OJK Tunggu Spin Off Perusahaan Asuransi Syariah

0
131
OJK Tunggu Spin Off Perusahaan Asuransi Syariah

BISNIS,- Ketentuan amandemen Undang-undang (UU) No 40 tahun 2014 pasal 87 tentang perasuransian, mengamanatkan perusahaan asuransi untuk melakukan spin off. Spin off diantaranya dilakukan di unit usaha syariah (UUS). Hanya saja, sampai Bulan April 2019, baru ada sekitar 10 perusahaan yang menyatakan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal melakukannya.

Dilansir dari Kontan.co.id, Direktur Pengawas IKNB Syariah OJK, Muchlas, menyebutkan, masih ada sekitar 49 UUS asuransi yang sampai sekarang belum juga melakukan spin off. 25 UUS diantaranya adalah perusahaan patungan (join venture). Dengan kata lain, kata Muchlas, baru ada sekitar 10 perusahaan yang sudah menyatakan bakal melakukan spin off.

Menurut Muchlas, 10 perusahaan tersebut rencananya bakal melakukan spin off sampai batas waktu waktu pertengahan 17 Oktober 2024. Sedangkan perusahaan lain yang belum, alasannya sedang mengkaji dan mempersiapkan langkah-langkah strategis. Perusahaan tersebut sedang berusaha memperhitungkan ekuitas untuk mendapatkan investasi di angka 20 persen kepemilikan.

Muchlas menjelaskan, PP No. 14/ 2018 tentang kepemilikan asing di Asuransi, mengatur bahwa asing maksimum di angka 80 persen kepemilikan. Dengan kata lain, investor lokal harus mengampu sekitar 20 persen kepemilikan pada bisnis asuransi yang sedang beroperasi di Indonesia.

Lebih lanjut, Muchlas mengungkapkan, sampai Bulan April 2019, sudah ada sekitar 4 UUS yang berpisah dari perusahaan induksnya. Diantaranya meliputi dua asuransi jiwa dan dua asuransi umum. Untuk asuransi jiwa, yaitu asuransi jaya proteksi (AJP) Syariah dan ReINDO Syariah. Sedangkan untuk asuransi umum, yaitu Jasindo Syariah dan Askrida Syariah.

OJK Tunggu Spin Off Perusahaan Asuransi

Dari catatan OJK, kata Muchlas, sebanyak 49 perusahaan asuransi di Indonesia memiliki unit usaha syariah. Rincian detailnya, 23 perusahaan di asuransi jiwa, 24 perusahaan di asuransi umum dan 2 di reasuransi.

Catatan lainnya, Muchlas menambahkan, sudah ada sekitar 13 perusahaan asuransi syariah yang melakukan spin off. Rinciannya, yakni 7 perusahaan di asuransi jiwa syariah, 5 perusahaan di asuransi umum syariah dan 1 perusahaan di reasuransi syariah.  

Proyeksi tahun 2019 ini, kata Muchlas, aset perusahaan asuransi syariah naik hingga 14,76 persen. Angka itu merujuk pada rencana bisnis yang disampaikan perusahaan asuransi kepada OJK. Detailnya, 14,99 persen aset asuransi jiwa syariah, 13,08 persen asuransi umum Syariah tumbuh dan 15,42 persen reasuransi syariah.

Berdasarkan data aset asuransi perbulan Maret 2019, aset asuransi syariah yang beroperasi di Indonesia sudah mencapai angka Rp. 43,43 triliun. Detailnya, Rp. 35,9 triliun merupakan aset dari asuransi jiwa syariah. Rp. 5,65 triliun merupakan aset dari asuransi umum syariah. Dan 1,88 triliun dari aset reasuransi syariah. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here