Pijat Plus-Plus di Tasikmalaya, ADH Diperiksa Polisi

0
489
Pijat Plus-plus di Tasikmalaya
Polisi memasang Police Line di kamar Kos yang ditempati ADH. Foto : (Radar Tasikmalaya)

Reportasee.comDiduga Layani Pijat Plus-Plus di Tasikmalaya, ADH Diperiksa Polisi. ADH (26), warga Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, diperiksa polisi di Mapolresta Tasikmalaya, Selasa (20/08/2019).

Pemeriksaan Polisi dilakukan karena ADH diduga menyediakan praktek layanan jasa pijat plus-plus.

Aep Saepulloh (27), rekan kos ADH, dilansir dari Radar Tasikmalaya, Rabu (21/08/2019), membantah jika ADH membuka praktek jasa pijat plus-plus di Tasikmalaya.

Aep mengaku seringkali melihat bagaimana ADH melayani konsumen.

Layani Pijat Khusus Pria

Menurut Aep, selama ini ADH hanya melayani pijat khusus para pria. Dengan kata lain, ADH tidak pernah memberikan layanan pijat kepada wania. ADH layaknya penyedia jasa pijat pada umumnya.    

Baca : Jelang HUT ke 3, Nmax Riders Tasikmalaya Gelar Baksos

Diakui Aep, ADH memang menawarkan jasa pijat melalui akun jejaring sosial media, Facebook. Terkait unggahan gambar pijat tanpa busana, gambar itu didapatkan ADH dari internet.  

Aep mengaku sudah berteman dengan ADH selama hampir 6 tahun. Aep dan ADH tinggal dalam satu atap rumah kos.

Aep menegaskan, dirinya mengenal bagaimana kepribadian ADH yang diduga melayani jasa pijat plus-plus di Tasikmalaya.

Pada kesempatan itu, Aep mengaku sangat merasa iba karena kondisi ADH yang memiliki pendapatan tidak tetap.

Menurutnya, ADH mengandalkan pendapatan dari jasa memijat untuk menghidupi dirinya dan neneknya.   

Ditemui terpisah, Ebah (74), nenek ADH, menegaskan bahwa sang cucu adalah tukang pijat biasa saja.

Menurut dia, pijat merupakan keahlian satu-satunya ADH. Terlebih, banyak di kampung halamannya yang menjadi konsumen jasa ADH.  

Baca : HUT ke 3 Nmax Riders Tasikmalaya Digelar di Pangandaran

Menurut sang nenek, ADH adalah seorang pemuda putus sekolah. ADH hanya mengenyam pendidikan sampai usia sekolah dasar (SD).

ADH juga merupakan anak tunggal, ayahnya sudah meninggal, sedangkan ibunya sudah menikah lagi.   

Tawarkan Jasa Pijat Lewat Sosmed

Informasi yang berhasil dihimpun Reportasee.com, ADH menawarkan layanan jasa pijat melalui akun facebooknya.

Praktek layanan pijat plus-plus di Tasikmalaya yang ditawarkan ADH bisa dilakukan di kos atau di tempat pasien.

Namun pada salah satu unggahannya, ADH melampirkan gambar dan kata-kata yang menjurus ke arah asusila.  

Akibat unggahan tersebut, ADH kemudian dijemput polisi dari kamar kosnya, di wilayah Cieunteng, Kelurahan Sukarame, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya.

Ketua RW setempat, Ajat Sudrajat, meminta kepolisian mengungkap kebenaran yang terjadi.

Pasalnya, saat ini di lingkungan setempat sudah beredar banyak asumsi terkait informasi layanan pijat yang dijalankan ADH.  

Kapolresta Tasikmalaya, AKBP Febry Kurniawan Ma’ruf SIK SH, menuturkan, pihaknya masih mendalami informasi soal benar dan tidaknya layanan pijat plus-plus di Tasikmalaya yang ditawarkan ADH. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.