Pengrajin Angklung Linggamanik Minta Diperhatikan

0
352
Pengrajin Angklung Linggamanik Ciamis Minta Pemerintah Proaktif

Pengrajin angklung di Kampung Angklung Linggamanik, Desa Panyingkiran, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, berharap pemerintah daerah lebih proaktif mengembangkan kesenian angklung.

“Kedepannya, ini (kampung angklung) bisa menjadi salah satu ikon wisata Ciamis. Kami berharap Pemerintah Kabupaten Ciamis lebih proaktif mengembangkannya,” kata Mumu Alimudin, pengrajin alat musik tradisional kampung Linggamanik, Kamis (04/04/2019).

Pada kesempatan itu, Mumu mengaku sudah menekuni alat musik tradisional tersebut sejak tahun 1992. Dan pada tahun 2014, dia kemudian mendirikan kampung angklung. Mumu mengajak dan melibatkan masyarakat sekitar untuk memproduksi angklung.

“Sudah ada sekitar 100 orang pengrajin angklung yang bergabung disini. Dengan kata lain, mayoritas mata pencaharian warga di RW 007 Dusun Linggamanik adalah sebagai pengrajin angklung,” katanya.

Mumu menyebutkan, pada tahun 2016 Gubernur Jawa Barat memberikan penghargaan kepadanya sebagai pelopor pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sayangnya, sampai sekarang kampung angklung binaannya masih terkendala masalah sarana dan prasarana.

“Masih kurang, belum ada sanggar dan alat produksi (angklung) yang layak,” katanya.

Mumu menambahkan, tahun 2010 Unesco menetapkan bahwa angklung merupakan warisan budaya dunia. Dan di tahun 2016 telah mendapatkan verifikasi. Seandainya di Indonesia hanya ada Saung Ujo, maka ketetapan dari Unesco bisa dicabut.

“Makanya, keberadaan kampung angklung di Ciamis ini menjadi penyelamat,” katanya.

Penulis & Peliputan :

Tim (Sinta Novianti, Regina Putri A, Gina Agniar W)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here