22.6 C
New York
Jumat, Juni 18, 2021
BerandaJabarBandungMuseum Geologi Bandung Jabar, Ikon Sejarah Bandung

Museum Geologi Bandung Jabar, Ikon Sejarah Bandung

Reportasee.com – Di antara begitu banyak destinasi wisata yang ada di kota Bandung, maka museum Geologi Bandung menjadi salah satu tujuan wisata.

Banyak hal yang mengundang para wisatawan untuk mengunjungi dan melihat dari dekat keragaman koleksi yang ada di sana.

Koleksi Museum Geologi Bandung

Bebatuan, Mineral dan Fosil

Dalam museum ini terdapat beragam koleksi yang sangat membuka wawasan kita akan sejarah dan sumber daya yang ada dalam bumi kita ini.

Mari kita lihat satu per satu apa saja koleksi yang dapat kita jumpai di museum bersejarah ini.

Bebatuan

Tidak kurang dari delapan jenis bebatuan ada di sini.

Batu-batuan itu antara lain batu bara, peridotit atau batuan beku hijau, batu lempung dan batu pasir. Ada pula jenis batu granit, batu gamping, batu rijang dan sekis.

Sekis ini adalah semacam bebatuan yang merupakan batu metaphor yang terbentuk karena adanya pengaruh suhu dan tekanan yang tinggi.

Berwarna putih metalik seperti mika.

Mineral

Setidaknya ada sekitar empat macam contoh mineral terdapat di museum Geologi Bandung ini.

Mineral-mineral tersebut antara lain adalah amethyst, stibnite, dioptase dan azurite.

Amethyst berwana merah keungu-unguan sangat rupawan.

Stibnite berwarna agak gelap keabu-abuan yang berasal dari kota Tasikmalaya.

Sedangkan dioptase merupakan batu asal Kazakhstan yang berwarna hijau kebiru-biruan seperti safir.

Kalau azurite ini merupakan mineral yang terjadi akibat pelapukan biji tembaga.

Berwarna biru dan sering kali menghiasi berbagai macam property sebagai manik-manik.

Fosil

Ada berbagai macam jenis fosil yang terdapat di dalam bangunan museum ini.

Hampir semua berasal dari tulang belakang mahluk mamalia. Jenis fosil ini berasal dari berbagai daerah di sekitar Jawa Barat.

Selain melihat-lihat koleksi apa saja yang ada di sini, kita pun dapat pula membaca banyak dokumentasi yang menerangkan banyak hal.

Misalnya hal apa saja yang mengakibatkan bencana alam.

Atau apa saja yang dapat mempengaruhi pola keutuhan bumi.

Bagaimana seharusnya kita memanfaatkan sumber daya bumi secara optimal dengan tidak merusak ekosistemnya.

Selain itu pula ada semacam tutorial bagaimana cara mengolah energi secara efektif dan efisiensi dan tidak mengganggu pola komunitas alam.

Jam Buka Museum Geologi Bandung

Gedung museum ini memiliki jam operasional sebagai berikut:

Senin dan Kamis buka mulai jam 08.00 – 16.00

Sabtu dan Minggu buka mulai jam 08.00 – 14.00

Jumat dan hari libur  nasional tutup

Reservasi Kedatangan Kunjungan

Gedung museum Geologi Bandung ini selalu mengundang para wisatawan untuk berkunjung dan mempelajari apa saja yang terdapat di dalamnya.

Mulai dari wisatawan local maupun manca negara.

Bahkan museum ini juga banyak menarik minat para pendidik dan peserta didik untuk datang dan menjadikannya objek study tour.

Oleh karenanya, pihak pengelola memiliki aturan sendiri untuk mengatur kedatangan para wisatawan agar tidak terjadi penumpukan di dalam gedung.

Hal ini bukan hanya membuat sesak namun proses pembelajaran akan menjadi tidak efektif.

Pengelola museum memiliki platform online untuk para wisatawan agar mengisi formuliur reservasi sebelum melakukan kunjungan pada website mereka.

Sehingga pengalaman anda selama berada di museum menjadi aman dan nyaman.

Sejarah Museum Geologi Bandung

Museum ini adalah bangunan tua yang sudah berusia hampir seabad lamanya.

Berdiri sejak tahun 1928. Seorang arsitektur Belanda yang memprakarsai berdirinya gedung bersejarah ini.

Seiring berjalannya waktu, gedung ini pun sempat mengalami kerusakan.

Dengan bantuan dana dari pemerintah Jepang, gedung yang terletak di jalan Diponegoro Bandung ini pun mengalami renovasi besar-besaran.

Baca:  Token Gratis PLN Bulan Agustus 2020

Kemudian oleh pemerintah Indonesia, gedung museum Geologi Bandung ini kembali beroperasi pada tahun 2000.

Denah Museum Geologi Bandung

Bila kita melintas di jalan Diponegoro, maka kondisi gedung tampak dari luar tidak ada bedanya dengan gedung perkantoran biasa.

Baca:  Jangan Panik! Begini Cara Melacak HP Hilang

Sebuah bangunan bertipe ciri khas bangunan Belanda dengan cat warna putih yang mendominasi.

Namun, jika kita sudah masuk ke dalam gedung, maka akan terasa suasana sejuk dan pemandangan yang membuat mata terbuka lebar.

Gedung ini memiliki dua lantai. Lantai pertama memiliki tiga buah ruangan berukuran besar dengan atap yang tinggi.

Hal ini membuat kita tidak merasa pengap dan sesak walaupun dalam ruangan terdapat banyak pengunjung.

Lantai 1

Ruangan ini terbagi menjadi ruangan tengah, ruangan sebelah barat dan ruangan sebelah timur.

Ruangan tengah berfungsi sebagai center dari segala macam informasi yang memberikan garis besar keberadaan gedung ini.

Ada animasi yang melukiskan berbagai macam kegiatan geologi dan aktifitas yang ada di museum.

Ruang sebelah barat adalah ruangan yang lebih menonjolkan tentang keberadaan alam dan isinya.

Di ruangan ini kita bisa mempelajari kondisi alam terbentuk, sistem dan letak tata surya, pergerakan lempeng-lempeng bebatuan.

Selain itu juga, ada perkembangan tentang gunung berapi.

Miniatur-miniatur gunung seperti gunung Tangkuban Perahu, gunung Merapi dan masih banyak lagi lainnya.

Ruangan sebelah timur merupakan ruangan yang lebih banyak mengkoleksi sejarah mahluk-mahluk purba.

Ada berbagai macam fosil terpampang di sana.

Fosil manusia sejak jaman primitif yang pertama mendiami bumi.

Terdapat pula fosil binatang purba seperti dinosaurus.

Tengkorak-tengkorak manusia purba yang ada di Indonesia.

Artefak yang digunakan manusia purba juga ada di sini.

Hal ini pun menggambarkan kondisi dan bagaimana cara manusia purba itu hidup dan menggunakan sumber daya alam yang ada.

Cara mereka memanfaatkan danau dan lingkungan pun dapat kita pelajari dari sejumlah peninggalan bersejarah ini.

Lantai 2

Di lantai 2 juga terbagi atas tiga ruangan, yaitu tengah, barat dan timur.

Ruangan tengan berfungsi untuk menggambarkan market place peta tambang emas terbesar di Indonesia.

Tentu saja tambang ini berada di pulau paling timur Indonesia yaitu Papua.

Berbagai macam miniature pertambangan dan sejumlah bebatuan menjadi koleksinya

Ruang sebelah barat berguna untuk ruang kantor para staff yang bekerja di gedung museum Geologi Bandung.

Sementara ruangan timur memberikan berbagai macam informasi sejumlah kegiatan yang ada di lokasi pertambangan, bagaimana cara mengelola hasil bumi di Indonesia secara bijaksana.

Peta Lokasi Museum Geologi Bandung

Jika anda memang orang Bandung, tentu saja tidak ada masalah dalam menemukan letak museum ini.

Letaknya yang strategis dan mudah dijangkau dari berbagai macam arah.

Kalau mengendarai kendaraan pribadi akan lebih mudah sampai.

Namun bagi anda warga luar kota Bandung, tidak usah khawatir karena kendaraan angkot yang melintasi jalan Diponegoro.

Apalagi sekarang banyak aplikasi untuk pesan kendaraan.

Museum Geologi Bandung ini merupakan salah satu ikonik kota Bandung yang letaknya juga berdekatan dengan ikon kota Bandung lainnya.

Wisata lainnya yaitu Gedung Sate dan lapangan Gasibu.

Jika anda berkesempatan menikmati keindahan dan keramahan kota Bandung lebih lama, maka ada baiknya untuk bisa juga mengunjungi destinasi wisata Bandung sekitarnya.

Harga Tiket Masuk Museum Geologi Bandung

Untuk wisatawan lokal seharga Rp. 5000, sementara untuk wisatawan asing sebesar Rp. 10.000 saja.

Silakan berwisata sejarah para pecinta Pendidikan Indonesia.

Editor : Evanuz Alexandraz Katherina

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular