Satgas Pangan Polda Jatim Selidiki Penyebab Harga Daging Ayam Turun

0
36
Satgas Pangan Polda Jatim Selidiki Anjloknya Harga Daging Ayam
Foto : Satgas Pangan Polda Jatim Selidiki Anjloknya Harga Daging Ayam (KbarJawaTimur)

JATIM,- Satgas Pangan Polda Jatim Selidiki Penyebab Harga Daging Ayam Turun. Turunnya harga daging ayam yang terjadi pada sejumlah Kabupaten di Jawa Timur (Jatim), kini menjadi fokus utama Satuan Petugas (Satgas) Pangan Kepolisian Daerah (Polda) Jatim.

Dilansir dari Beritasatu.com, Sabtu (29/06/2019), Satgas Pangan Polda Jatim sedang melakukan penyelidikan atas anjloknya harga daging ayam di beberapa daerah Jawa Timur.

Pihaknya berjanji akan mengungkap kasus tersebut dan meretas oknum yang bersangkutan jika terbukti adanya faktor kesengajaan dari pihak terkait.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, mengungkap, sebetulnya harga daging di beberapa pasaran masih tetap. Namun ada sesuatu yang janggal terjadi di beberapa pasar tradisional, khususnya di Jawa Timur.

Frans menegaskan, pihaknya akan turun langsung ke lapangan untuk mencari beberapa bukti kemiringan harga daging dari beberapa produsen, distributor, pertenak ayam hingga konsumen

“Kita sudah menerima banyak keluhan dari beberapa peternak ayam. Hal ini juga berdampak semasa lebaran beberapa waktu lalu. Faktanya permintaan ayam dinilai makin tinggi dari biasanya. Sehingga para pertenak melakukan overproduksi,” ungkapnya pada awak media.

Harga Daging Sebenarnya

Berdasarkan harga di pasaran sebelumnya, harga daging ayam yang dijual dari peternak ayam kurang lebih Rp 20.000. Kini harga tersebut merosot secara drastis menjadi Rp 9.000 per kilogram.

Di sisi lain, harga daging di berbagai pasar tradisional yang semula berkisar Rp 40.000 per kilogram, saat ini terjun bebas menjadi Rp 33.000 per kilogram.

Sementara itu, ada juga beberapa pihak yang mematok dengan harga Rp 25.000 per kilogram.

Peternak Ayam Terbesar

Beberapa peternak ayam terbesar di Kota Mojokerto, Jawa Timur, mengutarakan, harga daging yang turun bebas menjadi Rp 9.000 per kilogram bukan merupakan hal wajar.

Koordinator Kelompok Peternak Ayam Broiler Mojokerto, Bagus Dian Pratama, mengungkap, sejauh ini ada 2 mitra perusahaan yang bergerak di bidang budidaya ayam yaitu Perusahaan Integrator dan Perusahaan Kemitraan Mandiri.

Keduanya hanya menyuplai vitamin, pakan dan obat-obatan saja. Namun tidak berperan penting dalam mengintervensi harga daging ayam. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here