Pasangan Thalasemia Minor Viral, Bagaimana Cara Mengobatinya?

Advertisement

Belakangan ini, viral tentang pasangan thalasemia minor di kalangan pengguna sosial media dan membuat warganet heboh.

Merebaknya istilah tentang thalasemia minor membuat banyak warganet yang merasa penasaran tentang hal tersebut.

Bagi Anda yang belum tahu tentang thalasemia minor bisa simak informasi selengkapnya berikut ini.

Viral di Sosial Media Pasangan Thalasemia Minor

Baru-baru ini, viral tentang pasangan thalasemia minor di sosial media yang berawal dari rencana pernikahan sepasang suami istri.

Kendati demikian kedua calon mempelai pengantin tersebut baru tahu jika mereka sama-sama tengah mengidap thalasemia minor.

Advertisement

Dalam cuitan yang kini viral tersebut, diketahui saat H-3 pernikahan kedua mempelai baru tahu sama-sama mengidap thalasemia minor.

Karena menjadi viral, ratusan warganet ikut berkomentar dalam postingan itu.

Beberapa dari warganet menyarankan agar para pasangan yang akan menikah ada baiknya melakukan pemeriksaan darah.

Hal ini bertujuan agar mengetahui penyakit bawaan yang mungkin saja bisa menurun ke anak mereka nantinya.

Ada seorang warganet yang mengatakan penyakit itu akan menurun ke anaknya dan membuat sang anak berpotensi mengidap thalasemia mayor.

Menurut penuturan warganet tersebut, anak yang mengidap thalasemia mayor membuatnya rutin transfusi darah sampai seumur hidupnya.

Lantaran pasangan thalasemia minor menjadi viral, lantas sebenarnya kondisi apa itu?

Apa Itu Thalasemia Minor?

Thalasemia minor adalah sebuah kelainan darah bawaan yang bersifat ringan.

Adapun kondisi tersebut jarang menimbulkan gejala dan komplikasi yang akan membahayakan para penderitanya.

Sebagai informasi, thalasemia adalah kelainan genetik yang biasa berasal dari orang tuanya.

Berdasarkan tingkat keparahannya, thalasemia terbagi menjadi dua jenis yaitu thalasemia minor dan ada juga thalasemia mayor.

Kelinan genetic tubuh pada thalasemia membuat tubuh hanya mampu memproduksi sedikit hemoglobin serta sel darah merah.

Hal ini mengakibatkan individu yang memiliki thalasemia rentang mengalami anemia atau kekurangan darah.

Gejala yang Harus Anda Waspadai

Gejala anemia yang terjadi karena thalasemia dan seberapa parah kondisinya tergantung berdasarkan berapa banyak gen yang rusak.

Para penderita thalasemia minor hanya mempunyai satu gen beta yang hilang atau rusak.

Hal inilah yang membuatnya akan mengalami gejala ringan.

Sedangkan apabila ada dua gen beta yang rusak ataupun hilang, berarti dia akan mengalami gejala sedang sampai parah.

Umumnya thalasemia minor bersifat ringan dan jarang menimbulkan gejala selain anemia ringan.

Adapun gejalanya sendiri antara lain kelemahan otot, kelelahan, kulit pucat dan jantung yang berdetak lebih cepat dan kencang.

Pengobatan untuk Thalasemia

Berikut ini ada beberapa pilihan pengobatan yang bisa para penderita thalasemia jalani.

Transfusi Darah

Pengobatan utama untuk orang yang mempunyai thalasemia sedang atau berat yaitu transfusi sel darah merah.

Perawatan satu ini bisa meningkatkan jumlah sel darah merah yang sehat dengan tingkat hemoglobin normal.

Selama proses transfusi darah, jarum berguna untuk menyisipkan intravena atau IV ke salah satu pembuluh darah sampai darah yang sehat masuk.

Terapi Kelasi Zat Besi

Sebagai informasi, hemoglobin sel darah merah adalah protein yang kaya zat besi.

Lewat transfuse secara teratur, maka zat besi di dalam darah akan menumpuk di organ tertentu.

Untuk mencegah kerusakan tersebut, dokter akan memakai terapi kelasi zat besi agar bisa membuang kelebihan zat besi dari dalam tubuh.

Adapun dua obat utama yang akan dokter gunakan dalam upaya terapi kelasi besi untuk thalasemia yaitu deferoxamine dan deferasirox.

Itulah informasi tentang pasangan thalasemia minor yang lagi viral dan upaya pengobatan jika Anda adalah salah satu pengidapnya.

Show More
Advertisement