22.6 C
New York
Jumat, Juni 18, 2021
BerandaJabarBandungTaman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Taman Konservasi Bandung

Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Taman Konservasi Bandung

Reportasee.com – Taman hutan raya Ir. H. Djuanda ini awalnya merupakan sebuah cekungan yang terletak di kawasan Dago atas Bandung.

Karena itulah letak yang menjorok ke dalam ini membuat taman hutan ini memiliki cuaca harian yang cukup dingin dibandingkan dengan daerah lain di kota Bandung.

Sejarah Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda

Sebelumnya taman hutan raya ini adalah bagian dari kawasan hutan lindung gunung Pulosari.

Kemudian taman hutan ini berubah fungsi menjdai taman wisata alam Curug Dago.

Setelah itu kembali berganti nama menjadi taman hutan Ir. H. Djuanda pada tahun 1985.

Kehadiran taman hutan raya ini adalah untuk menerapkan konsep perlindungan ekosistem baik botani maupun hewani terhadap segala macan spesies yang hampir mengalami kepunahan.

Beraneka macam jenis tumbuhan dan satwa langka telah menempati hutan raya ini sebagai bukti bahwa mereka adalah jenis mahluk yang dilindungi pemerintah.

Selain dari itu juga keberadaan taman hutan raya Ir. H. Djuanda pun adalah sebagai peluang bisnis untuk mengembangkan taraf ekonomi masyarakat sekitar.

Hal inipun menjadi andalan bagi sumber pendapatan asli daerah Jawa Barat.

Kenapa Menggunakan Nama Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda?

Sejarahnya adalah seperti ini. Seperti kita ketahui bahwa Ir. H. Juanda adalah tokoh Perdana Menteri terakhir era demokrasi parlementer Indonesia.

Jasanya adalah dalam deklarasi Djuanda tanggal 13 Desember 1957.

Adapun intisari deklarasi tersebut adalah semua pulau dan laut Indonesia merupakan suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

Dulunya, sebelum ada deklarasi Djuanda ini, hampir seluruh kepulauan di ujung-ujung garis nusantara terpisah-pisah.

Bahkan banyak negara asing yang berusaha mencaplok dan mengklaimnya sebagai daerah kekuasaannya.

Hal ini tentu saja sangat membahayakan kedaulatan negara kita.

Untuk itulah deklarasi Djuanda ini sebagai penyelamat wilayah Republik Indonesia.

Sebagai tanda terima kasih atas segala perjuangan beliau menyatukan seluruh kepulauan dan kelautan negara kita, maka pemerintah menamakan taman hutan raya ini dengan menggunakan nama beliau.

Rute dan Arah Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda

Lokasi taman hutan ray aini tepatnya terletak di kampung Pakar, di sebuah Desa bernama Ciburial, Kecamatan Cimenyan Kota Bandung.

Taman ini memiliki luas 590 Ha dari Kawasan Dago pakar sampai ke daerah Maribaya Lembang.

Mengingat luasnya taman hutan konservasi ini, maka untuk lebih memudahkan pengunjung, ada beberapa gerbang yang telah tersedia menyambut para pengunjung.

Gerbang Taman Hutan Raya Dago Pakar

Untuk melalui gerbang ini, pengunjung bisa mengakses jalan dari arah Bandung kota menuju terminal Dago.

Di jalan ini terdapat banyak petunjuk arah. Sehingga tidak perlu takut nyasar.

Selain pengunjung bisa langsung ke arah taman hutan raya, pengunjung pun dapat berbelok arah sedikit untuk menikmati destinasi wisata lain.

Wisata tersebut adalah objek wisata Tebing Keraton Bandung.

Gerbang Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda Lembang

Kalau anda sudah berada di lokasi wisata Lembang, anda tidak perlu berbelok arah kembali ke arah Dago Pakar.

Karena ada akses jalan menuju gerbang taman di sekitar wilayah Maribaya lembang.

Jalan ini cukup ramah dan lurus, sehingga banyak pengunjung yang memilih jalur ini. Apalagi lokasi yang berdekatan dengan objek wisata Maribaya.

Gerbang Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda PLTA Bengkok

Alternatif lain yang bisa kita jadikan pilihan adalah jalur dari arag PLTA Bengkok yang terletak di sekitar Curug dago.

Walaupun jalur ini belum banyak yang mengaksesnya tapi jalan sudah cukup bagus, hanya ada sedikit batu-batu kerikil di sekitar tengah jalan.

Baca:  Game Offline Android Terbaik Buatan Indonesia

Tiket Masuk Wisata Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda

Taman ini buka setiap hari dengan tarif berkisar 25.000 Rupiah.

Jam operasional dari jam 08.00 sampai jam 18.00 petang.

Namun jika anda datangg lebih pagi, tidak perlu khawatir, karena petugas jaga selalu siap sedia membukakan pintu gerbang dan mempersilahkan anda menikmati keindahan taman di waktu pagi.

Baca:  Usaha Ternak Modal 1 Juta yang Menjanjikan

Wisata Alam di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda

Beberapa spot yang bisa anda jelajahi saat berada di taman hutan antara lain adalah goa, curug, tebing dan masih banyak lagi.

Mari kita kupas satu per satu.

Goa Jepang

Ini adalah goa yang ada di Jawa Barat.

Goa ini telah ada sejak tahun 1942 atau saat para penduduk pribumi dipaksa menjadi pekerja romusha oleh bangsa Jepang.

Destinasi wisata goa ini memiliki empat buah pintu dan dua buah saluran udara.

Goa Belanda

Pada jaman penjajahan dulu, belanda menggunakan goa ini sebagai base camp pertahanan militer mereka.

Selain juga sebagai tempat penampungan para tawanan perang.

Tentara colonial Belanda pun menyimpan berbagai macam persediaan di sini seperti perlengkapan perang, logistic dan sebagai pusat informasi komunikasi.

Karena letak dan fasilitas yang sudah cukup memadai, goa Belanda ini juga sebagai lokasi untuk PLTA.

Karena telah melakukan berbagai macam renovasi sehingga tak heran jika goa Belanda ini terlihat jauh lebih modern dan terawat jika kita membandungkan dengan goa Jepang.

Goa Belanda ini juga berdiri karena jasa para penduduk pribumi yang bekerja keras membangunnya sejak tahun 1918.  

Curug Maribaya atau Curug Omas

Curug yang memiliki ketinggian sekitar 30-meter ini tepatnya terletak di daerah objek wisata Maribaya Lembang.

Jadi kalau anda berada di Lembang, anda sebaiknya memilih akses gerbang Maribaya saja.

Curug ini adalah air terjun yang terjadi karena adanya pertemuan dua buah jalur sungai, Sungai Cikawari dan Sungai Cigulung.

Pertemuan itu membentuk sebuah air terjun yang berhulu ke arah Sungai Cikapundung yang membelah Kota Bandung.

Tebing Keraton Bandung

Tebing Keraton ini merupakan bagian dari taman hutan raya Ir. H. Djuanda.

Namun karena berbeda pengelola, sehingga memiliki tiket masuk yang berbeda pula.

Di sini anda bisa mengabadikan momen-momen karena banyak terdapat spot yang instagramable.

Untuk menuju ke tebing ini, anda bisa melewati gerbang taman dari arah Dago Pakar agar lebih dekat.

Konservasi Rusa

Ada penangkaran rusa juga di taman lindung ini.

Seperti yang telah ada bahwa selain tumbuhan ada pula jenis satwa langka di sini. Jenis rusa yang ada yaitu rusa tutul.

Jalan Hiking

Anda pendaki? Nah taman ini bisa juga sebagai ajang Latihan jika anda mencintai pendakian.

Walaupun terkesan ringan dan tidak terlalu terjal, tapi jalan hiking ini cocok untuk pendaki pemula.

Fasilitas Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda

Fasilitas yang telah ada cukup lengkap. Ada areaparkir yang lumayan luas sehingga anda tidak perlu khawatir jika membawa kendaraan.

Toilet umum cukup bersih dan terawatt baik dan terdapat di beberapa sudut jalan.

Penyedia makanan pun banyak bertebaran sejak memasuki area taman.

Dimulai dari sepanjang jalan Dago dan Lembang, ada yang menyediakan sate kelinci, jagung dan menu utama juga ada.

Atau jika anda ingin merasakan hangatnya ketan bakar bersama kopi, silakan datang saja.

Rasakan sensasi berlibur yang tidak akan anda lupakan.

Editor : Evanuz Alexandraz Katherina

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular