Tersangka Penganiayaan Audrey Ngaku Menyesal

0
157
Tersangka Penganiayaan Audrey

Tersangka penganiayaan Audrey menyampaikan permohonan maaf terkait kasus penganiayaan terhadap pelajar SMP di Pontianak. Ketiganya menyampaikan permohonan maaf kepada korban, keluarga korban, serta masyarakat luas. Mereka mengaku menyesal atas tindakan yang mereka lakukan terhadap Audrey.

Dalam jumpa pers Polresta Pontianak, pada hari Rabu (10/4/2019), salah satu tersangka yang didampingi oleh Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat, mengatakan “Kami sangat menyesal dan meminta maaf kepada Audrey dan keluarganya. Kami juga mohon maaf kepada masyarakat umum”.

Sekitar tujuh siswi pelajar berbicara dalam jumpa pers tersebut. Mereka terlihat malu dan menyesal saat jumpa pers digelar. Ketujuhnya tampil dengan mengenakan masker dan berbicara bergantian. Mereka mengaku telah melakukan penganiayaan ringan terhadap korban, tapi tidak sampai melakukan perusakan terhadap area sensitif korban seperti yang beredar luas di media sosial.

“Dalam perkara ini, kami menjadi korban bullying dari media sosial yang telah menghakimi kami bahwa telah melakukan pengeroyokan dan merusak area sensitif korban. Padahal kami hanya melakukan penganiayaan ringan, bahkan kini kami diancam akan dibunuh dan terus diteror oleh banyak pengguna media sosial,” terang salah satu tersangka.

Tersangka Penganiayaan Audrey Bantah Lakukan Pengeroyokan

Mereka juga membantah telah melakukan pengeroyokan terhadap Audrey. Melainkan mereka berkelahi satu lawan satu. “Kami sangat menyesal dan meminta maaf terhadap korban dan pihak keluarga atas perlakuan kami tersebut,” ujar pelaku lainnya.

Sebelumnya, Polresta Pontianak pada Rabu malam telah menetapkan tiga tersangka pelaku kasus penganiayaan seorang pelajar SMP yang bernama Audrey di Kota Pontianak, masing-masing berinisial NN atau EC, FA atau Ll, dan TP atau Ar (siswa SMA).

Kepala Polresta Pontianak, M. Anwar Nasir, menyampaikan bahwa Pihaknya telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka, dan 4 lainnya sebagai saksi.  Penetapan tersangka tersebut merupakan hasil pemeriksaan dari ketiganya yang mengakui tindakan  bahwa telah melakukan penganiayaan terhadap Audrey,  namun tidak melakukan pengeroyokan ataupun merusak area sensitif korban seperti Informasi yang beredar.

“Atas perbuatannya, ketiga tersangka dikenakan Pasal 80 ayat (1) UU Nomor 35/2014, yaitu tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman 3 tahun 6 bulan penjara. Atau kategori penganiayaan ringan sesuai dengan hasil visum oleh pihak Rumah Sakit Mitra Medika,” katanya.

Anwar mengungkapkan beberapa fakta hingga penetapan tersangka. Tersangka telah menjambak rambut korban, mendorong hingga jatuh, lalu ada tersangka yang memiting, dan ada tersangka yang melempar menggunakan sandal.

Anwar mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum pasti kebenarannya di media sosial. Seperti informasi yang mengatakan bahwa tersangka penganiayaan Audrey melakukan pengeroyokan maupun sampai merusak area sensitif korban.

Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Kalimantan Barat, dr. Sucipto, mengatakan bahwa “Setelah kami melakukan pemeriksaan, hasilnya tidak seperti apa yang disampaikan di media sosial yang menyatakan bahwa area sensitifnya telah dianiaya. Semuanya masih utuh dan sama sekali tidak ada robekan dan luka pada area sensitif korban. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here