Satpol PP Ciamis Lakukan Operasi Pekat Ramadhan

0
168
Satpol PP Ciamis Lakukan Operasi Pekat Ramadhan
Petugas Satpol PP Ciamis merazia kos-kosan. Photo : Detikcom

JABAR, – Hari pertama puasa Ramadhan, Satpol PP Ciamis masih menemukan warung nasi yang masih buka. Pada operasi Pekat Ramadhan ini, Satpol PP juga merazia kos-kosan.

Awalnya, petugas Satpol PP Ciamis melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah warung nasi, mulai di sekitar Pasar Manis Ciamis, Terminal Ciamis, hingga Jalan Tentara Pelajar.

Petugas juga memasang selebaran imbauan di bagian depan warung, supaya tak buka pada siang hari. Dari sidak tersebut, petugas menemukan warung yang masih menjajakan makanan siap saji serta terlihat ada bekas orang makan.

“Kita mendapati 1 warung nasi yang buka juga menjajakan makanan siang hari, di situ ada bekas orang makan,” ungkap Kepala Seksi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Ciamis, Yudi Brata, saat melakukan operasi serta pemasangan imbauan di sekitar Pasar Manis Ciamis, Senin (6/5/2019).

Yudi mengatakan, pihaknya telah memasang imbauan di 34 titik. Imbauan tersebut berdasarkan surat edaran Bupati Ciamis 30 April 2019, perihal amaliyah ramadhan 1440 H/2019. Pemilik warung makan, rumah makan, restoran untuk tidak melakukan pelayanan terhadap konsumen pada waktu puasa.

“Waktunya pagi sampai sore, sekitar pukul 15.00 WIB. Jadi sudah sore itu diperbolehkan karena persiapan buka,” ujar Yudi.

Selain itu, Pemkab Ciamis melarang penyedia jasa hiburan tempat karaoke serta sejenisnya untuk beraktifitas selama bulan puasa.

“Untuk sanksinya bagi yang buka memang tidak ada. Tapi kalau mengganggu ketertiban umum serta menggangu masyarakat akan kita tutup. Sebetulnya bukan tak boleh berjualan, tapi tak boleh melayani di tempat,” ujarnya.

Satpol PP Ciamis Razia Kosan

Selanjutnya petugas Satpol PP juga melakukan operasi pekat di sejumlah rumah kosan. Hasilnya, ditemukan ada dua pasangan remaja yang berada di dalam kamar tertutup. Petugas kemudian mendata serta melakukan pembinaan langsung, lalu dikembalikan ke orang tua.

“Ada dua kosan besar yang kita datangi. Hasilnya ada dua pasangan yang ada di dalam ruangan. Salah satunya tak memakai pakaian dalam. Kita langsung pembinaan di tempat serta pasangan dikembalikan ke orang tua. Supaya tak mengulangi perbuatannya,” tutupnya. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here