Pengangguran di Kabupaten Bojonegoro Meningkat

0
83
Pengangguran di Kabupaten Bojonegoro Meningkat

Faktanya, jumlah pengangguran yang ada di Kabupaten Bojonegoro kian hari makin meningkat. Hal ini diberitakan bahwa angka tersebut meningkat dari tahun 2018. Di tahun 2019 pada triwulan pertama telah diprediksi mencapai 22.820 orang.

Ini merupakan masalah yang cukup serius dan menjadi pokok perhatian utama Pemkab Bojonegoro. Dan tentunya masalah ini harus terpecahkan agar di tahun berikutnya tidak mengalami peningkatan secara berkala.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro, Sugi Hartono,  menegaskan bahwa angka pengangguran tersebut paling banyak didominasi oleh lulusan Perguruan Tinggi (PT) dan Sekolah Lanjutan Tinggi Atas (SLTA).

“Kami masih belum menemukan solusi yang tepat untuk memecahkan masalah ini,” ucapnya.

Sugi juga menyatakan bahwa angka itu hanya data secara umum dan masih belum mengetahui data secara detail dan pastinya. Yang jelas angka pengangguran tersebut akan menjadi topik utama yang nantinya akan dipecahkan dan ditemukan solusi yang paling tepat.

Secara umum, setiap lulusan yang ingin mencari dan melamar pekerjaan diwajibkan untuk mendata dirinya ke kantor Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Bojonegoro.

Hal ini bertujuan agar memudahkan mereka untuk dilakukan pemetaan dan harus bekerja dalam bidang apa. Selain itu, mereka nantinya akan mendapatkan AK 1 atau Kartu Kuning.

“Sudah seharusnya perusahaan dan para pekerja melaporkan dirinya pada Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Bojonegoro untuk mendapat kejelasan bahwa saat itu masih aktif bekerja atau masih tahap training atau Outsourcing”, pungkasnya.

Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK di Kota Bojonogoro juga melakukan proses kerjasama dengan Kepala Disperinaker untuk mendata jumlah angka pengangguran di Kabupaten Bojonegoro.

Hal ini dilakukan karena lulusan SMK sudah memiliki kesiapan kerja sebelum lulus nanti. Untuk tingkat SMA atau MA hanya dilatih melanjutkan ke jenjang Pendidikan Tinggi.

Sebagai solusi utama, Kepala Disperinaker dan Pemkab Kabupaten Bojonegoro melakukan alternatif untuk mengadakan Job Fair yang bekerjasama dengan beberapa perusahaan lokal hingga asing demi mengurangi angka pengangguran tersebut. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here