Pengaruh Kebijakan Kepala Sekolah dan Kinerja Guru

0
123
Pengaruh Kebijakan Kepala Sekolah dan Kinerja Guru
Foto : Ilustrasi

ARTIKEL,- Pengaruh Kebijakan Kepala Sekolah dan Kinerja Guru Terhadap Mutu Pendidikan. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri di Kabupaten Tasikmalaya Wilayah Barat.

Latar belakang penelitian ini adalah: (1) Kebijakan kepala sekolah di SMAN Negeri Kabupaten Tasikmalaya wilayah Barat belum dilaksanakan secara optimal.

(2) Kinerja guru di SMAN Kabupaten Tasikmalaya wilayah Barat dinilai rendah. (3) Mutu pendidikan di SMAN Kabupaten Tasikmalaya wilayah Barat masih perlu ditingkatkan.

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana pengaruh kebijakan Kepsek terhadap mutu pendidikan?; (2) Bagaimana pengaruh kinerja guru terhadap mutu pendidikan?;

(3) Bagaimana pengaruh kebijakan kepala sekolah dan kinerja guru terhadap mutu pendidikan di SMA Negeri Kabupaten Tasikmalaya wilayah Barat?

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian: (1) Untuk mengetahui pengaruh kebijakan kepala sekolah terhadap mutu pendidikan di SMA Negeri Kabupaten Tasikmalaya Wilayah Barat.

(2) Untuk mengetahui pengaruh kinerja guru terhadap mutu  pendidikan di SMA Negeri wilayah Tasikmalaya Barat. (3) Untuk mengetahui pengaruh kebijakan Kepsek dan kinerja guru terhadap mutu pendidikan di SMA Negeri Kabupaten Tasikmalaya Wilayah Barat.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis. Yaitu mendeskripsikan masing-masing variabel serta menguji kedua variabel dengan pendekatan kuantitatif (statistik).

Selanjutnya dianalisis dan dibandingkan dengan teori serta masalah yang ada untuk diambil kesimpulan.

Hipotesis

Hipotesis penelitian yaitu;  (1) Terdapat pengaruh positif kebijakan kepala sekolah terhadap mutu pendidikan sebesar ρyx1=63% atau 63% dan berkategori kuat.

(2) Terdapat pengaruh positif kinerja pegawai terhadap mutu pendidikan sebesar ρyx2=19,8% atau 19,8% dengan kategori sangat rendah.

(3) Terdapat pengaruh positif kebijakan kepala sekolah dan kinerja guru terhadap mutu pendidikan sebesar ρyx1,x2, y=68,9% atau 68,9% dengan kategori kuat.

Kesimpulan

Kesimpulan dalam penelitian ini adalah: (1) Variabel kebijakan kepala sekolah sebagai fungsi pimpinan dalam pengambil kebijakan perlu ditingkatkan secara terus menerus sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Hal itu untuk meningkatkan semangat, motivasi, dan inovasi guru yang merupakan bagian administrasi dalam menjalankan tugas-tugas operasional pendidikan.

(2) Variabel kinerja guru belum dijalankan secara optimal. Rendahnya kinerja guru ditunjukan oleh sikap guru dalam menjalankan kewajibannya sebagai pendidik yang senantiasa belum memenuhi standar sesuai tujuan organisasi dan rencana sekolah.

(3) Variabel Mutu pendidikan tercapai sesuai tujuan organisasi berdasarkan input, process dan output. Unsur tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan standar yang ditetapkan organisasi. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here