32 C
Indonesia
Rabu, September 22, 2021
BerandaBeritaPerkebunan Kelapa Sawit, Langkah Memulai Bisnis!

Perkebunan Kelapa Sawit, Langkah Memulai Bisnis!

Langkah-Langkah Penting Dalam Memulai Usaha Perkebunan Kelapa Sawit. Saat ini, harga kelapa sawit memang sangat jauh menurun daripada beberapa tahun yang lalu. Hal ini menyebabkan banyak pelaku usaha perkebunan sawit merasa kecewa. Dulunya, hasil panen kelapa sawit mampu menopang segala kebutuhan hidup mereka. Bahkan cenderung berlebih dan bisa anda tabung atau Anda manfaatkan untuk membuka peluang usaha baru.

Jika Anda memiliki lahan luas berhektar-hektar, Anda boleh mencoba usaha ini dengan harapan positif jika beberapa tahun kemudian pohon Anda sudah mulai panen. Harga yang ada di pasaran sudah melonjak tinggi. Sebelum memulai usaha ini, Anda harus memiliki lahan yang memenuhi syarat agar kelapa sawit dapat tumbuh dan berbuah dengan baik.

Syarat Tumbuh

Syarat tumbuh pohon ini diantaranya adalah memiliki ph tanah sebesar 4.0 – 6.5. Tanahnya subur dan gembur. Curah hujan di lahan tersebut berkisar 2.500 – 3.000 mm per tahun. Hujan yang turun merata setiap tahunnya. Suhu lingkungan lahan tersebut antara 25 – 27°C dan di sinari matahari selama 5 – 7 jam per hari.

Jika lahan Anda memiliki semua kriteria syarat tumbuh, maka hasil yang Anda capai akan lebih optimal.

Bibit

Bibit ungul untuk perkebunan kelapa sawit dapat Anda peroleh melalui lembaga pemerintah atau toko pertanian terdekat di kota Anda. Ciri-ciri bibit kelapa sawit unggul adalah sebagai berikut. Dari segi tunas, bibit yang bagus memiliki warna yang putih bersih dan memiliki mata tunas yang terlihat normal. Jika berwarna kecoklatan atau kehitaman sebaiknya jangan Anda beli.

Dari segi daun, bibit yang baik akan memiliki daun yang melebar, tidak menggulung, ataupun kusut. Tempurung pada bibit unggul berwarna hitam dan tidak memiliki kerusakan atau keretakan. Pilih bibit yang memiliki akar hanya sekitar 2 sampai 3 cm. Akar yang tidak terlalu panjang mencerminkan kualitas bibit yang baik.

Perhatikan warna akar karena bibit unggul memiliki calon akar dengan warna kekuning-kuningan mendekati hijau. Tinggalkan akar yang kering dan tidak terlihat segar. Batang sawit yang pendek dan gemuk merupakan bibit yang unggul karena cenderung lebih kuat daru batang yang tinggi dan kurus. Batang yang bagus berukuran dua sampai tiga meter. Ciri-ciri bibit unggul di atas berlaku pada jenis bibit kelapa sawit apa saja.

Pola dan Jarak Tanam

Anda harus menyesuaikan pola tanam pohon pada perkebunan kelapa sawit Anda dengan area perkebunan Anda, apakah berbentuk datar, bergelombang, atau berbukit. Untuk jarak tanam, Anda perlu memperkirakannya dengan tepat.

Waktu Tanam

Tidak ada waktu menanam khusus untuk kelapa sawit. Jika Anda sudah memiliki benih yang siap tanam dan lahan yang cukup, Anda sudah bisa menanamnya kapan saja Anda inginkan.

Pemeliharaan

Anda bisa melakukan penyulaman jika mendapati bibit yang berusia 10 sampai 14 bulan tidak tumbuh secara normal, terkena penyakit, atau mati. Anda harus mengendalikan gulma yang tumbuh di pohon karena gulma mengambil makanan pokok dan nutrisi pada tanaman sawit. Jika anda biarkan, pertumbuhan pohon tidak akan maksimal.

perkebunan kelapa sawit
Foto : global planet news

Selanjutnya, Anda harus melakukan pemupukan secara rutin. Anda perlu menyesuaikan waktu pupuk dengan usia pohon tersebut. Ini akan berpengaruh pada dosis dan jenis pupuk yang Anda butuhkan.

Panen

Buah kelapa sawit bisa dipanen ketika usia pohon sudah berkisar 31 bulan. Anda perlu berhati-hati dalam memanen buahnya. Panenlah buah yang sudah layak panen. Jika tidak, hal tersebut akan berpengaruh pada kualitas buah selanjutnya.

Demikian rincian proses yang bisa Anda persiapkan dalam merintis usaha perkebunan kelapa sawit. Semoga bermanfaat dan nantinya bisa panen buah yang berlimpah.

Berita Terkait
- Advertisment -

TERPOPULER