Terkait PPDB Sistem Zonasi, Pemprov Jatim Minta Maaf

0
61
Terkait PPDB Sistem Zonasi, Pemprov Jatim Minta Maaf
Foto : Gubenur Jati, Khofifah Indar Parawansa saat diwawancarai awak media. (Kompas)

JATIM,- Pemerintah Provinsi Jawa Timur/ Pemprov Jatim, menyampaikan permintaan maaf pada semua wali murid yang anak didiknya gagal masuk ke SMA Negeri lantaran Penerimaan Peserta Didik Baru/ PPDB Sistem Zonasi 2019.

Melansir dari Pos-Kupang.com, Minggu (23/06/2019), Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan, kapasitas SMA Negeri se-Jawa Timur sejauh ini tidak mengalami peningkatan. Yang artinya beberapa sekolah tersebut belum merencanakan untuk menambah kelas.

Sejauh ini program Zonasi masih carut marut alias tidak begitu lancar sesuai dengan harapan. Faktanya, ada beberapa siswa yang namanya tidak tercantum di beberapa sekolah yang dituju.

Kondisi seperti ini memprihatikan pada segenap wali murid, khususnya di Kota Surabaya.

Seusai menggelar pertemuan di Kantor Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jawa Timur di Surabaya, Pemprov Jatim itu meminta maaf secara langsung pada media terkait putra putrinya yang gagal masuk ke SMA Negeri.

“Saya mohon maaf atas ketidaknyamanan Bapak/Ibu selaku atas berlakunya PPDB Sistem Zonasi. Harapan kedepan, kami ingin sistem seperti ini tak berlaku di tahun mendatang,” tandasnya.

Daya Tampung Murid

Pemprov Jatim itu menegaskan, sejauh ini kapasitas SMA di Jawa timur sangat terbatas. Dengan keterbatasan itu, kurang lebih 36 persen lulusan SMP bisa masuk melalui jalur Zonasi.

“Keadaan yang seperti ini tidak bisa dirubah lagi. Akan tetapi beberapa sisanya bisa masuk ke SMA swasta, Madrasah Aliyah Negeri atau Swasta bahkan SMK Negeri atau swasta,” ujarnya.

Pengumuman Resmi

Secara resmi, pengumuman hasil PPDB Sistem Zonasi 2019 di Jawa Timur dilangsungkan hari Sabtu (22/06/2019) pukul 09.00 WIB.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Hudiyono menyatakan, pengumuman tersebut awalnya jatuh pada hari Jumat (21/06/2019). Akan tetapi hal tersebut diperpanjang mengingat ada beberapa kuota yang masih belum memenuhi target.

“Sampai pada Kamis malam, kuota yang masih belum terisi kurang lebih 7.000. Dengan ini masa pendaftaran terus diperpanjang hingga mencapai 100 persen,” Ucap Pemprov Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Awalnya, PPDB Sistem Zonasi sempat diprotes para wali murid. Namun, hal tersebut masih bisa diatasi. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here