Sejarah Berdirinya Kerajaan Tarumanegara, Kerajaan Hindu Tertua ke-2 di Indonesia

0
366
Sejarah Berdirinya Kerajaan Tarumanegara, Kerajaan Hindu Tertua ke-2 di Indonesia

Reportasee.com – Sejarah Berdirinya Kerajaan Tarumanegara, Kerajaan Hindu Tertua ke-2 di Indonesia.

Berdasarkan catatan sejarah, Kerajaan Tarumanegara adalah kerajaan beragama Hindu ke-2 yang tertua di Indonesia setelah Kerajaan Kutai.

Berikut ini ulasan mengenai Sejarah Berdirinya Kerajaan Tarumanegara.

Kerajaan Tarumanegara berkuasa di wilayah barat Pulau Jawa pada abad ke-4 hingga abad ke-7 Masehi. 

Keberadaannya dibuktikan oleh peninggalan-peninggalan sejarah yang masih ada hingga kini. Kisah kejayaannya pun ditorehkan dalam prasati. 

Mempelajari sejarah Kerajaan Tarumanegara dapat memberikan pengetahuan tentang perjalanan bangsa Indonesia.

Karena mempelajari sejarah sama dengan mengenal diri sendiri. 

Nah, berikut sejarah berdirinya kerajaan Tarumanegara yang penting diketahui: 

Sejarah Berdirinya Kerajaan Tarumanegara

Kerajaan Tarumanegara didirikan oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada 358-382 Masehi di tepi Sungai Citarum (saat ini masuk dalam Kabupaten Lebak, Banten).

Secara etimologi, Tarumanegara berasal dari dua dua kata, yakni ‘Taruma’ dan ‘Negara’.

‘Taruma’ diambil dari nama sungai yang membelah Jawa Barat, serta ‘Negara’ yang artinya kerajaan atau negara.

Bukti berdirinya Kerajaan Tarumanegara ini diketahui dari beberapa sumber prasasti. 

Keberadaannya juga diperkuat dengan kabar dari luar negeri, seperti dari Tiongkok yang menyebutkan Kerajaan To-lo-mo atau Tarumanegara.

Kabar tentang Kerajaan Tarumanegara juga dibawa oleh Pendeta dari Khasmir, yaitu Gunawarman, yang menyebutkan bahwa masyarakat Tarumanegara menganut kepercayaan Hindu.

Masa Kejayaan

Kerajaan Tarumanegara mengalami masa kejayaan saat dipimpin oleh Purnawarman. Ia bergelar Sri Maharaja Purnawarman Sang Iswara Digwijaya Bhima Prakarma Suryamaha Purusa Jagatpati yang memerintah pada 395-434 Masehi. 

Pada masa pemerintahannya, ia juga memperluas kekuasaan dengan menaklukkan beberapa kerajaan kecil di Jawa Barat.

Kerjaan Tarumanegara juga membangun pelabuhan dan memerhatikan aliran sungai.

Sebab, sungai menjadi sarana perekonomian penting sehingga pembangunan sungai membangkitkan perekonomian pertanian dan perdagangan kerajaan. 

Beberapa kebijakan Purnawarman terkait dengan pembangunan sungai adalah: 

Pada tahun 410 Masehi Purnawarman memperbaiki Kali Gangga hingga Sungai Cisuba yang terletak di daerah Cirebon.

Pada 412 Masehi, ia memperindah alur Kali Cupu yang mengalir hingga istana raja.

Tahun 413 Masehi membangun Sungai Cimanuk 

Pada 417 Masehi, Kali Gomati dan Cakrabaga diperbaiki.

Pada 419 Masehi, ia memperintahkan untuk memperdalam Sungai Citarum yang dinilai sebagai sungai terbesar di wilayah Kerajaan Tarumanegara. 

Setelah kepemimpinan Purnawarman, terdapat beberapa raja yang memerintah Kerajaan Tarumanegara, yatitu: 

Wisnuwarman (434-455 Masehi)

Indrawarman (455-515 Masehi)

Candrawarman (515-535 Masehi)

Suryawarman (535-561 Masehi)

Kertawaman (561-628 Masehi)

Sudhawarman(628-639 Masehi)

Hariwangsawarman (639-640 Masehi)

Nagajayawarman (640-666 Masehi)

Linggawarman (666-669 Masehi)

Keruntuhan Kerajaan Tarumanegara

Kerajaan Tarumanegara mulai mengalami kemunduran di bawah kepemimpinan Sudhawarman.

Ia memberikan kebijakan otonomi daerah kepada raja-raja di bawahnya, namun tanpa pengawasan.

Akibatnya, terjadilah perpecahan di Kerajaan Tarumanegara. Kerajaan Tarumanegara pecah menjadi dua, yaitu Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh.

Itulah ulasan mengenai Sejarah Berdirinya Kerajaan Tarumanegara. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here