Romadhon, Ramadhan atau Ramadan?

0
182
Reportasee.com | Mana yang benar? Romadon, Ramadhan atau Ramadan?
Foto : Ilustrasi

ARTIKEL,- Romadhon, Ramadhan, atau Ramadan? Penulisannya yang benar bagaimana sih? Meskipun kita sudah mengenal Bahasa Indonesia sejak dari kecil, tetapi belum tentu kita semua benar-benar paham dengan Bahasa Indonesia.

Salah satu contohnya setiap memasuki bulan puasa kita sering memberi ucapan selamat dengan penulisan seperti ini, “Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan”. Sebenarnya, penulisan “Ramadan” itu semacam ini benar atau salah ya?

Nah, artikel kali ini kita akan mengupasnya bersama-sama. Bagaimana penulisan yang benar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) apakah Romadhon, Ramadhan, atau Ramadan?

Penulisan yang Benar Menurut Kemendikbud RI

Ternyata, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyebutkan bahwa penulisan yang benar adalah “Ramadan”, tanpa huruf H.

Penulisan Ramadan memang sesuai dengan yang terdapat pada KBBI, Ramadan dianggap sebagai bentuk kata yang baku, dan Ramadhan atau Romadhon bukanlah kata baku. Pasalnya, gabungan konsonan ‘dh’ memang tidak dikenal dalam bahasa Indonesia.

Dalam Bahasa Indonesia, Ramadan (Ra-ma-dan) artinya bulan ke -9 di tahun Hijriah yang berjumlah 29 atau 30 hari. Di bulan ini, umat Islam diwajibkan berpuasa.

Kata Ramadan berasal dari akar kata ramida (ar-ramad), artinya panas yang menyengat. Selain itu juga bisa diartikan sebagai ‘kehausan atau kekeringan. Dari akar kata ini, penggunaan kata Ramadan untuk mengindikasikan adanya sensasi panas ketika seseorang merasa kehausan.

Ada pula pendapat lainnya yang mengatakan bahwa penggunaan kata Ramadan karena di bulan itu dosa-dosa dihapuskan oleh segala amalan baik layaknya Matahari yang membakar tanah.

Meski demikian, Ramadan dalam KBBI tidak bisa disamakan artinya dengan Ramadan dalam bahasa Arab,  karena merupakan kata serapan dari Bahasa Arab yang menjadi kata baku dalam bahasa Indonesia. Bila kita menyamakan artinya, Ramadan dalam bahasa Arab berarti orang yang sakit mata atau kebutaan.

Tapi pada kenyataanya, penggunaan kata ‘Ramadhan’ lebih sering digunakan oleh masyarakat Indonesia dibandingkan ‘Ramadan’. Sebab, masyarakat cenderung menggunakan sistem transkripsinya dan bukan transliterasinya.

Transkripsi bahasa artinya pengalihan tuturan yang berwujud bunyi ke dalam bentuk penulisan. Oleh sebab itu, saat ini pemerintah dan media massa pun lebih sering menggunakan kata ‘Ramadhan’ untuk menyesuaikannya dengan penggunaan di masyarakat.

Nah, sekarang sudah tahu kan bagaimana penulisan yang tepat antara Romadhon, Ramadhan, atau Ramadan. Tetapi, mau pakai kata yang mana juga tidak jadi masalah kok. Tinggal kita menyesuaikannya saja dengan relevansi yang ada. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here