Ternyata Makan Buah Salak Tidak Sebabkan Sembelit

0
624
Ternyata Makan Buah Salak Tidak Sebabkan Sembelit

Reportasee.com, – Ternyata Makan Buah Salak Tidak Sebabkan Sembelit. Indonesia sebagai negara tropis memiliki berbagai jenis buah-buahan yang begitu beragam, salah satunya yaitu buah berkulit gelap alias salak.

Buah salak sangat mudah ditemui dalam berbagai macam varian yang ada dengan harga yang relatif terjangkau. Selain harganya yang terjangkau, rasa buah salak juga manis serta segar sehingga banyak disukai oleh masyarakat.

Namun, mengonsumsi buah ini dalam jumlah berlebihan diyakini dapat menyebabkan buang air besar menjadi tidak lancar atau sembelit.

Benarkah demikian ?

Seorang dokter umum dari RS Pondok Indah, dr. Maria Lioni Kusuma menyebutkan bahwa buah salak tidaklah menyebabkan sembelit selama dikonsumsi dalam jumlah yang tidak berlebihan.

Baca juga : Inilah Manfaat Petai, Ternyata Baik Untuk Kesehatan

Ia menjelaskan terdapat 3 faktor utama yang mempengaruhi lancar tidaknya sembelit seseorang, yaitu usia, pola makan, serta aktivitas fisik.

“Nah, terkait pertanyaan mengenai makan salak serta sembelit, kembali lagi pada tiga faktor utama tadi yang harus dikaji. Apakah banyaknya salak yang dikonsumsi sampai mengurangi jumlah buah, sayur, serta makanan berserat yang lain?” ujar Maria.

Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan jika memakan buah salak serta setelahnya mengalami sembelit, apakah asupan air yang dikonsumsi masih terbilang kurang?

Baca juga : Produk Sunscreen Kacang Mete, Dapatkah Berfungsi Optimal Bagi Kulit?

Jika jawabannya yaitu tidak, maka tidak akan ada masalah kesehatan yang ditimbulkan.

Terlebih jika memakan buah salak dengan bagian kulit tipis atau kulit ari buah salak.

Oleh karena itu, Maria menyebut masyarakat tidak perlu khawatir saat mengonsumsi buah salak.

Ternyata Makan Buah Salak Tidak menimbulan susah BAB, ini Penjelasan medisnya

Sembelit yang juga disebut sebagai konstipasi yaitu berkurangnya kecepatan pergerakan usus yang menyebabkan seseorang sulit melakukan buang air besar (BAB).

Sulit BAB ini bisa karena dua hal, dorongan BAB yang jarang serta tingkat konsistensi feses yang sangat keras, sehingga sulit untuk dikeluarkan.

Gejalanya, seseorang bisa merasa begah atau kembung, jarang BAB, membutuhkan waktu lama untuk mengejan, serta bentuk BAB yang seperti kerikil serta berwarna gelap.

Baca juga : Manfaat Yogurt Sebagai Masker Untuk Kecantikan

Sementara BAB yang normal yaitu feses memiliki bentuk akan tetapi tidak keras, sehingga tidak membutuhkan upaya ekstra untuk mengeluarkannya.

“Buang Air Besar (BAB) normal itu sendiri frekuensinya bervariasi, bisa dari tiga hari sekali sampai dengan tiga kali sehari,” ungkap Maria.

Namun, semakin tua usia seseorang, maka pergerakan ususnya akan semakin melambat. Untuk menjaga kelancaran BAB dia perlu memperbanyak asupan nutrisi dari sayur berserat tinggi serta pemberian probiotik.

Selain itu, olahraga teratur yang disesuaiikan dengan kondisi tubuh juga sangat diperlukan.

“Semakin sehat pola makan seseorang – mencakup jumlah konsumsi air minimal 2,5 liter sehari serta tinggi serat – pola BAB pun akan semakin teratur. Serta semakin kecil kemungkinan sembelit. Semakin aktif kegiatan fisik atau olahraga teratur, pergerakan usus serta pola BAB akan semakin baik,” ujar Maria.

Adapun jumlah serat yang disarankan untuk dikonsumsi seseorang per harinya berbeda-beda. Perempuan membutuhkan setidaknya 25 gram serat sementara laki-laki membutuhkan 10 gram lebih banyak.

Sayangnya, pada umumnya masyarakat Indonesia baik laki-laki ataupun perempuan masih mengonsumsi serat dalam jumlah yang sangat kurang, yaitu hanya 15 gram per harinya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here