22.6 C
New York
Jumat, Juni 18, 2021
BerandaBeritaSate Beracun, Kasus Viral Bermula Dari Kisah Asmara

Sate Beracun, Kasus Viral Bermula Dari Kisah Asmara

Reportasee.com – Sate beracun baru-baru ini menjadi berita yang menggemparkan publik di Indonesia. Bagaimana tidak, panganan sate yang terdapat racun tersebut berhasil menewaskan seorang korban. Mirisnya korban tersebut berupa bocah berumur 8 tahun yang tidak mengerti apa-apa.

Kejadian ini terjadi di daerah Bantul Jogjakarta. Kasusnya menjadi viral setelah pertama kali tersebar di jejarng media social Facebook. Akun anggota ICJ atau Info Cegatan Jogja bernama Fahmi Ansy menjadi orang pertama yang membagikannya.

Bocah yang menjadi korban dalam kasus tersebut berinisial NFP. Ia masih murid yang duduk di SD kelurahan Bangunharjo, Sewon Kabupaten Bantul. Penyebab meninggalnya adalah keracunan makanan pada hari Minggu tanggal 25 Apri lalu.

Siswa yang duduk di kelas empat SD tersebut meninggal sehabis memakan sate. Namun pemberi sate tersebut adalah seseorang yang tidak ia kenal. Sebab ayahnya merupakan seorang pengemudi ojek online yang menerima sate tersebut.

Pihak sekolah dari siswa korban sate beracun tersebut awalnya tidak percaya. Pasalnya menurut pengetahuan mereka reksi dari orang yang terkena racun tidak begitu cepat apalagi sampai meninggal.

Kronologi Kasus Sate Beracun

Kepala sekolah dari SD Muhamadiyah IV tempat di mana korban menuntut ilmu, mengaku mendapatkan kabar anak didiknya meninggal di waktu 18.15 WIB. Ia mendapat telpon dari seorang staf sekolah mengabarkan anak didiknya meninggal akibat keracunan.

Mendengar kabar tersebut, sontak saja membuat Jawadi mengonfirmasi akan kebenarannya. Dan benar saja, NFP sudah meninggal dunia karena keracunan.

Berdasarkan penuturan pihak sekolah, sang korban yakni NFP di hari Minggu sekitar sore hari masih tampak ikut kegiatan. Adapun kegiatan tersebut berupa pengajian yang berlangsung di masjid lingkungan tempatnya tinggal.

Saat maghrib akan tiba, korban sate beracun tersebut izin pulan. Lantaran ia menuturkan ingin berbuka puasa di rumah beserta kedua orang tuanya. Bahkan perwakilan sekolah menambahkan di Maghrib itu, ia melihat sang ayah dari korban pulang sambil membawa makanan berupa sate.

Kemudian sate tersebut disantap oleh istri dan anaknya yakni NFP. Tak berselang lama kemudian, keduanya mengalami keracunan.

Sang ayah yakni Bandiman tentu saja langsung syok akibat kejadian yang menimpa keluarganya di waktu berbuka puasa tersebut. Pria yang kerap dipanggil Bandi tersebut menjelaskan kronologi dari sate beracun.

Ia menuturkan kejadian bermula saat dirinya usai menunaikan ibadah Sholat Ashar. Bandi melaksakan shalat Ashar sekaligus istirahat di sebuah masjid Yogyakarta.

Secara tiba-tiba seorang perempuan tak ia kenal menghampiri Bandi. Kemudian wanita tersebut meminta pertolongan berupa mengantar paket berupa sate beracun tersebut ke sebuah wilayah bernama Kasihan masih di Bantul.

Karena profesinya sebagai ojol, Bandi menganjurkan untuk menggunakan aplikasi. Akan tetapi sang wanita beralasan tidak mempunyai aplikasi ojek online. Kemudian di sore itu juga, Bandiman bergegas mengantarkan paket ke tujuan.  Nama penerima yang wanita itu arahkan adalah pak Hamid.

Saat ia sampai ke tujuan paket, Bandiman kemudian menelepon ke penerima. Ia menghubungi kontak bernama Tomy yang wanita di masjid tadi berikan. Akan tetapi proses konfirmasi berlangsung lama lantaran Tomy maupun keluarga merasa tidak memesan apapun.

Kelanjutan Kronologi Sate Misterius

Bandi kemudian pun terheran sebab alamat beserta nomor penerima sudah benar. Akan tetapi sang penerima tidak mau menerimanya. Akhirnya bapak tersebut menyuruh Bandi membawanya untuk buka puasa.

Karena pemilik rumah tidak mau menerima sate beracun tersebut, akhirnya Bandi membawa kembali makanan tersebut. Kala itu, Bandi selanjutnya membawa satu porsi sate bakar menuju rumahnya. Sesampainya ia di rumah, istri beserta sang anak kemudian membuka paket sate itu.

Istrinya bernama Titik Rini dan sang anak adalah korban tewas dengan inisial NFP. Mereka sekeluarga antara lain Bandiman, istri beserta anak mereka menyantap sate beracun tersebut. Orang yang paling lahap menyantap sate adalah sang anak yakni NFP.

Tak lama kemudian, NFP yang lahap memakannya merasakan pahit saat menyantapnya. Bandiman mengaku, kala ia memakannya tidak merasa apa-apa. Lantaran tidak terkena bumbu.

Rupanya keberadaan racun tersebut ada di dalam bumbu sate. Sang koban sate beracun yakni NFP berkata bumbunya pahit. Kemudian ia menuju dapur dan mengalami muntah-muntah. Sang istri yakni Titik Rini juga mengalami hal serupa yaitu muntah-muntah.

Kala Bandiman memastikan keadaan sang anak, NFP sudah tak sadarkan diri lagi. Pastinya sang ayah yaitu Bandi merasakan panik dan langsung membawa putranya ke pertolongan medis berupa rumah sakit terdekat. Sayangnya, putranya sudah tidak bisa tertolong.

Ayah dari korban mengatakan bahwa sang anak sudah meninggal dalam perjalanan ke medis. Namun setelah hasil pemeriksaan lab keluar, terdapat fakta mengejutkan. Pasalnya menurut pemeriksaan, racun itu lebih kuat daripada racun di bidang pupuk pertanian.

Para warganet mengaku menyayangkan bagaimana hal ini bisa terjadi kepada anak tak berdosa. Setelah terdapat kasus sate beracun tersebut, kepolisian langsung saja melakukan penyelidikan.

Pelaku Dari Kasus Takjil Beracun

Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, kasus kematian akibat dari sate beracun tersebut sudah terindentifikasi pelaku. Polisi menuturkan bahwa bocah yang meregang nyawa akibat sate bermula dari sakit hati sang tersangka wanita berinisial NA usia 25 tahun. Tujuan pengiriman sate tersebut adalah sosok Tomi yang menjadi tujuan penerima.

Menurut pihak Direskrimum Polda menegaskan kasus tersebut terduga salah sasaran. Sebab sang pelaku NA yang asli Majalengka awalanya tidak berniat mengincar nyawa sang bocah. Melainkan ke seoran yang ia kenal yaitu Tomi.

Motif perbuatannya adalah sakit hati. Sebab target tujuan asli sate beracun adalah Tomi yang tidak menikahinya dan justru menikah dengan orang lain. Memang awalnya Tomi dan NA pernah memiliki sebuah hubungan asmara.

Tomi ini berprofesi sebagai salah satu pegawai negeri. Akan tetapi, polisi masih harus memastikan tujuan pengincaran tujuan sate beracun dari NA. Sebab terdapat dugaan tujuan makanan apakah Tomi atau pihak keluarganya.

NA yang merupakan pelaku mencampurkan bumbu sate beracun tersebut dengan KCN atau nama lain dari Kalium Sianida. Racun ini sudah ia pesan secara online. NA mendapatkan racun padat sianida tersebut di sekitar akhir Maret 2021.

Sehingga terdapat kesimpulan bahwa kasus sate sudah ia rancang beberapa hari sebelum terjadinya. Hal ini berdasarkan waktu pemesanan racun ini. Dengan begitu, pelaku terancam pasal 340 mengenai pembunuhan berencana.

Hukumannya bisa berupa penjara selama 20 tahun dan tertinggi adalah mati. Polisi berhasil menangkap pelaku dari bungkus sate. Pasalnya dalam tatanan lontong beserta bungkusnya mempunyai ciri khas yang menjadi petunjuk penting.

Karena keunikan itulah polisi menyebutkan penjual sate ada di sekitar Umbulharjo tepatnya di Kemantren. Selain itu, sate yang pelaku beli terdapat kemasan unik pada lontong di dalamnya. Dari bungkus inilah polisi melakukan penelusuran terhadap pembeli.

Pasalnya lontong tersebut dibungkus menyerupai lopis. Apalagi pedagang sate buka di siang hari tidak banyak. Berdasarkan hal inilah pelaku sate beracun terungkap.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular