Penyebaran dan Penularan Virus Corona Paling Sering Terjadi

0
311
Penularan Corona yang Paling Sering Terjadi

Reportasee.com – Penyebaran dan Penularan Virus Corona Paling Sering Terjadi. Saat ini wabah virus corona telah menggemparkan seluruh dunia karena penyebarannya sangat pesat dan cepat.

Berikut ini beberapa cara penyebaran dan penularan virus corona yang paling sering terjadi.

Lewat Udara Sekitar yang Terkontaminasi

Baru-baru ini penelitian yang sudah terbit dalam The New England Journal of Medicine yang berisi paparan ilmuwan mengenai udara bisa menyebarkan virus corona atau biasa disebut covid 19.

Udara merupakan partikal yang lebih kecil, dan mikroskopis. Serta partikel udara sendiri memiliki kemampuan bertahan di udara cukup lama bahkan mampu menempuh jarak yang jauh.

Hal inilah yang kemudian mudah dihirup oleh paru-paru manusia. Sehingga lewat udara inilah cara penularan virus corona yang paling sering terjadi khususnya untuk tenaga medis.

Walaupun kenyataannya Anda sulit menemukan partikel udara serta peluang infeksinya rendah sekali. Ruang pergerakan virus di udara pun bebas karena sifatnya menempati ruang.

Dengan demikian untuk saat ini memang banyak anjuran mengenai penggunaan masker. Salah satu manfaatnya adalah agar virus corona tidak bisa masuk ke jalur pernafasan manusia, karena sangat beresiko terhadap paru-paru.

Mengingat manusia lebih banyak bergantung pada udara sehingga perlu mawas diri tentang hal ini.

Kontak Langsung dengan Pasien Positif Corona

Hal yang paling sering terjadi berikutnya adalah kontak langsung dengan pasien positif corona.

Sedikit berhubungan dengan cara sebelumnya, karena udara membawa virus secara langsung sehingga dengan kontak secara langsung lebih memudahkan covid 19 untuk tersebar.

Mengingat virus ini cenderung memiliki protein yang saling berikatan untuk menempel pada inang.

Hal inilah penyebab banyaknya himbauan saat ini mengenai social distancing dimana orang-orang dianjurkan berjaga jarak agar mengurangi kegiatan sosial, kumpul-kumpul dan kegiatan lainnya yang melibatkan banyak hal.

Bahkan tidak jarang polisi ikut andil mengamankan warga yang membandel. Melalui cara ini pemerintah berharap dapat mengurangi laju penyebaran covid 19 di Indonesia.

Selain itu perlunya Anda menghindari kontak fisik secara langsung adalah, tidak semua orang yang terkena paparan virus corona atau covid 19 ini mengalami gejala-gejala penularan.

Tidak jarang orang tersebut sehat namun telah terpapar virus sehingga orang tersebut tidak akan sadar apabila membawa dan menyebarkan vius corona dimanapun keberadaanya.

Maka dari itu Anda perlu mematuhi kebijakan pemerintah, stop melakukan kegiatan sosial jika bukan dimulai dari diri sendiri dari mana lagi.

Lewat Fasilitas Umum

Cara penularan virus corona yang paling sering terjadi yang terakhir adalah lewat fasilitas umum.  

Hal ini sering terjadi mengingat fasilitas umum adalah alat yang memakai kontak fisik secara langsung. Sehingga tidak jarang saat ini banyak fasilitas umum yang dibatasi penggunaannya.

Misalnya saja penggunaan busway trans Jakarta yang semula berisi 60 orang sekarang maksimal diisi 30 orang, selain itu di berbagai daerah sudah dilakukan penyemprotan desinfektan untuk mensterilkan berbagai fasilitas umum.

Penyebaran Virus Corona dan Bahanya

Baru-baru ini, dunia sedang dihebohkan dengan adanya virus asal China yang sudah menjangkit ratusan orang bahkan sudah mulai menyebar ke berbagai negara tetangga.  

Virus tersebut disebut virus Corona. Virus ini disinyalir berasal dari hewan yang banyak dijual di pasar di Wuhan, Cina.

Penyebaran virus corona ini sangat mudah sehingga tidak heran banyak orang yang terlurar dalam waktu singkat.

Begini Virus Corona Menular dan Menyebar

Menurut penelitian, virus corona bisa tersebar dengan cepat apalagi jika orang mengalami sentuhan atau kontak langsung dengan penderita.

Selain itu, yang lebih cepat menyebabkan virus corona tersebar jika melalui batuk atau bersin sehingga terbawa udara.

Udara dengan virus corona itu sangat mudah terhirup oleh hidung maupun mulut manusia lain dan langsung menyebabkan penyakit di area pernapasan.

Seperti yang Anda ketahui bahwa virus corona merupakan virus yang menyerang pernapasan manusia yang bisa merusak fungsi paru-paru atau yang disebut sebagai Pneunomia.

Hingga kini, jumlah partikel virus corona yang bisa menyebabkan penyebaran sendiri belum diketahui.

Pun belum ada hasil mengenai berapa lama waktu partikel virus corona hidup dalam udara.

Gejala Virus Corona

Menurut seorang pakar kesehatan, virus corona memiliki gejala yang hampir sama dengan virus yang menyerang pernapasan.

Seperti ditandai dengan flu, batuk, yang jika mulai parah akan menyebabkan demam dan radang tenggorokan. Jika sudah sampai ke saluran napas, bisa menyebabkan bronchitis.

Menurut Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan, Diah Handayani, jika sudah masuk ke dalam pernapasan, bisa disertai dengan infeksi virus ke organ lain, yaitu diare.

Namun, ada beberapa pasien yang bahkan tidak menampakkan tanda-tanda terkena virus corona. Ini bisa dikatakan lebih aman karena tidak menyebarkan virus.

Bahaya dan Pencegahan dari Virus Corona  

Yang menyebabkan bahaya dari virus corona ini adalah, karena sampai tulisan ini dikeluarkan, itu belum ada penangkalan atau obatnya.

Saat ini, yang bisa dilakukan untuk tidak menyebarkan penyakit ini menyebar adalah dengan menjaga dan rajin membersihkan diri.

Salah satunya adalah dengan rajin mencuci tangan, sekalipun tangan tidak terasa kotor.

Sangat disarankan untuk mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun sebelum makan, sehabis keluar dari kamar mandi, setelah bersin atau batuk, dan setelah merawat teman atau keluarga yang sedang sakit.

Selain mencuci tangan dengan sabun setidaknya selama 20 detik, menggunakan hand sanitizer dengan kadar alkohol 60 persen juga bisa menjadi andalan.

Penyebaran virus corona memang tampak sangat mengerikan, tapi tetap perlu diyakini bahwa tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya.

Tetap hidup bersih, makan makanan sehat dan rajin olahraga akan membantu untuk tetap sehat. Itulah Penyebaran dan Penularan Virus Corona Paling Sering Terjadi.

Virus Sejenis Virus Corona

Baru-baru ini, dunia digemparkan dengan datangnya virus baru yakni virus corona. Novel coronavirus atau 2019-nCoV adalah salah satu jenis virus pendatang baru yang pertama kali mewabah di Wuhan, China.

Virus ini menyerang bagian paru-paru manusia dan berpotensi menyebabkan kematian.

Ternyata, sebelum 2019-nCoV datang, ada virus sejenis virus corona pernah menggemparkan dunia.

Ingin tahu siapa saja kakek dan nenek virus corona? Yuk simak info penting berikut ini.

Flu Burung atau H5N1

Virus yang satu ini adalah sejenis virus influenza yang ditularkan oleh unggas. Wabah flu burung pertama kali ditemukan pada tahun 1878 di Italia.

Namun, eksistensinya baru terlihat setelah menyerang sebuah peternakan ayam di Amerika Serikat pada tahun 1924-1925.

Hingga pada tahun 1997, flu burung mulai menjangkit unggas yang ada di Hongkong.

Dua bulan selang virus ini datang ke Hongkong, seorang anak laki-laki yang berusia 3 tahun meninggal akibat terjangkit Flu burung.

Dengan kejadia tersebut, pemerintah hongkong membinasakan sekitar 1,5 juta unggas pada Desember 1997.

Ebola

Virus sejenis virus corona adalah ebola. Sebelum virus corona datang menggemparkan dunia, ebola sudah lebih dulu datang ke dunia dengan menjadi salah satu virus paling mematikan yang pernah ada.

Virus ebola sangatlah mematikan dan gampang menular. 90% pasien yang terinfeksi ebola dikatakan memiliki kemungkinan bertahan hidup yang rendah.

Virus ebola menjadi sangat mematikan karena jika virus ini sudah masuk dalam tubuh seseorang.

Sel darah merah akan menggumpal dan pada akhirnya menghambat aliran darah menuju organ lain.

Jika salah satu orgam dalam tubuh kekurangan sel darah merah, organ tersebut akan mengalami kerusakan.

MERS

Nama virus yang satu ini sudah tidak asing lagi. Middle East Respiratory Syndrome atau MERS adalah salah satu virus yang menginfeksi bagian paru-paru manusia.

Virus MERS memiliki kemiripan dengan virus corona, bedanya hanya terletak pada asal mula virus ini.

Jika virus corona diduga berasal dari kelelawar, virus MERS berasal dari unta.

Biasanya, orang yang terinfeksi penyakit MERS akan merasakan gejala-gejala seperti batuk, nyeri dada, menggigil, demam, batuk, hingga nafas menjadi pendek.

SARS

Terakhir, virus sejenis virus corona yang juga menggemparkan dunia adalah SARS. Virus SARS pertama kali mewabah di China pada tahun 2002.

SARS dapat dikatakan sebagai kakak dari virus corona. Penyebaran virus ini lebih cepat daripada ebola dan AIDS dan menyerang tenaga medis seperti dokter dan perawat.

Pada awal kemunculannya, virus SARS mampu menyebar hingga ke puluhan negara hanya dalam waktu beberapa bulan saja.

Meski dikatakan bahwa penderita virus SARS dapat disembuhkan, namun virus ini tetap berpotensi menyebabkan kematian pada penderitanya.

Demikianlah virus sejenis virus coronayang pernah menjadi wabah di berbagai negara. Saat ini, sudah ada beberapa negara yang menyatakan pernyataan resmi bahwa virus corona sudah memasuki wilayahnya.

Tingkatkanlah kebersihan dan hindari pola hidup yang tidak sehat agar virus corona tidak bisa masuk dalam tubuh anda. ***

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here