SPBU di Halaman Rumah Viral, Ketahui Skema Bisnis Pertashop

Advertisement

Skema bisnis Pertashop menjadi informasi yang menarik untuk Anda simak setelah potretnya di halaman sebuah rumah viral di sosial media.

Memang belakangan ini, di sosial media tersebar sebuah foto SPBU yang ada di sebuah rumah kawasan Koja tepatnya Jakarta Utara.

Pada foto yang tersebar luas, tampak SPBU mini berwarna merah dan bisa orang gunakan untuk mengisi bahan bakar.

Sedangkan di bagian depan SPBU tertulis keterangan Pertashop bernomor seri 3P1420.

Potretnya Viral, Ini Skema Bisnis Pertashop

Karena fotonya menjadi viral, banyak orag yang penasaran dan bertanya apa itu Pertashop?

Advertisement

Melansir dari halaman resmi Pertamina, Pertashop adalah sebuah lembaga penyalur Pertamina berskala kecil.

Sementara itu kebutuhan konsumen yang ada adalah LPG non subsidi, BBM non subsidi serta produk pertamina ritel lain.

Memang benar adanya usaha Pertashop mulai bermunculan di sejumlah daerah Indonesia lantaran PT Pertamina Persero sudah membuka lini bisnis ritelnya.

Keberadaan Pertashop Pertamina begitu membantu masyarakat yang lokasinya bukan berada dalam jangkauan SPBU besar.

Bukan itu saja, terkait skema bisnis Pertashop ini menjadi alternative untuk usaha petrokimia di kawasan yang jauh dari SPBU.

Di samping itu, fungsi Pertaship adalah lembaga penyalur SPBU di tingkatan yang lebih kecil.

Lain halnya dengan SPBU pada umumnya, Pertashop menjual BBM jenis Pertalite dan Pertamax serta LPG non subsidi yakni Bright Gas.

Kemunculan SPBU ini tersebut bersaing dengan SPBU biasa dan mendekatkan layanan BBM berskala kecil kepada masyarakat luas.

Dengan keberadaan Pertashop, masyarakat yang bertempat tinggal jauh dari SPBU tetap dapat menikmati layanan Pertamina di tingkat desa.

Skema Usaha Pertashop

Ternyata Pertashop yang mungkin kerap Anda jumpai di sejumlah daerah berbeda-beda.

Perbedaannya terletak bukan hanya ada di bentuk bangunannya saja, namun terdapat pada sekma usaha yang BUMN tawarkan tersebut.

Terdapat tiga jenis skema bisnis Pertashop dengan omzet penjualan dari ketiga skema bisa mencapai Rp 150 juta lebih per bulan.

Tiga jenis permodalan serta skema bisnis Pertamina Shop antara lain:

1. Gold

Pertama ada skema permodalan bisnis Gold yang memerlukan modal Rp 250 juta.

Modal tersebut mencakup mulai dari biaya Pertashop serta biaya pengirimannya.

Untuk modal pemberian produk Pertamax sebesar Rp 20 juta dengan keuntungan per liter adalah Rp 850 per satu liternya.

Sedangkan untuk estimasi pengembalian modalnya maksimal sekitar 5 tahun.

2. Platinum 

Sementara itu, skema bisnis Platinum memerlukan modal sebesar Rp 400 juta yang meliputi biaya instalasi dan biaya Pertashop.

Adapun modal pembelian produk atau Pertamax tergolong lebih banyak yakni Rp 70 juta dengan keuntungan per liter yakni Rp 600 per satu liter.

Estimasi pengembalian modal maksimal selama 4 tahun tergantung berdasarkan pendapatan penjualan.

Dalam sekma bisnis tersebut, mitra mempunyai peluang untuk menjual Pelumas Pertamina dan LPG Bright Gas.

3. Diamond

Berbeda dari jenis dua skema sebelumnya, untuk skema usaha Diamond memerlukan modal yang paling banyak yaitu Rp 500 juta.

Biaya tersebut sudah mencakup biaya untuk pertashop serta instalasinya sekaligus.

Untuk modal pembelian produk Pertamax besarannya sama seperti Platinum yakni Rp 70 juta dengan jumlah keuntungan per satu liter yaitu Rp 435 per liternya.

Di samping itu, estimasi pengembalian modal awal maksimal 5 tahun namun tergantung berdasarkan penjualan.

Dalam skema bisnis Pertashop satu ini, mitra juga berpeluang menjual Pelumas Pertamina dan LPG Bright.

Apabila Anda tertarik membuka Pertashop seperti di foto yang sedang viral, wajib memahami skema bisnisnya dan mempersiapkan modal awal.

Show More
Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *