Trending

Cara Kerja Racun Arsenik, Viral untuk Habisi Satu Keluarga di Magelang

Advertisement

Belakangan ini, banyak orang mencari tahu tentang racun arsenik usai kabar viral yang menghebohkan publik.

Di mana, terkuak fakta bahwa racun satu ini merupakan penyebab satu keluarga di Malang tewas.

Lantas bagaimana arsenik mampu menghabisi nyawa seseorang? Berikut informasi selengkapnya untuk Anda.

Viral Racun Arsenik untuk Habisi Satu Keluarga di Magelang

Polisi menetapkan Dhio Daffa sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan berencana yang menewaskan orang tua dan kakaknya di Magelang.

Pembunuhan itu dia lakukan dengan cara memasukkan zat kimia berbahaya ke minuman teh dan kopi yang korbannya minum.

Advertisement

Berdasarkan keterangan dari kepolisian, rupanya Dhio Daffa sudah mencoba membunuh keluarga sampai dua kali.

Di aksinya pertama kali, dia memakai racun berjenis arsenik yang Dhio beli sebanyak 10 gram.

Kemudian Dhio mencampurkan racun tersebut ke dalam es dawet namun gagal.

Kegagalan pertama Dhio ternyata karena ia kurang banyak mencampurkan racun ke dalam minuman tersebut.

Pada aksi keduanya, Dhio pun memakai racun berjenis sianida dan mencampurkannya ke dalam teh hangat dan es kopi.

Ternyata upaya kedua tersebut berhasil menewaskan, ibu, ayah dan kakanya sendiri.

Menurut AKBP Mochammad Sajarod Zakun selaku Plt Kapolres Magelang, di lambung korban ternyata terdapat zat lain.

Adapun zat tersebut adalah zat yang tergolong sianida dan bukan hanya racun arsenik.

Selain itu menurut pengakuan kepolisian, pihaknya menemukan banyak kerusakan terutama di organ dalam tubuh para korban.

Rupanya kedua jenis racun itulah yang sampai membunuh satu keluarga di Magelang.

Bagaimana Arsenik Bisa Membunuh?

Sebagai informasi, senyawa arsenik adalah komponen alami yang berasal dari kerak bumi.

Senyawa tersebut biasanya ada di air, udara dan tanah dengan tingkat konsentrasi berbeda-beda di setiap tempat.

Tetapi arsenik sendiri paling kerap ditemukan pada air tanah.

Bukan hanya itu, arsenik juga terdapat di organisme hidup yang mengkonsumsi senyawa tersebut.

Contohnya saja pada kerang, ikan dan organisme lainnya.

Kendati demikian kadar racun arsenik yang ada di dalam hewan-hewan tersebut bisa terbilang cukup rendah.

Sebenarnya manusia juga menelan arsenik yang berasal dari makanan dan minuman setiap hari.

Berdasarkan jurnal penelitian, arsenik yang masuk ke dalam tubuh manusia berkisar 0,5 mg hingga 1 mg per satu harinya.

Adapun jumlah paparan arsenik yang bisa manusia dewasa terima sekitar 20 mg dan jika lebih dari itu maka bisa mengakibatkan keracunan.

Secara historis, arsenik terkenal dengan istilah raja racun dan racun dari para raja.

Hal ini lantaran popularitasnya di antara para penguasa yang secara diam-diam ingin menyingkirkan saingan mereka.

Untuk saat ini, keracunan arsenik lebih cenderung tak sengaja daripada sengaja.

Seseorang yang paling sering terpapar arsenik lewat air minum biasanya berada di daerah dengan kadar arsenik di dalam mineral bisa terlarut secara alami.

Sumber lain dari paparan arsenik yang secara tidak sengaja cukup banyak mulai dari kontak dengan tanah atau debu yang sudah terkontaminasi.

Selain itu kayu yang diawetkan dengan senyawa arsenik, ataupun makanan tertentu seperti sejumlah jus buah dan nasi berpotensi membuat orang terpapar arsenik.

Zat tersebut bisa membahayakan setiap organ yang ada di dalam tubuh manusia.

Untuk dosis besar bisa menyebabkan gejala termasuk dehidrasi, diare, muntah, syok, irama jantung abnormal.

Kondisi terparah dari dosis besar arsenik yaitu kegagalan multi organ tubuh yang pada akhirnya bisa berujung kematian.

Efek jangka panjang terhadap kadar arsenik yang tinggi di dalam air minum bisa terkait dengan kondisi medis , salah satunya adalah kanker.

Tak heran jika racun arsenik dan sianida bisa membunuh satu keluarga yang ada di Magelang tersebut.

Show More
Advertisement