32 C
Indonesia
Rabu, Oktober 27, 2021
BerandaBeritaSekolah Tatap Muka Terbatas dan Ekstra Hati-Hati

Sekolah Tatap Muka Terbatas dan Ekstra Hati-Hati

ReportaseeDKI.com – Sekolah tatap muka rencananya akan berlaku mulai bulan Juli mendatang meski pandemi covid-19 belum berakhir. Adanya sekolah tatap muka di tahun ajaran 2021/2022 ini harus berlangsung dengan sangat hati-hati sesuai aturan yang berlaku demi meminimalisir penyebaran virus covid-19.

Aturan Sekolah Tatap Muka

Jumlah Siswa Terbatas

Berdasarkan pernyataan dari Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin yang menyatakan bahwa kegiatan sekolah ini hanya boleh maksimal 25 persen dari seluruh total siswa.

Beliau juga mengatakan Presiden Joko Widodo telah meminta untuk pembukaan pada kegiatan sekolah tatap muka harus terlaksana secara ekstra hati-hati.

Pembelajaran tatap muka ini harus berlangsung secara terbatas untuk mencegah terjadinya penularan virus Covid-19 yang masih ada di Indonesia.

Maka dari itu, setiap tenaga pendidik harus mematuhi protokol kesehatan dan tetap mengawasi para siswa untuk mematuhi aturan selama proses pembelajaran.

Sebelumnya, kegiatan belajar-mengajar awalnya dengan kapasitas maksimal 50 persen dari total siswa. Namun, kini kebijakan tersebut telah berubah menjadi 25 persen. Bapak Presiden Jokowi meminta agar siswa yang hadir di dalam kelas hanya berisi 25 persen dari total semua siswa di kelas.

Durasi Belajar Terbatas

Selain adanya pembatasan kapasitas siswa, durasi selama pembelajaran bertatap muka juga ada batas maksimalnya.

Setiap sekolah hanya boleh melakukan proses pembelajaran secara langsung maksimal dua jam di setiap harinya. Sekolah juga tidak boleh melebihi kegiatan belajar secara langsung ini lebih dari dua hari dalam satu minggu.

Sehingga selama seminggu, siswa hanya boleh maksimal 2 hari untuk melakukan sekolah tatap muka dan di setiap harinya hanya 2 jam proses belajar dapat berlangsung.

Menkes mengatakan bahwa kehadiran siswa datang ke sekolah untuk mengikuti pembelajaran secara bertatap muka juga harus sesuai dengan persetujuan orang tua.

Opsi menghadirkan anak datang ke sekolah tetap ditentukan oleh pihak orang tua. Bagi semua guru pun harus sudah selesai mendapat vaksinasi sebelum kegiatan belajar tatap muka dimulai.

Guru Sudah Vaksinasi

Sekolah tatap muka akan segera mulai pada bulan Juli mendatang. Para guru atau tenaga pendidik tentunya harus mempersiapkan segalanya selama proses belajar mengajar berlangsung. Khususnya dalam hal vaksinasi untuk setiap guru sebelum kegiatan belajar ini akan berjalan.

 Menteri Kesehatan pun telah meminta setiap pemerintah daerah agar memprioritaskan vaksinasi untuk para guru dan tenaga pendidik. Para guru harus mendapatkan vaksinasi sebelum menjalankan proses pembelajaran tatap muka.

Selain para guru, Menkes juga mengingatkan agar Pemda tetap memprioritaskan vaksinasi kepada lansia demi menekan angka kematian.

Menurut Zita Anjani, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini menilai bahwa DKI Jakarta telah siap untuk melakukan sekolah tatap muka. Hal itu dapat terlihat dari suksesnya uji coba tahap pertama pilot project.

Zita pun menilai, jika belajar daring selama pandemi ini semakin lama tidak sehat bagi para siswa. Sebab, itu karena proses belajar tidak bersamaan dengan adanya interaksi serta bermain dengan teman secara langsung dan nyata.

Meski demikian, Zita mendukung keputusan dari Pemerintah DKI yang masih mengkaji berbagai hal terkait sebelum menerapkan adanya sekolah tatap muka.

Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan tim pendukung lainnya harus saling bergotong royong, kerja sama mendukung kebutuhan pembelajaran ini. Meskipun saat ini angka positif covid-19 rate DKI Jakarta masih tinggi, yaitu 10,8 persen.

Pemerintah DKI Jakarta telah berencana untuk uji cona sekolah tatap muka tahap kedua pada Senin, 7 Juni lalu, tetapi rencana diundur menjadi hari Rabu, 9 Juni 2021.

Sebelumnya, Nadiem Makarim (Mendikbudristek) mengatakan bahwa pihaknya akan tetap membuka sekolah pada Juli 2021 meski vaksinasi untuk para guru dan tenaga pendidik belum sepenuhnya memenuhi target.

Nadiem juga menyatakan jika tidak ada tawar menawar demi kepentingan pendidikan. Beliau mengungkapkan bahwa masa depan Indonesia ini sangatlah bergantung pada sumber daya manusia.

Meskipun beliau mengaku telah memahami kekhawatiran para orang tua, namun mantan Bos Gojek itu menyebutkan jika penundaan dalam membuka sekolah secara tatap muka akan berdampak panjang bagi para siswa dan  pendidikan di Indonesia.

TERKAIT
- Advertisment -

TERBARU

HP Xiaomi Terbaik, Ini Rekomendasinya!

Reportasee.com - HP Xiaomi Terbaik, Ini Rekomendasinya! Apakah Anda berniat untuk mengganti...

Pembaruan iOS 15.1 Meluncur, Hadirkan Fitur Dan Perbaikan Bug

Reportasee.com - Pembaruan iOS 15.1 baru saja hadir untuk para pengguna setia...

Memilih Laptop Gaming Terbaik, Begini Tipsnya!

Reportasee.com - Laptop gaming terbaik menjadi jenis laptop yang paling banyak dicari....

Punya Penyakit Anemia? Coba Obat Penambah Darah Ini!

Reportasee.com - Jika anda punya penyakit anemia atau kurang darah, cobalah...

Saham Tesla Inc. Sentuh 1 Triliun Dollar Untuk Pertama Kali

Reportasee.com - Saham Tesla Inc. beberapa waktu lalu berhasil mencapai angka yang...