Teknologi

Microsoft Memperbaiki Bug Acroplaypse yang Berbahaya

Aqsa Guest House
PMB Unigal 2024
PMB Unigal 2024
PMB Unigal 2024
Aqsa Guest House
PMB Unigal 2024
PMB Unigal 2024
PMB Unigal 2024

Sejatinya cukup banyak permasalahan yang menimpa sistem keluaran perusahaan Microsoft, salah satunya yaitu bug acroplaypse.

Sebagai informasi, ini merupakan bug yang berbahaya dan sangat berpengaruh bagi para penggunanya.

Karena itulah, perusahaan melakukan perbaikan terhadap bug acroplaypse secara darurat di antara para pengguna.

Bug Acroplaypse di Microsoft

Microsoft sudah bertindak dengan cepat untuk menambal bug acroplaypse yang mengkhawatirkan pengguna.

 Bug tersebut sudah berada di laporan pengguna pada awal pekan ini dan memicu kekhawatiran banyak orang.

Sebagai informasi, ini merupakan bug yang memulihkan informasi dan dipangkas dari gambar oleh alat tangkapan layar milik Windows.

Menurut informasi yang beredar, perusahaan Microsoft kini sudah mengeluarkan pembaruan OOB atau out of band alias darurat.

Ini akan memperbaiki masalah tersebut yang mempunyai penunjukan teknis di nomor CVE-2023-28303.

Microsoft merekomendasikan supaya pengguna bisa menerapkan pembaruan di kesempatan paling awal, seperti yang diharapkan pengguna.

Menerapkan pembaruan sejatinya sama sekali tidak sulit bagi sistem Microsoft Store.

Caranya hanya dengan tekan ikon Perpustakaan di sebelah kiri dan pilih Dapatkan Pembaruan yang terletak di kanan atas.

Sistem tersebut akan memaksa tambalan untuk diterapkan secara langsung, kalau belum menginstalnya secara otomatis.

Bug Lanjutan

Adapun bug yang mirip seperti bug yang mempengaruhi fitur Markup di ponsel Google Pixel kini sudah diselesaikan dengan baik.

Ini mengartikan bahwa gambar dan tangkapan layar yang dipangkas dalam Snipping Windows 11 tools dan Snip and Sketch Windows 10 bisa disusupi.

Pada dasarnya, kerentanan dengan kode CVE-2023-28303 mengartikan bagian dari gambar PNG atau JPEG yang sudah dipotong tak dihapus dengan benar dari file sesudah disimpan lagi.

Bagian yang sudah dipotong tersebut bisa mencakup informasi sensitive seperti detail rekening bank, maupun catatan medis.

Penting untuk dicatat bahwa menerapkan tambalan tak akan memperbaiki file apapun yang sudah dipangkas.

Hal ini hanya membuat file yang diedit di masa mendatang bisa lebih aman.

Pengguna harus meng crop ulang gambar yang tersedia agar dapat memastikan kelebihan bagian gambar sudah dihapus dengan benar.

Apresiasi untuk Perbaikan Cepat dalam Bug yang Mengkhawatirkan

Pada awalnya, peluang untuk memulihkan bagian gambar yang terpotong mungkin tak tampak seperti kerentanan keamanan yang begitu buruk.

Lagipula, siapa yang peduli jika seseorang berhasil menambahkan lagi langit kosong yang sudah dihapus dari salah satu foto liburan pengguna?

Ada banyak alasan mengapa gambar dipangkas, seperti yang diketahui dengan sangat baik oleh pihak jurnalis teknologi.

Informasi bersifat pribadi seperti alamat email, nomor rekening bank, dan nama kontak harus dipotong dari gambar sebelum diposting secara luas di internet.

Dengan begitu banyak dari pengguna berbagi berbagai foto dengan orang lain di web pada umumnya, maka penting dari sudut pandang keamanan.

Hal ini memungkinkan gambar-gambar tersebut juga tak mengungkapkan lebih dari yang diinginkan.

Tindakan tersebut akan menjadi sesuatu bermasalah dengan kode CVE-2023-28303.

Perusahaan Microsoft setidaknya sudah bertindak cepat untuk mendapat perbaikan yang kemudian diuji.

Setelah itu, perusahaan raksasa teknologi tersebut menerapkan pembaruannya untuk dibagikan kepada pengguna.

Kendati demikian tetap saja ada kekhawatiran tentang bug yang sudah beredar sebelumnya.

Banyak orang merasa khawatir bahwa bug yang sama ini sudah muncul sepenuhnya terlebih dahulu.

Kekhawatiran tersebut membuat banyak orang merasa bahwa bug serupa telah muncul secara terpisah dalam perangkat lunak dari Microsoft dan Google dalam beberapa hari terakhir.

Walaupun begitu, pengguna Microsoft bisa bernafas lega tanpa terganggu dengan bug acroplaypse lagi.

Lanjutkan Membaca
Back to top button