Sejarah Hari Artileri Nasional 4 Desember

Reportasee.com – Peringatan Hari Artileri Nasional jatuh setiap 4 Desember setiap tahunnya.

Peringatan ini bertujuan untuk mengenang perjuangan Bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia menggunakan senjata artileri.

Sejarah, Pengertian, tentang Artileri

Dalam Kamus Bahasa Indoesia, Artileri dapat diartikan sebagai proyeksi dalam jangka jarak jauh.

Dalam istilah ini berarti pasukan tentara yang membawa senjata berat.

Latar  belakangan penyebutan juga berasal dari meriam dari Cina.

Dalam meriam tesebut bertuliskan Nusa Jawa Silang Budaya.

Pengertian Artileri

Artileri merupakan senjata jarak jauh.

Dalam perkembangannya, sebagai pasukan tentara yang menggunakan senjata berat untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Berlaku sejak zaman majapahit.

Majapahit sebagai perancang sistem Artileri pada jaman kejayaan Gajah Mada.

Kapal perang yang mereka rancang menggunakaan sistem Artileri.

Kapal perang ini memiliki nama yaitu Cetbang, dan Meriam Api.

Sejarah Hari Artileri  

Pada masa penjajahan, Belanda melatih beberapa pemuda untuk mengoperasikan artileri.

Beberapa pemuda tersebut yaitu Soerio santoso, Memet Rahman Ali Soewardi, Sadikin, Oerip Soemohardjo, Raden Askari.

R.M. Pratikno Suryosumarno, Tjhwa SiongPik, Giroth Wuntu, Rudy Pirngadi, Abdullah, J. Minggu, Aminin, dan T.B. Simatupang.

Akan tetapi, pengoperasian artileri di bawah kepemimpinan Belanda usai ketika Jepang datang untuk menjajah Indonesia pada 1942-1945.

Pergolakan perang dunia, salah satu anggota Pertahanan Udara Tentara Kekaisaran Jepang mendengar penyerahan diri Jepang pada 16 Agustus 1945.

Kemudian, Sadikin, mantan pasukan yang sudah mempunyai pelatihan dari Belanda, mengajak para pemuda mengambil alih sarana artileri Jepang untuk mendukung kemerdekaan Indonesia.

Tentara Keamanan Rakyat (TKR)

Usai momentum kemerdekaan NKRI, pada 5 Oktober 1945, muncullah Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang menjadi awal terbentuknya tentara di Indonesia.

Akan tetapi, tentara Indonesia ini belum memiliki perlengkapan senjata.

Oleh karena itu, menurut Moeh Kardi, dalam Akademi Militer Yogya dalam Perjuangan Fisik 1945-1949, Letjen Urip Soemohardjo menerima laporan bahwa pemuda Surabaya berhasil merebut seluruh persenjataan Jepang, salah satunya Meriam.

Kemudian, para pemuda Surabaya dilatih secara khusus oleh Kapten Soewardi agar mampu menggunakan meriam.

Pelatihan secara khusus ini bertujuan agar pemuda Indonesia mampu menghadapi Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945 melawan tentara sekutu, Britania Raya dan India Britania dengan senjata artileri peninggalan Jepang.

Diperingati pada 4 Desember

Pertama kali resmi pada 4 Desember 1945 oleh Letnan Jenderal Urip Soemoharjo, ketuanya yaitu Letnan Kolonel R.M Pratikno Suryo sumarno.

Adapun markas Artileri berada di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Peresmian ini bersamaan dengan kelahiran Hari Artileri Internasional pada 4 Desember 1945.

Usai Pertempuran Surabaya, sebulan setelahnya, Letnan Jendral Urip Soemohardjo meresmikan Markas Artileri.

Markas ini merupakan bagian dari jawatan persenjataan Markas Besar Tentara (MBT) yang berkedudukan di Yogyakarta pada 4 Desember 1945.

Pada saat bersamaan juga, Letnan Kolonel R.M Pratikno Suryo sumarno sebagai komandan Artileri Pertama Indonesia.

Komandan Diklat TNI Angkatan Darat menyatakan bahwa penetapan 4 Desember sebagai Hari Artileri Nasional berdasarkan peresmian Markas Artileri pertama di Indonesia.

Hingga saat ini, 4 Desember sebagai hari jadi Korps TNI Angkatan Darat dan seiring perkembangan zaman berubah menjadi Hari Jadi Korps Armed TNI AD.

Berperan Penting dalam kedaulatan NKRI

Mengacu pada data global firepower, kekuataan militer di Indonesia berada di angka 16 peringkat dari 140 negara yang ada.

Saat ini indeks kekuatan TNI berada lebih tinggi dari negara Australia.

Sementara di kawasan Asia Teggara, Indonesia menjadi negara dengan kekuataan militer yang paling kuat.

Dalam hal TNI akan berperan sebagai garda terdepan dalam membela bangsa Indonesia.

Selayaknya TNI memang harus memiliki kekuatan yang penuh, sebab kedaulatan bangsa Indonesia juga berada di tangan TNI.

Kekuatan militer tersebut di dukung dengan adanya jumlah sumber daya manusia, udara, darat, laut, sumber daya alam, logistik, keuangan dan geografi.

Berjuang untuk Rakyat

Perjuangan TNI terhadap rakyat sebagai bukti dukungan TNI untuk rakyat, begitu pula sebaliknya rakyat juga harus mendukung TNI.

Dalam hal ini kita harus merasa bangga dengan pasukan Artileri yang ada di Indonesia.

Senjata artileri sangat penting gunanya dapat mematikan lawan saat melakukan pertempuan.

Menggunakan senjata ini, bahkan dalam hal ini Artileri sebagai alat yang sangat ampuh.

Di tahun 2021, Indonesia memiliki 800.000 personil militer yang terdiri dari 400.000 militer aktif maupun sisanya cadangan.

Berdasarkan sisi alusista, memiliki kelengkapan yang cukup.

Dimana dari TNI angkatan darat berjumlah 331 tank, 1430 kendaraan lapis baja, 153 artilei Swegerak, 366 artileri tarik, 63 peluncur roket.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *