Pria Tegal ini Sulap Sampah jadi BBM

0
82
Sulap Sampah jadi BBM
Foto : Ilustrasi

JATENG,- Seorang sopir ambulans di Kota Tegal mampu ‘menyulap’ sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM).

Tumpukan sampah yang diperolehnya dari Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) itu berhasil diubah menjadi BBM oleh Hutomo (40), warga Kelurahan Panggung, Kota Tegal.

Kerennya lagi, BBM yang dihasilkan dari alat destilasi plastik ciptaannya tersebut sudah dapat digunakan untuk mesin diesel dan sepeda motor.

Perangkat sederhana buatannya tersebut mampu mengubah sampah-sampah plastik menjadi solar, premium, hingga minyak tanah.

Hutomo mengungkapkan, ide pembuatan alat ini berawal dari keprihatinannya terhadap kondisi sampah yang menumpuk di TPST. Dari situlah munculnya ide untuk membuat alat yang dapat mengubah sampah plastik menjadi sesuatu yang berguna.

Dari ide itu, dia berusaha mencari informasi lewat internet dan menemukan ide untuk membuat alat yang dapat mengubah sampah menjadi BBM.

“Selanjutnya, selama beberapa bulan Saya sering menggali informasi hingga terciptalah alat tersebut. Tetapi pertama kali dicoba, alat itu tidak langsung berhasil,” kata Hutomo.

Namun, kegagalan tersebut tidak membuat Ia menyerah. Beberapa kali percobaan terus dilakukannya hingga alat yang sesuai dengan harapannya itu berhasil dibuat.

“Ini baru ada sekitar satu bulan alatnya dibuat. Dan sudah diuji coba,” lanjutnya.

Alat

Diungkapkannya, alat ciptaan Hutomo itu mampu melebur plastik 5 kg menjadi 2 liter solar, 1 liter premium, dan 1 liter minyak tanah. Jumlah BBM yang dihasilkan bergantung dengan jenis plastik yang diproses.

“Misalnya, kalau platik jenis PP akan lebih banyak premiumnya. Jadi, bergantung dengan bahan plastiknya,” terangnya.

Hutomo menyebutkan, hasil penyulingan dari alat tersebut sudah diujicoba pada mesin. Untuk premium sudah coba digunakan untuk sepeda motor, sementara untuk solar sudah diujicoba pada mesin pencacah sampah.

“Selama digunakan, belum pernah ada kendala pada mesin,” tambahnya.

Heru Sukoco selaku Lurah Panggung mengutarakan dengan temuan semacam ini, pihaknya sangat mendukung dan ke depannya pihak Kelurahan akan mendorong untuk dilakukan uji oleh instansi terkait.

“Di samping itu, kita harapkan nantinya TPST yang lain juga bisa menerapkan hal yang sama,” kata Heru. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here