25.8 C
Indonesia
Kamis, September 19, 2019
No menu items!

Pelaku Kasus Penipuan Rekrutmen Pegawai Pertamina Dilaporkan ke Polisi

Wajib Baca

Orion Dijadwalkan Terbang ke Ohio Tahun Depan

Reportasee.com,- Pesawat ruang angkasa Orion segera dijadwalkan terbang menuju ke Ohio beberapa tahun lagi. Pesawat yang...

Letusan Gunung Berapi Russia Ungukan Matahari

Reportasee.com,- Letusan gunung berapi di Russia menyebabkan Matahari terbenam menjadi ungu. Para peneliti di University of Colorado...

Diduga Berani Melakukan ini, Foto ‘Manjalita’ Syahrini Terancam Bocor

Reportasee.com, - Baru-baru ini banyak dibicarakan, bahwa sebelumnya Syahrini mengaku bersyukur mempunyai mertua yang baik hati serta...

Riyan Saputra, seorang model freelance di ibukota Jakarta, melaporkan Fitri Wahyuni dan Muhammad Bisri Havil, warga Kedunghalang, Bogor, ke Polresta Depok. Laporan itu terkait dugaan Kasus Penipuan Rekrutmen Pegawai Pertamina.

Pasalnya, Fitri dan Havil berjanji memberikan pekerjaan di PT Pertamina jika Riyan menyerahkan sejumlah uang. Menindaklanjuti hal itu, Riyan pun sudah memberikan uang secara bertahap dengan total nilai sebesar Rp. 20.800.000.  

Sayangnya, sampai sekarang janji yang disampaikan Fitri dan Havil tidak kunjung terbukti. Riyan tidak kunjung mendapatkan panggilan dari PT Pertamina. Dia pun akhirnya menyadari telah ditipu oleh kedua pelaku. Dia memutuskan membawa kasus itu ke jalur hukum.  

Dapat Info

Pada 15 Februari 2019, Riyan mendapatkan informasi mengenai rekrutmen pegawai pertamina dari status akun bernama Fitri Than (nama asli Fitri Wahyuni). Setelah membaca informasi itu, Riyan tergiur dan menghubungi pemilik akun.  

“Lalu saya menghubunginya untuk memastikan pekerjaan itu lewat inbox. Setelah mendapatkan respon, saya tinggalkan nomor telepon. Selang berapa lama, penelepon atas nama Fitri menghubungi. Komunikasi dilanjutkan melalui whatsapp,” katanya.

Dalam komunikasi tersebut, kata Riyan, Fitri menyarankan dirinya menghubungi Muhammad Bisri Havil (pacar Fitri). Alasannya, Havil yang lebih mengetahui informasi soal rekrutmen pegawai Pertamina.  

Singkat cerita, Riyan mengaku langsung menghubungi Havil untuk memastikan soal informasi rekrutmen pegawai Pertamina. Havil dengan humble memberikan respon cepat dan memperkenalkan diri sebagai Operasional Niaga Pertamina.  

“Lewat whatsapp, Havil menjelaskan mengenai mekanisme alur rekrutmen pegawai Pertamina. Havil meminta uang pangkal sebesar Rp. 6 juta, agar ditransfer ke rekening BCA miliknya (27 Januari). Alasannya sebagai bukti keseriusan ingin bergabung di Pertamina,” katanya.

SK Segera Turun

Beberapa hari kemudian, lanjut Riyan, Havil menginformasikan bahwa surat keputusan (SK) akan segera turun (10 Februari). Dia kembali meminta uang sebesar Rp. 9 juta. Uang tersebut akan diserahkan ke bagian HRD ditujukan untuk keperluan pemberkasan pegawai baru.

Namun, kata Ryan, Havil kemudian memberikan informasi adanya pengunduran waktu rekrutmen pegawai Pertamina. Hal itu setelah SK yang dijanjikan tidak turun pada tanggal yang telah ditentukan.

“Saya pun bersedia menunggu. Pada saat menunggu, Havil kembali menghubungi, dan meminta saya mentransfer kekurangan uang sebesar Rp. 5,8 juta. Uang itu digunakan untuk meluluskan test medical check up,” katanya.

Bukti Transfer ke Pelaku Kasus Penipuan Rekrutmen Pegawai Pertamina

Transfer Lagi

Setelah uang ditransfer, kata Riyan, Havil kembali meyakinkan bahwa dirinya dalam waktu dekat akan segera diterima berkerja di Pertamina. Setelah waktu yang dijanjikan tiba, lagi-lagi Havil menyampaikan adanya pengunduran waktu dari bagian HRD.

“Karena menunggu terlalu lama, akhirnya saya memutuskan kembali ke dunia model. Havil protes karena saya kembali ke dunia model. Saya dan Havil sempat berdebat soal ini. Entah apa alasannya, menurut saya konyol,” kata Riyan.  

Riyan menambahkan, Havil kembali menjanjikan setelah Pemilu Presiden dirinya pasti bekerja di Pertamina. Havil beralasan, rekrutmen pegawai Pertamina diundur karena menghadapi suasana pemilu.

Tapi setelah selesai Pemilu, bahkan hingga Idul Fitri, Riyan mengaku tidak kunjung ada panggilan bekerja dari Pertamina sebagaimana dijanjikan Havil. Akhirnya, Riyan memutuskan melapor ke Polresta Depok.

Berharap Ditindaklanjuti

Laporan Kasus Penipuan Rekrutmen Pegawai Pertamina

“Saya berharap, kasus ini segera ditindaklanjuti. Pelakunya segera ditangkap. Agar tidak ada lagi korban kasus penipuan rekrutmen pegawai Pertamina,” katanya.

Sampai berita ini tayang, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan BUMN terkait dugaan Kasus Penipuan Rekrutmen Pegawai Pertamina. Termasuk informasi soal penangkapan pelaku dugaan Kasus Penipuan Rekrutmen Pegawai Pertamina dari kepolisian. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru

Orion Dijadwalkan Terbang ke Ohio Tahun Depan

Reportasee.com,- Pesawat ruang angkasa Orion segera dijadwalkan terbang menuju ke Ohio beberapa tahun lagi. Pesawat yang...

Letusan Gunung Berapi Russia Ungukan Matahari

Reportasee.com,- Letusan gunung berapi di Russia menyebabkan Matahari terbenam menjadi ungu. Para peneliti di University of Colorado Boulder telah mengemukakan fenomena itu.

Diduga Berani Melakukan ini, Foto ‘Manjalita’ Syahrini Terancam Bocor

Reportasee.com, - Baru-baru ini banyak dibicarakan, bahwa sebelumnya Syahrini mengaku bersyukur mempunyai mertua yang baik hati serta penuh perhatian. Hal ini tidak...

Tips Membeli Smartphone Online Aman

Smartphone saat ini memberikan banyak kemudahan bagi manusia dalam kehidupan sehari-hari sejak adanya internet. Sejak adanya e-commerce kemudahan menemukan dan membeli smartphone...

4 Asupan Sehat Untuk Syaraf Yang Baik Dikonsumsi

Syaraf merupakan salah satu bagian tubuh manusia yang terpenting karena yang memberikan sensor ke otak. Jika syaraf dalam tubuh mengalami gangguan maka akan merusak...
- Advertisement -

Artikel Serupa

- Advertisement -