Viral di Twitter, Ini Bedanya Profesi Enumerator dan Surveyor

Advertisement

Belum lama ini warganet heboh dengan kemunculan sebuah twit atau utas dari salah satu akun di Twitter yang membahas terkait profesi enumerator.

Cuitan tentang Enumerator ini mulanya ada dalam unggahan pengguna Twitter yang bernama Dhinia Eka dan menjadikannya viral.

Dalam cuitan tersebut, Dhinia menuturkan para enumerator yang mundur dari pekerjaannya karena ada pemotongan honor sampai 80%.

Sebelum adanya pemotongan honor, pengunggah cuitan itu mengaku gaji yang ia terima termasuk normal.

Di samping itu, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko rupanya menyangkal informasi yang sudah tersebar di sosial media tersebut.

Advertisement

Karena menjadi viral, apakah itu sebenarnya profesi enumerator?

Mengenal Profesi Enumerator

Menyadur Study, enumerator atau yang lebih dikenal sebagai peneliti survey akan melakukan studi atas nama suatu institusi penelitian.

Sebagai bagian dari tim yang akan melakukan riset, enumerator harus dapat mendokumentasikan data dengan lebih tepat.

Kelak data yang sudah enumerator analisis akan dirangkum lalu mempresentasikan pada pihak penyelenggara penelitian dan masyarakat luas.

Enumerator juga akan melaksanakan penelitian yang berdasarkan latar belakang pendidikan mereka masing-masing.

Walaupun begitu, enumerator yang andal harus bisa menjalankan riset dari bermacam bidang berbeda.

Dalam proses kerjanya, mereka nantinya memulai dengan meninjau latar belakang sebuah penelitian serta mempersiapkan rute pengambilan data efisien.

Kendati demikian profesi enumerator kerap orang anggap sama dengan surveyor lantaran sama-sama melakukan survey.

Padahal kedua profesi itu mempunyai sejumlah perbedaan yang mencolok.

Agar tidak tertukar lagi, di bawah ini adalah perbedaan antara enumerator dan surveyor yang sedang viral.

1.       Objek Data

Perbedaan pertama adalah objek survei yang mana objek survei bagi seorang enumerator adalah manusia.

Pasalnya dia akan mengumpulkan data tentang umur, alamat, agama, status pernikahan sampai tingkat pendapatan.

Sementara itu objek data surveyor yaitu sebuah tanah atau wilayah yang akan mengoleksi data tentang jarak sampai tingkat ketinggian tanah.

2.       Skill

Seorang enumerator memerlukan seseorang yang mempunyai skills pengorganisasian serta sosial cukup tinggi.

Hal tersebut bertujuan agar bisa bisa berkomunikasi dengan orang yang akan ia survei atau wawancara.

Sedangkan seorang surveyor memerlukan skill teknik yang cukup baik seperti pengetahuan tentang banguann dan konstruksi.

3.       Kerja Sama

Umumnya seorang enumerator juga akan bekerja sama dengan stakeholder perusahaan maupun lembaga pemerintah.

Berbeda dengan surveyor yang akan bekerja sama dengan manajer konstruksi, arsitek sampai kartografer.

4.       Urusan Dengan Pihak Hukum

Pekerjaan enumerator sehari-hari tak akan beririsan dengan peraturan hukum.

Pasalnya dia akan berfokus dalam mengoleksi data yang perusahaan perlukan atau lembaga pemerintahan.

Sedangkan untuk surveyor bisa mengurus hal-hal yang berkaitan dengan hukum terlebih dalam mengurus surat tanah maupun izin pembangunan.

Tanggung Jawab Seorang Enumerator

Tugas utama dari seorang enumerator adalah membuat data untuk kebutuhan penelitian.

Tetapi bukan itu saja tugas dari enumerator sebab tak jarang mereka harus membuat pengecualian serta mengerjakan sejumlah pekerjaan.

Adapun tugas dari seorang enumerator antara lain:

– Membuat pernyataan terkait inti permasalahan riset.

– Memimpin proses wawancara bersama dengan para narasumber.

– Membuat suatu terms of reference untuk kebutuhan riset.

– Ikut serta focus group discussion mengenai topik penelitian.

– Membantu pihak tim penelitian untuk kebutuhan analisa serta penyaringan hasil.

– Menyerahkan tugas yang sudah selesai kepada pemimpin penelitian.

– Meninjau data kembali dari wawancara untuk memeriksa kelengkapan serta akurasi riset.

Itulah informasi tentang profesi enumerator yang kini tengah viral di sosial media terkait bayarannya.

Show More
Advertisement