27.3 C
Indonesia
Senin, Oktober 14, 2019
No menu items!

Pengrajin Angklung Linggamanik Minta Diperhatikan

Wajib Baca

Aplikasi Support Fitur Dark Mode,Ada WhatsApp

Jakarta, Reportasee.com, -- Aplikasi Support Fitur Dark Mode,Ada WhatsApp. Beberapa aplikasi akan merilis aplikasi mereka yang sudah...

Cara Kupas Kulit Tomat Lebih Praktis Dan Mudah

Tomat merupakan salah satu buah-buahan yang menjadi bahan wajib untuk prmbuatan saus tomat yang sering dipakai pada...

Manfaat Madu Untuk Kecantikan Yang Begitu Variatif

Madu memiliki banyak manfaat yang sangat baik untuk tubuh ketika dikonsumsi secara rutin. Selain dapat meningkatkan kekebalan...

Pengrajin angklung di Kampung Angklung Linggamanik, Desa Panyingkiran, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, berharap pemerintah daerah lebih proaktif mengembangkan kesenian angklung.

“Kedepannya, ini (kampung angklung) bisa menjadi salah satu ikon wisata Ciamis. Kami berharap Pemerintah Kabupaten Ciamis lebih proaktif mengembangkannya,” kata Mumu Alimudin, pengrajin alat musik tradisional kampung Linggamanik, Kamis (04/04/2019).

Pada kesempatan itu, Mumu mengaku sudah menekuni alat musik tradisional tersebut sejak tahun 1992. Dan pada tahun 2014, dia kemudian mendirikan kampung angklung. Mumu mengajak dan melibatkan masyarakat sekitar untuk memproduksi angklung.

“Sudah ada sekitar 100 orang pengrajin angklung yang bergabung disini. Dengan kata lain, mayoritas mata pencaharian warga di RW 007 Dusun Linggamanik adalah sebagai pengrajin angklung,” katanya.

Mumu menyebutkan, pada tahun 2016 Gubernur Jawa Barat memberikan penghargaan kepadanya sebagai pelopor pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sayangnya, sampai sekarang kampung angklung binaannya masih terkendala masalah sarana dan prasarana.

“Masih kurang, belum ada sanggar dan alat produksi (angklung) yang layak,” katanya.

Mumu menambahkan, tahun 2010 Unesco menetapkan bahwa angklung merupakan warisan budaya dunia. Dan di tahun 2016 telah mendapatkan verifikasi. Seandainya di Indonesia hanya ada Saung Ujo, maka ketetapan dari Unesco bisa dicabut.

“Makanya, keberadaan kampung angklung di Ciamis ini menjadi penyelamat,” katanya.

Penulis & Peliputan :

Tim (Sinta Novianti, Regina Putri A, Gina Agniar W)

- Advertisement -
Loading...

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -

Berita Terbaru

Aplikasi Support Fitur Dark Mode,Ada WhatsApp

Jakarta, Reportasee.com, -- Aplikasi Support Fitur Dark Mode,Ada WhatsApp. Beberapa aplikasi akan merilis aplikasi mereka yang sudah...

Cara Kupas Kulit Tomat Lebih Praktis Dan Mudah

Tomat merupakan salah satu buah-buahan yang menjadi bahan wajib untuk prmbuatan saus tomat yang sering dipakai pada makanan-makanan tertentu khususnya makanan-makanan dari...

Manfaat Madu Untuk Kecantikan Yang Begitu Variatif

Madu memiliki banyak manfaat yang sangat baik untuk tubuh ketika dikonsumsi secara rutin. Selain dapat meningkatkan kekebalan dan kesehatan tubuh seseorang, madu...

Tips Jadi Pejuang Anti Hoaks Di Whatsapp Untuk Anda

Sebagai pengguna smartphone, Anda pasti tidak asing dengan aplikasi whatsapp. Whatsapp adalah aplikasi yang memungkinkan penggunanya bisa berbicara dengan pengguna lainnya melalui media smartphone. Dengan...

IJTI Tapal Kuda: Ya Liputan, Ya Sigap Tangani Bencana

Reprotasee.com - Rapat Kerja (Raker) Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Tapal Kuda diadakan di Hotel Luminor Jember, Minggu (14/10/2019).
- Advertisement -

Artikel Serupa

- Advertisement -
%d blogger menyukai ini: