Cerita Pria Idap Penyakit Kanker Hidung Viral, Apa Itu?

Advertisement

Curhatan seorang pemuda yang didiagnosa tengah mengidap penyakit kanker hidung menjadi viral di sosial media.

Bagaimana tidak, pasalnya ketika sedang sakit dia masih tetap harus bekerja.

Sebab gajinya harus dia gunakan untuk biaya pengobatan.

Apalagi, orang tua pria tersebut telah terpisah sehingga dia harus berusaha seorang diri.

Ceritanya pun ramai menjadi perbincangan sesudah ada dalam unggahan akun Tiktok pribadinya bernama @walkwaithaam.

Advertisement

Melansir dari media setempat, pemuda itu bernama Hamri Hairol.

Ternyata ia mengidap kanker hidung dan leher stadium 3 sejak tanggal 20 April 2022 lalu.

Sehingga mahasiswa semester akhir itu harus cuti kuliah karena penyakit yang sedang ia derita.

Menurut pengakuannya, pemuda jurusan Proses Petrokimia itu ingin segera bekerja sesudah lulus pelatihan.

Dia ingin merubah hidup dengan bekerja di sebuah perusahaan yang menawarkan gaji cukup besar.

Advertisement

Sayangnya nasib belum berpihak kepadanya lantaran harus berhenti ikut latihan lantaran faktor kesehatan.

Kemudian ia pulang ke Sarawak untuk meneruskan pengobatan penyakit kanker hidung.

Pria berumur 21 tahun ini menceritakan gejala awal yang ia rasakan sebelum tahu tentang mengidap kanker.

Menurutnya, dia kerap sakit kepala sampai mimisan selama satu hingga dua jam baru berhenti.

Bukan hanya itu, telinga sebelah kanannya tak dapat mendengar jelas lantaran sel kanker telah menyebar hingga menyumbat saluran.

Sedihnya ketika sakit Hamri Hairol tak tinggal bersama kedua orang tuanya.

Fakta Tentang Penyakit Kanker Hidung yang Lagi Viral

Kisah pria itu pun menjadi viral dan membuat kanker hidung mencuat di kalangan pengguna sosial media.

Lantas apakah itu kanker hidung? Untuk informasi selengkapnya Anda bisa simak di bawah ini.

1. Gejala Tidak Spesifik

Kanker hidung atau kanker nasofaring merupakan kanker yang terletak di rongga tenggorokan bagian atas atau tepatnya belakang hidung.

Karena lokasinya cukup tersembunyi, gejala kanker tersebut kurang spesifik dan umumnya tak cepat penderitanya ketahui.

Biasanya penderita baru menyadari saat penyakit kanker hidung sudah cukup besar serta menyebar ke area sekitarnya.

Area sekitar kanker seperti rongga hidung, saraf, tenggorokan serta kelenjar getah bening.

Gejala yang biasanya timbul oleh kanker nasofaring yaitu adanya benjolan di leher karena pembesaran kelenjar getah bening.

Adapun gejala lainnya adalah pandangan kabur, hidung tersumbat, objek terlihat ganda, mimisan sebelah, telinga terasa penuh sebagian.

Jika Anda merasakan bermacam gejala di atas, segeralah lakukan pemeriksaan ke dokter sebelum kondisinya semakin parah.

Umumnya dokter melakukan pemeriksaan nasofaringoskopi yakni memasukkan selang untuk melihat kondisi nasofaring.

Apabila hasil pemeriksaan mencurigakan, pihak dokter akan melakukan biopsi yakni pengambilan jaringan untuk pemeriksaan.

2. Sebagian Besar Penyakit Terjadi Pada Orang Asia

Beberapa di antara penderita kanker hidung yaitu ras mongoloid atau orang Asia.

Bukan hanya itu itu kanker hidung lebih banyak diderita para kaum pria yang mempunyai riwayat penyakit sama dalam keluarganya.

Sampai saat ini, para ahli belum menemukan penyebab pasti kanker hidung.

Tetapi para ahli sudah menemukan bukti bahwa infeksi virus berkaitan erat dengan kanker tersebut.

Kendati demikian tak semua orang yang pernah mengalami infeksi virus itu lantas akan mengidap kanker hidung.

3. Upaya Pengobatan Kanker Hidung

Karena letaknya tergolong sulit dokter jangkau, pihak medis pun jarang melakukan operasi pada jenis kanker hidung.

Metode yang kerap dokter gunakan untuk pengobatan yaitu terapi radiasi memakai sinar X atau kemoterapi.

Di mana kemoterapi akan dokter lakukan menggunakan obat infus agar bisa membunuh sel kanker.

Namun walaupun pertumbuhan sel kanker bisa dokter hambat, penyakit kanker hidung dapat mengalami kekambuhan.

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker