Berita

Nekat Hindari Amukan Massa, Pelaku Curanmor di Ciamis Sembunyi di Dalam Sumur

Kejadian dramatis mewarnai siang hari yang tenang di Dusun Pende RT 03/RW 08, Desa Pamalayan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, pada Selasa (14/4/2026).

Seorang pelaku curanmor nekat mengambil langkah ekstrem dengan terjun bebas ke dalam sumur demi menghindari kejaran warga yang mengamuk.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.15 WIB ini sontak membuat geger masyarakat setempat dan memicu operasi penyelamatan yang menegangkan oleh aparat gabungan.

Kronologi Pengejaran Pelaku Curanmor di Desa Pamalayan

Aksi nekat pria berinisial AP (38), warga Pondok Bambu, Jakarta Timur tersebut bermula dari kecurigaan penduduk lokal.

Siang itu, warga memergoki gerak-gerik mencurigakan yang langsung berujung pada aksi kejar-kejaran.

Sadar dirinya terpojok dan menyadari jumlah massa yang semakin bertambah, AP mencari jalan pintas yang tidak masuk akal untuk menyelamatkan diri.

Dalam kepanikan yang luar biasa, pelaku curanmor ini melarikan diri ke area kebun yang terletak tepat di belakang bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Pamalayan.

Di lokasi yang rimbun tersebut, warga yang memburu sempat kehilangan jejak buruannya. Namun, pencarian yang dilakukan secara teliti akhirnya membuahkan hasil.

Sebagian warga menyadari adanya kejanggalan di sekitar sumur tua di kebun tersebut. Setelah dicek ke dalam rongga sumur yang gelap, ternyata AP telah terjun ke dasar.

Baca Juga :  Menjelajahi Museum Geologi Bandung, Destinasi Wisata Edukasi Keluarga

Tindakan ini terbilang sangat berbahaya dan berisiko merenggut nyawa, namun diyakini dipilih oleh tersangka sebagai satu-satunya cara bersembunyi agar lolos dari amuk massa yang sudah tersulut emosi.

Proses Evakuasi Dramatis oleh Tim Damkar Ciamis

Mengetahui keberadaan targetnya berada di dasar sumur, warga segera mengepung lokasi kejadian dengan rapat.

Beruntung, emosi massa dapat diredam berkat kesigapan aparat desa setempat. Kepala Desa Pamalayan, Agus Lutfi, yang telah tiba di lokasi dengan cepat mengambil inisiatif krusial.

Ia langsung meminta bantuan dengan menghubungi petugas piket siaga di Mako UPTD Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Ciamis dan pihak kepolisian.

Respons cepat dari pihak berwenang sangat krusial dalam meredakan ketegangan.

Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Ciamis, Budi Rahmat S.IP, membenarkan adanya laporan tersebut dan langsung menginstruksikan regu penyelamat untuk segera bertindak.

“Lima orang petugas piket Mako dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi,” jelas Budi Rahmat. Kelima pahlawan penyelamat tersebut—Suheri, Seprinda, Yayan, Hendra, dan Iik—langsung meluncur membelah jalanan Ciamis menggunakan armada mobil pancar bernomor polisi Z 8164 T.

Setibanya di lokasi, tim Damkar dihadapkan pada situasi pelik. Mereka harus mengangkat seorang pelaku curanmor dari dasar sumur, sementara di atas tanah puluhan warga berkerumun.

Berbekal tangga evakuasi yang cukup panjang dan keahlian penyelamatan, kelima petugas tersebut sukses menarik pelaku ke permukaan tanah dalam kondisi selamat.

Baca Juga :  Cuaca Panas Terik Warnai Upacara HUT ke-80 RI di Ciamis, Puluhan Peserta Tumbang

Polisi Sigap Amankan Pelaku dari Kerumunan Warga

Begitu tersangka menghirup udara bebas dan ditarik keluar dari bibir sumur, petugas kepolisian dari Polsek Cijeungjing Polres Ciamis langsung mengambil alih komando.

Tangan pelaku secara sigap diborgol oleh petugas di tempat.

Langkah tegas ini tidak hanya untuk mencegah tersangka kembali melarikan diri, tetapi juga untuk melindungi keselamatannya.

Berkat pengawalan ketat kepolisian, skenario terburuk berupa tindakan main hakim sendiri berhasil dihindari.

Dengan pengawalan berlapis, AP digelandang masuk menuju mobil ranger patroli dan dievakuasi menjauh dari kerumunan warga menuju markas polisi.

Sinergi Cepat Tanggap Redam Potensi Konflik

Operasi penanganan di lapangan resmi berakhir sekitar pukul 12.45 WIB. Kelima petugas Damkar kembali ke Mako UPTD di kawasan Imbanagara setelah sukses menjalankan tugas menyelamatkan nyawa sekaligus mengamankan ketertiban masyarakat.

Peristiwa di Dusun Pende ini menjadi cerminan nyata bagaimana seorang pelaku curanmor bisa bertindak sangat tidak rasional di bawah tekanan psikologis yang hebat.

Di sisi lain, apresiasi tinggi patut diberikan kepada warga Pamalayan.

Solidaritas warga berhasil menggagalkan aksi kejahatan, dan kebijaksanaan Kepala Desa dalam melibatkan aparat berwajib membuktikan bahwa masyarakat modern tetap patuh hukum serta menolak aksi kekerasan jalanan.

Kasus ini diharapkan dapat membuka jalan bagi kepolisian untuk membongkar jaringan pencurian bermotor di wilayah Ciamis dan sekitarnya.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca