PT Pan Brothers Didemo Ribuan Buruh

Reportasee.com – PT Pan Brothers pada Rabu tanggal 5 Mei kemarin mendapatkan demo dari ribuan karyawan yang bernaung di dalamnya. Ribuan buruh tersebut melakukan unjuk rasa persisi di depan pabrik.

Alamat pabrik berada di Desa Butuh Kabupaten Boyolali tepatnya di Kecamatan Mojosongo, Jawa Tengah. Alasan karyawan melakukan aksi unjuk rasa lantaran tidak puas akan kebijakan yang perusahaan terapkan.

Adapun aksi unjuk rasa yang buruh lakukan ini berlangsung secara spontan tanpa ada rencana sebelumnya. Pemicunya adalah ketidak puasan dari para buruh setelah mereka menerima pengumuman terkait cicilan gaji beserta THR.

Sampai-sampai seluruh buruh dari semua divisi yang ada di PT Pan Brothers turun langsung melakukan aksi demo. Pada awalnya, unjuk rasa berlangsung di dalam area pabrik. Namun tak lama kemudian, ribuan buruh ini keluar dan melanjutkan aksi demo di area luar pabrik.

Profil PT Pan Brothers

Sebelum membahas lebih dalam mengenai aksi demo, berikut profil dari PT Pan Brothers. Nama lengkap dari perusahaan ini adalah Pan Brothers Tex. Tanggal berdirinya adalah 21 Agustus 1980 silam.

Perusahaan ini merupakan usaha yang bergerak di bidang industri tekstil. Produksi utama yang mereka kerjakan adalah pakaian serta varian lainnya. Pertama kali berdiri di Tangerang Banten tanggal 21 Agustus 1980.

Perkembangan dari perusahaan kian bagus. Sehingga mereka secara berani membuat suatu penawaran sahamnya. Penawaran dari saham mereka pertama kali ada di BEI atau Bursa Efek Indonesia.

Sejak perusahaan ada di BEI di tanggal 16 Agustus 1990 silam, statusnya berubah menjadi bentuk usaha terbuka atau Tbk. 

Produk yang menjadi utama dari perusahaan antara lain pakaian rajutan, tenunan baik jaket maupun pakaian. Demi memenuhi permintaan pasar yang kian meningkat, membuat PT Pan Brothers membuka anak cabang di berbagai tempat.

Tempat yang menjadi wadah anak cabang perusahaan antara lain Boyolali, Tangerang, Sukabumi, dan Sragen. Produk buatan dari pabrik tak hanya melayani pasar dalam negeri semata. Bahkan mereka sudah mengekspor produk hingga ke luar negeri.

Beberapa negara yang menjadi destinasi ekspor antara lain Eropa, Jepang, Amerika Serikat, Australia, Canada dan masih banyak lainnya.

Di tahun 2011 silam, perusahaan membuka anak perusahaan dengan label PT Hollit Internasional. Berkat terjalinnya bentuk kerjasama ini, mereka mengharapkan terbentuk sinergi yang kuat. Bentuk sinergi kuat ini menjadi sebuah kelompok perusahaan di bidang tekstil Asia. Di masa depan, Pan Brothers mengharapkan perkembangan cepat sehingga menjadi perusahaan besar.

Tak hanya itu, perkembangan besar juga berbentuk keunikan bidang industry tekstil jangkauan global. Anak perusahaan lain yang mereka miliki adalah PT Panca Prima Ekabrothers.

Awal tahun 2011 perusahaan memnuka cabangnya sampai ke Asia. Beberapa negara tetangga menjadi tempat kantor cabang antara lain Singapura, Taiwan beserta Hongkong. Tetapi di kantor cabang, mereka hanya melayani transaksi barang saja. Jumlah karyawan PT Pan Brothers mencapai 21.500 orang.

Ribuan Buruh Perusahaan Melakukan Unjuk Rasa

Buruh PT Pan Brothers yang melakukan unjuk rasa di depan pabrik tentu bukan tanpa alasan. Demo yang berlangsung tanggal 5 Mei ini menuntut pihak manajemen perusahaan. Ribuan buruh menuntut perusahaan tetap membayar gaji mereka secara penuh tanpa adanya potongan dan langsung alias tidak manajemen cicil.

Pasalnya berdasarkan keterangan salah satu karyawan perusahaan, ia menyebutkan alasan demo. Mereka tidak puas dengan perusahaan yang membayar gaji secara cicil sampai dua kali.

Setelah mereka mendapatkan pengumuman gaji yang perusahaan bayarkan dua kali, langsung saja aksi unjuk rasa terjadi. Angsuran dari gaji yang akan perusahaan berikan yaitu di tanggal 5 Mei dan berlanjut di tanggal 10 Mei ke depan. Tak itu saja, beredar juga informasi bahwa pembayaran THR pula perusahaan cicil.

Para buruh yang melakukan aksi berkumpul di depan pabrik pun mendapatkan pengamanan dari pihak terkait. Petugas Polres serta Kodim 0724 Boyolalu menjadi pihak pengamanan aksi demo.

Dinkopnaker atau Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja di Kabupaten Boyolali pun turun tangan. Pihaknya turut serta meredam aksi ribuan buruh yang demo di depan PT Pan Brothers Boyolali ini.

M Syawaludin selaku kepala Dinkopnaker di Kabupaten Boyolali menjelaskan terjadinya demo. Ia mengatakan terjadi perselisihan di antara manajemen dan pekerja perusahaan mengenai pembayaran gaji untuk buruh.

Sama seperti karyawan, M Syawaludin juga mengatakan alasan ribuan buruh melakukan aksi demo karena ketidak puasan cicilan gaji. Saat ini, pihak Dinkopnaker di Boyolali masih mengupayakan peredaman aksi buruh.

Yaitu pihaknya tengah melakukan upaya mediasi demi meredam buruh bertindak aaarkis. M Syawaludin juga mengatakan pihaknya sedang melakukan negosiasi dengan manajemen dari perusahaan. Tak hanya itu, M Syawaludin juga menjelaskan alasan perusahaan melakukan kebijakan tersebut.

Sebabnya adalah keuangan dari perusahaan PT Pan Brothers sedang terganggu. Sehingga kebijakan cicilan gaji buruh pun mereka keluarkan. Syawaludin menambahkan pihaknya selaku perwakilan dari pemerintah meminta pihak perusahaan membayar gaji para pekerja sesuai jadwal dan seperti biasanya.

Perusahaan Mengkonfirmasi Demo Pekerja

Pada akhirnya, pihak perusahaan Emiten tekstil yakni PT Pan Brothers melakukan konfirmasi terkait aksi para pekerjanya. Mereka menginfirmasi unjuk rasa yang terjadi di pabrik Jawa Tengah tepatnya daerah Boyolali tanggal 5 Mei di hari Rabu kemarin.

Keterangan yang manajemen perusahaan sampaikan, mereka menjelaskan sebab dari adanya unjuk tasa tersebut. Sumber dari aksi demontrasi yaitu kesalah pahaman dari penerima info. Pihak penerima informasi rupanya memberikan info salah paham ke para pekerja. Sehingga berakibat muncuknya berita simpang siur di berbagai media.

Kronologis yang terjadi bermula di hari Rabu pagi. Pihak manajemen PT Pan Brothers melakukan pengumuman secara lisan kepada semua karyawan maupun karyawati. Isi pengumuman tersebut adalah  kondisi cash flow atau arus kas perusahaan sedang agak ketat. Hal ini sehubungan dengan pemotongan bilateral atau modal kerja yang berasal dari pihak perbankan.

Oleh karena itulah tersisa 10 persen dari keadaan sebelumnya. Sisa 10 persen ini berarti fasilitas bidang bilateral asal perbankan. Sehingga berakibat terganggunya arus kas perusahaan. Keterangan ini merupakan pengumuman resmi yang pihak manajemen PBRX sampaikan di tanggal 6 Mei 2021.

Demi menjaga kelangsungan kegiatan pabrik tanpa adanya pengurangn tenaga kerja, perusahaan perlu melakukan upaya. Yaitu berupa pembagian arus dana pembayaran kepada supplier serta pihak lain. Termasuk salah satunya adalah membayar THR atau Tunjangan Hari Raya kepada pekerja dengan bertahap.

Manajeman PT Pan Brothers mengatakan THR akan mereka bayarkan dengan bertahap dalam 5 kali pembayaran. Jika keberadaan likuiditas ada di mana perbankan mengaktifkan kembali fasilitas perusahaan maka pembayaran THR secara otomatis mengalami percepatan. Sehingga pemberian THR aka mereka selesaikan paling lambat di bulan September 2021.

Berikut penjelasan yang PT Pan Brothers sampaikan kepada para karyawannya. Bahkan pertanggal 6 Mei 2021 yaitu hari ini, pabrik sudah beroperasi secara normal.

Ikuti update informasi seputar berita terbaru dari Reportasee.com di Google News!