Panduan Lengkap Google Display Network (GDN)

0
36
Google Display Network
Foto: Google

Reportasee.com – Tahukah kamu bahwa Google Display Network merupkan salah satu media untuk mengiklankan sebuah produk selain Google Adwords? Tidak hanya berputar di suatu pencarian Search Network. Faktanya, GDN dapat mengiklankan sebuah produk ke seluruh internet.

Kenalan dengan Google Display Network (GDN)

Sesuai namanya, GDN merupakan iklan yang akan di tampilkan dalam bentuk ads. Format dari iklan ini bermacam-macam seperti teks maupun bentuk visual seperti gambar, video, dll.

Tidak hanya mengiklankan pada website saja, GDN juga mampu melakukan ads di aplikasi, hingga mobile games. Hal itu yang menjadi penyebab Google mengklaim bahwa dengan beriklan di GDN mampu menjangkau pengguna hingga 90% di Internet.

Perbedaan Google Display Network dengan Google Adword

Tidak hanya dari nama, keduanya juga memiliki banyak perbedaan. Jika GDN beriklan dengan menggunakan media visual seperti video, gambar hingga gift, maka Google Adwords tidak sedetail itu.

Adwords dapat kamu temukan ketika melakukan pencarian di Google, lalu menemukan sebuah kotak yang bertuliskan “Ad” maka itu merupakan perbedaanya. Sesuai dengan namanya, Adwords adalah iklan yang berbentuk tulisan yang memiliki fungsi untuk meningkatkan awareness dari website.

Target Google Display Network (GDN)

Network ini akan melacak cookies dari semua pengguna internet, sehingga calon pembeli akan melihat produk yang kamu iklankan. Berikut merupakan beberpa fitur dari GDN:

Keyword Targeting

Sesuai dengan namanya, target ini berfokus pada kata kunci/keyword. Oleh sebab itu kamu bisa menggunakan kata kunci yang sesuai dengan produk yang ingin kamu jual. Dari sinilah Google akan menempatkan iklan pada website yang sesuai dengan kata kunci tersebut.

Placement Targeting

Fitur ini akan menampilkan iklan GDN pada suatu website. Jika kamu mengetahi website mana yang ramai di kunjungi oleh pengunjung, lalu sesuai dengan produk yang di tawarkan, maka kamu dapat menggunakan GDN untuk media beriklan.

Namun apabila kamu belum mengetahuinya, kamu tidak perlu khawatir. Karena Placement Targeting dapat kamu gunakan. Di antaranya managed placement, negative placement dan automatic placement.

Topic Targeting

Fitur ini bisa kamu gunakan untuk menentukan target yang sesuai dengan topik bahasan. Nantinya iklan akan muncul pada sebuah topik yang sesuai bahasan. Selain itu, Topic Targeting juga mampu untuk meningkatkan brand awareness dari sebuah produk yang di iklankan.

Interest Targeting

Kamu tidak perlu khawatir jika iklan yang kamu miliki tidak tepat sasaran pada target yang diinginkan, dengan menggunakan Interest Targeting akan langsung menargetkan calon pembeli yang berdasarkan preferensi dari target market-nya.

Contohnya, jika kamu menargetkan calon pembeli yang memiliki gaya minimalis, maka iklan tersebut akan muncul terhadap orang-orang yang memiliki gaya tersebut.

Nah, dari hal ini, sebaiknya kamu memahami dulu karakteristik calon pembeli jika ingin menggunakan fitur ini. Kamu tidak perlu pusing, kamu bisa membuat buyer persona yang dapat mempelajari karakter pengguna.

Remarketing Targeting

Jika kamu ingin menargetkan iklan terhadap calon pembeli yang tepat, kamu bisa menggunakan remarketing targeting. Untuk cara kerjanya, akan menampilkan iklan pada sebuah website yang dia jumpai.

Contohnya kamu baru saja melihat produk A pada salah satu situs e-commerce, lalu kamu berpindah ke website lain dan kamu menemukan produk A itu lagi, nah itulah remarketing targeting.

Fungsi dari GDN ini sebenarnya adalah untuk membaca cookies dari pengguna internet agar produk yang ingin kamu jual dapat muncul di halaman website yang di telusuri. Dengan menggunakan fitur tersebut, target calon pembeli pun menjadi relevan dan memiliki potensi untuk dibeli.

Geographic, Demographic and Language targeting

Salah satu fitur ini untuk menargetkan calon pembeli berdasarkan geografis, demografi dan bahasa masing-masing pengguna.

Di dalamnya terdiri dari jenis kelamin, usia dan informasi pribadi lainya. Nah, jika kamu sudah mempunyai target calon pembeli, maka selanjutnya kamu bisa beriklan dengan berbagai visual yang kamu inginkan.

Keuntungan Menggunakan Google Display Network (GDN)

Menumbuhkan Brand Awareness

Dengan menggunakan banner GDN, kamu bisa menjangkau pengguna internet hingga 90% yang dapat menumbuhkan brand awareness. Iklan tersebut akan muncul pada berbagai website, aplikasi, hingga mobile games. Sehingga calon pembeli akan familiar dengan produk yang kamu miliki.

Iklan Berbentuk Visual

Kamu bisa memilih dua jenis iklan, pertama berbentuk teks dan satunya lagi visual. Namun, jika berdasarkan data iklan visual lebih menarik dengan iklan teks. Sehingga, akan memudahkan untuk mendatangkan para audiens.

Hal ini terjadi karena otak manusia yang cenderung mengingat apa yang dilihat jika dibandingkan dengan teks yang di abaca. Maka, dengan menggunakan GDN adalah sebuah solusi yang sangat tepat.

Banyak Jenis Targeting

Banyak cara kerja dari GDN dari targeting. Mulai dari kebiasaan, ketertarikan audiens, gender, umur dan yang lainya. Nah, kamu bisa memilih berbagai macam targeting yang bisa kamu pilih, dengan arti menyesuaikan calon pembeli dengan sasaran yang tepat.

Remarketing

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, fitur ini bekerja dengan targeting GDN untuk menampilkan iklan kepada calon pembeli yang sudah mengklik iklan tersebut, namun dia belum melakukan pembelian.

Nantinya, calon pembeli akan selalu menemukan iklan yang ada di website atau aplikasi yang dia telusuri. Artinya, dengan fitur ini akan sangat baik dalam buying intent kepada calon pembelinya.

Biaya Lebih Terjangkau

Dengan beriklan menggunakan search network memang memiliki harga terjangkau. Meskipun begitu, iklan yang akan ditampilkan terbukti menghasilkan conversion, apabila dibandingkan dengan display ads.

Artinya, dengan menggunakan Google Display Network kamu bisa mendapatkan keuntungan lebih cepat, sehingga budget yang kamu keluarkan akan segera terkumpul kembali.