NASA Kennedy Berencana Lelehkan Debu Bulan

0
675
NASA Kennedy Berencana Lelehkan Debu Bulan
Foto : NASA Kennedy

Reportasee.com,- Tim NASA Kennedy Space Center di Florida berencana mengembangkan perangkat yang akan melelehkan debu di Bulan. Dengan dukungan teknologi, debu itu akan dirubah menjadi oksigen.

Melansir dari NASA.gov, Senin (02/09/2019), NASA Kennedy tengah memajukan teknologi untuk menggunakan sumber daya berbasis ruang angkasa. Ini adalah hal terpenting untuk eksplorasi Bulan berkelanjutan di bawah program Artemis dan akan mendukung eksplorasi masa depan ke dalam tata surya, termasuk Mars.

Tim the Gaseous Lunar Oxygen from Regolith Electrolysis (GaLORE), NASA Kennedy telah memenangkan penghargaan internal untuk mengembangkan teknologi peleburan.

Mereka mengemukakan bahwa Regolith, debu di Bulan tercipta dari logam teroksidasi seperti besi oksida, silikon oksida dan aluminium oksida.

Tim tersebut memajukan teknologi untuk memanaskan regolith hingga lebih dari 3.000 derajat Fahrenheit dan mengalirkan listrik melalui bahan cair. Sehingga hal tersebut menyebabkan reaksi kimia yang memecah regolith menjadi logam dan gas.

Kebutuhan Teknologi NASA Kennedy

Pemimpin proyek GaLORE, Kevin Grossman mengatakan, NASA membutuhkan teknologi untuk mencapai tujuan sekunder setelah mendaratkan wanita pertama dan pria berikutnya di Bulan pada tahun 2024.

“Eksplorasi manusia di Bulan yang berkelanjutan akan kami persiapkan untuk misi manusia jangka panjang hingga ke Planet Mars,” katanya.

Ia menyadari meskipun Bulan tidak memiliki atmosfer. Namun oksigen dalam bentuk bubuk oksida logam dapat digunakan sebagai kelangsungan misi. Sisi negatifnya, kesenjangan teknologi menghalangi kemampuan penuhnya untuk aplikasi ruang angkasa.

Pemilihan Tim NASA Kennedy

GaLORE dipilih oleh Direktorat Misi Teknologi Ruang Angkasa NASA Kennedy sebagai proyek Prakarsa Karir Dini.

Tim tersebut akan menerima $ 1,2 juta per tahun selama 2 tahun untuk mengembangkan teknologinya. Pekerjaan dan proyek secara resmi akan dimulai pada 1 Oktober 2019.

Diketahui, mereka mengembangkan teknologi transformatif untuk tantangan prioritas tinggi yang dihadapi agensi.

Untuk melakukannya, mereka bermitra dengan industri, akademisi atau lembaga pemerintah di luar NASA.

Mereka dipanggil untuk mengembalikan manusia ke Bulan dalam waktu 5 tahun dengan rencana eksplorasi Bulan mencakup pendekatan 2 fase yaitu kecepatan mendarat di Bulan tahun 2024 dan membangun kehadiran manusia multi-nasional yang berkelanjutan di Bulan tahun 2028. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here