Pesta Pernikahan Siswa SMP di Bulukumba Viral, Ini Bahayanya!

Advertisement

Beberapa waktu lalu, viral adanya pernikahan siswa SMP yang menghebohkan warganet pengguna sosial media.

Pasalnya, pernikahan anak di bawah umur apalagi baru menginjak bangku sekolah menengah mendatangkan banyak bahaya.

Namun, di Indonesia sudah sering terjadi pernikahan anak di bawah umur dengan berbagai alasan.

Viral Pesta Pernikahan Siswa SMP di Bulukumba

Terbaru, viral di sosial media sepasang kekasih yang masih anak kecil namun sudah melangsungkan pernikahan.

Sejoli yang kabarnya masih duduk di bangku SMP tersebut sudah sah menjadi sepasang suami istri setelah melaksanakan resepsi pernikahan.

Advertisement

Bahkan pasangan kekasih tersebut sampai mengenakan baju adat pengantin.

Berdasarkan informasi yang beredar, pernikahan itu terjadi di kawasan Kabupaten Bulukumba tepatnya Sulsel atau Sulawesi Selatan.

Kabarnya, pernikahan itu terjadi di Kelurahan Borong Rappoa, Kec. Kindang, Bulukumba pada hari Minggu 18 Desember 2022 lalu.

Dalam video yang tersebar, mempelai dalam pernikahan siswa SMP ini sedang mengenakan pakaian adat pengantin Bugis.

Keduanya juga terlihat didampingi oleh indo botting atau perias pengantin.

Mempelai tersebut juga tampak Bahagia dan santai bahkan sesekali mengumbar senyumannya.

Kemudian, di dalam cuplikan video yang beredar lainnya, kedua mempelai itu mengaku sudah lama menjalin hubungan.

Karena itulah, sepasang kekasih bocah ini pun memutuskan untuk menuju ke jenjang hubungan yang lebih serius.

Mereka mengatakan bahwa sudah menjalin hubungan asmara selama 8 bulan.

Pemerintah Setempat Turun Tangan

Menyikapi pernikahan yang viral tersebut, pihak Pemerintah Kabupaten Bulukumba pun sampai turun tangan.

Di mana pihaknya sudah mengedukasi sejoli suami istri yang masih bocah tersebut.

Lewat DP2KBP3A Kabupaten Bulukumba, pihaknya menerangkan sudah menemui kedua sejoli viral tersebut untuk memberikan edukasi.

Irmayanti mengaku bahwa ia sudah memberikan edukasi kepada kedua pengantin dengan memberikan pemahaman agar pasangan bocah itu menunda kehamilan.

Ia menjelaskan bahwa pengantin perempuan yaitu PT baru berusia 15 tahun, sedangkan mempelai prianya yaitu AI 12 tahun.

Walaupun begitu, Irmayanti menegaskan bahwa pihaknya juga meminta kepada keluarga bocah tersebut untuk memperhatikan pendidikannya.

Bahaya Pernikahan di Usia Dini

Viralnya pernikahan siswa SMP di Bulukumba seharusnya perlu dibarengi dengan pemahaman terkait hubungan pernikahan.

Pasalnya, ada banyak bahaya pernikahan dini dari sisi Kesehatan yang perlu Anda ketahui.

Dengan begitu, siapa saja bisa lebih memahami perlunya batasan usia minimum dalam sebuah pernikahan.

Berikut ini ada beberapa bahaya dari pernikahan di bawah umum yang wajib Anda waspadai.

1. Bisa Menyebabkan Gangguan Psikologis

Menikah ketika belum cukup umur bisa meningkatkan risiko terjadinya depresi dan isolasi atau kesepian.

Pada kasus pernikahan di bawah umur, mempelai wanita biasanya akan menikah dengan mengikuti sang suami.

Selain itu, Wanita akan memulai peran sebagai seorang ibu rumah tangga, sebagai istri dan ibu.

Lokasi yang berjauhan bisa memicu timbulnya depresi terutama bagi para wanita.

2. Merenggung Masa kanak-Kanak

Pernikahan yang terjadi di bawah umur juga bisa merenggut masa kecil sang pengantin.

Padahal, masa kecil adalah saat-saat yang tak bisa terulang lagi sampai kapan pun.

Bukan itu saja, pernikahan di bawah umur juga mengurangi kesempatan untuk menyelesaikan kewajiban Pendidikan.

Bahkan bocah tersebut juga tak dapat membangun persahabatan bersama teman-teman sebayanya.

3. Meningkatnya Risiko Kekerasan Seksual

Para wanita yang menikah di bawah umur lebih cenderung mengalami kekerasan seksual dari pasangan.

Hal ini terjadi karena kurangnya pendidikan dan pengetahuan serta belum pernah melakukan aktivitas tersebut.

Walaupun awalnya pernikahan di bawah umur bertujuan untuk melindungi dari kekerasan seksual, nyatanya kondisi tersebut justru terjadi sebaliknya.

Diharapkan kasus pernikahan siswa SMP yang viral di Bulukumba tak terjadi lagi.

Show More
Advertisement