Semen Luar Angkasa Buka Jalan Bagi Koloni

0
369
Semen Luar Angkasa Buka Jalan Bagi Koloni
Foto : Semen Luar Angkasa

Reportasee.com,- Semen luar angkasa membuka jalan bagi koloni antariksa di masa depan. Para astronot NASA telah mencampurnya ke permukaan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Mengutip dari laman Astronomy, Rabu (11/09/2019), dengan berhasil mencampurkan semen luar angkasa untuk pertama kalinya, para peneliti telah mengambil langkah kecil menuju pembangunan struktur di dunia lain, seperti Bulan dan Mars.

Beton, dalam satu bentuk telah menjadi pokok konstruksi manusia selama kurang lebih  5.000 tahun. Sekarang, para peneliti membawa teknologi kuno ke luar angkasa.

Baca:   ISS Miliki Port Docking Baru Untuk Pesawat Antariksa

Sebagai bagian dari percobaan yang disebut “Penyelidikan Microgravity Solidifikasi Semen,” para peneliti mengirim blok bangunan dasar semen, tricalcium silikat, kapur terhidrasi dan air suling ke ISS.

Bahan-bahan itu kemudian dicampur dalam kantong dan dibiarkan mengeras selama 42 hari melalui proses yang disebut hidrasi.

Hasilnya menunjukkan bahwa semen yang dicampur dalam gaya berat mikro memang dapat memadat seperti yang terjadi di Bumi. Tapi tidak seperti semen buatan Bumi, semen luar angkasa memiliki beberapa fitur mikroskopis yang unik.

Baca:   Perseid Akan Turunkan Hujan Meteor Tahun Ini

Yang Berbeda Dari Semen Luar Angkasa

Hal yang menarik, para peneliti menemukan bahwa kurangnya gravitasi yang kuat di ISS membuat semen luar angkasa terbentuk dengan kepadatan yang mengejutkan.

Sementara di Bumi, semen yang dicampur dalam eksperimen kontrol mengembangkan struktur yang lebih berlapis karena sedimentasinya disebabkan oleh gravitasi.

Seorang Insinyur di Pennsylvania State University, Aleksandra Radlinska mengatakan bahwa kepadatan semen yang lebih seharusnya membuatnya lebih kuat.

Baca:   Mesin Roket Terbaru NASA Lakukan Uji Coba

Para peneliti mencatat perbedaan mikroskopis utama lainnya. Yang mana struktur semen tersebut mengembangkan banyak kantong udara besar hingga membuatnya lebih keropos.

Keberadaan Semen di Dunia Lain

Radlinska menegaskan, manfaat nyata dari pembuatan semen ruang angkasa itu dapat membantu peneliti mengidentifikasi bagaimana gravitasi berdampak pada proses kepadatannya.

Faktanya, proses tersebut tidak menjadi perhatian selama beberapa dekade terakhir, mengingat kemajuan dramatis di luar angkasa yang telah menerbangkan beberapa manusia.

“Dalam misi ke Bulan dan Mars, manusia perlu dilindungi dari suhu dan radiasi ekstrem. Satu-satunya cara untuk melakukannya adalah dengan membangun infrastruktur di lingkungan luar angkasa ini,” kata Radlinska. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here