PPDB Sistem Zonasi di Surabaya Diprotes Wali Siswa

0
83
PPDB Sistem Zonasi di Surabaya Diprotes Wali Siswa
Foto : Aksi Demonstrasi Menolak PPDB Sistem Zonasi

PENDIDIKAN,- PPDB Sistem Zonasi. Sejumlah wali murid keluhkan aturan baru tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sistem Zonasi 2019 di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (19/06/2019).

Mengutip dari Kabarjatim, Rabu (19/06/2019), ratusan emak-emak yang mendominasi aksi demonstrasi mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk segera menghapus aturan tersebut.

Mereka menilai bahwa PPDB Sistem Zonasi terkesan amburadul. Mereka berorasi dengan kompak sambil meneriakkan “Hapus Zonasi” berulang kali. Pada aksinya, mereka juga mengibarkan spanduk bertema “Hapus PPDB Sistem Zonasi”.

Sistem Zonasi itu dianggap tidak cukup layak untuk diterapkan. Ha itu mengingat tidak adanya kesetaraan antara siswa yang mampu dan yang kurang mampu. Salah satu contoh siswa yang berprestasi di sekolah terdahulu. Mereka tidak kan bisa masuk ke sekolah terfavorit lantaran tidak terjaring zona daerah.

Menurut peserta aksi, ini merupakan hal yang patut dipertimbangkan, baik oleh Pemprov Jawa Timur, Mendikbud dan pihak yang terkait.

“Kami ingin aturan baru ini segera dihapus. Karena Sistem Zonasi bukan jalan terbaik, melainkan pendidikan akan semakin merosot,” Kata Sumarni, seorang wali murid ketika berorasi.

Sumarni juga menambahkan, para siswa di masa depan tidak akan mudah mencari ilmu yang layak bila aturan ini masih berlaku.

Kebijakan Baru

Secara resmi, PPDB Sistem Zonasi adalah kebijakan baru yang diberlakukan pemerintah pusat dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

Sesuai dengan hasil rapat paripurna, aturan baru ini hanya berlaku untuk beberapa tahun kedepan. Masih belum bisa dipastikan apakah aturan ini tetap berlaku atau kembali pada aturan sebelumnya.

Meski begitu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur diminta untuk mengurungkan aturan baru tersebut demi kemajuan generasi penerus bangsa, khususnya di Jawa Timur.

Luntang Lantung

Sementara wali murid yang lain, Teguh Priatmoko, menegaskan bahwa aksi demonstrasi tersebut tidak direncanakan, melainkan secara spontan. Ia mengaku bahwa PPDB Sistem Zonasi membuat para wali murid resah dan gelisah.

“Kami hanya ingin suatu kepastian apakah para siswa bisa lolos sistem tersebut. Pasalnya masih belum ada jawaban mereka diterima atau tidak,” ujar Teguh. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here