiap harinya memiliki risiko 52 persen lebih tinggi terkena serangan jantung. Ketimbang mereka yang tidur 7-8 jam. Sedangkan, individu yang tidur 10 jam per malam memiliki risiko dua kali lipat.

Baca:   Tentang Sifilis atau Raja Singa yang Perlu Anda Tahu

Para peneliti kemudian menggunakan metode yang disebut Mendelian randomization (MR). Untuk mengonfirmasi bahwa durasi tidur pendek merupakan faktor independen penyebab serangan jantung.

Analisis MR menunjukkan, individu dengan genetik jantung yang memiliki waktu tidur lebih pendek memiliki risiko lebih tinggi terkena serangan jantung.

“Ini membuat kami lebih percaya bahwa ada hubungan kausal di sini,yaitu durasi tidur (bukan hal lain) dapat mempengaruhi kesehatan jantung,” pungkas Vetter.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here