27.8 C
Indonesia
Selasa, Oktober 15, 2019
No menu items!

Medan Magnet Akan Alami Pembalikan Terakhir

Wajib Baca

Realme XT Dilengkapi 48 MP Quad Camera, Harga Rp 3 Jutaan

Reportasee.com, - Realme XT Dilengkapi 48 MP Quad Camera, Harga Rp 3 Jutaan. Setelah memperkenalkan smartphone Realme...

Hotel Syariah Di Turki Yang Bisa Jadi Rujukan

Bagi para traveler yang terbiasa melakukan perjalanan keliling dunia, Negara Turki bisa menjadi referensi pilihan selanjutnya. Khusus...

Kesalahan Saat Memasak Steak Yang Sering Dilakukan

Steak merupakan olahan daging sapi yang cara penyajiannya harus di panggang atau di bakar terlebih dahulu. Ketika  melakukan pemanggangan tersebut,...

Reportasee.com,- Medan magnet butuh lebih dari 22.000 tahun untuk mengalami pembalikan terakhir. Catatan vulkanik mengungkapkan bahwa kompleksitas rotasi adalah puncak terakhir perputaran Bumi.

Melansir dari Live Science, Kamis (15/08/2019), Pembalikan terakhir medan magnet dari kutub magnet Bumi terjadi jauh sebelum manusia dapat merekamnya. Tetapi penelitian tentang aliran lava kuno telah membantu para ilmuwan memperkirakan durasi fenomena aneh ini.

Para tim peneliti menggunakan catatan gunung berapi untuk mempelajari perputaran terakhir Bumi yang terjadi sekitar 780.000 tahun yang lalu. Mereka menemukan bahwa pembalikan ini mungkin memakan waktu lebih lama daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Bumi telah berputar puluhan kali dalam 2,5 juta tahun terakhir, dengan utara menjadi selatan dan sebaliknya.

Para ilmuwan tahu bahwa pembalikan terakhir terjadi selama Zaman Batu, tetapi mereka memiliki sedikit informasi tentang durasi fenomena ini dan kapan “pembalikan” berikutnya akan terjadi.

Studi Baru Medan Magnet

Dalam studi baru, para peneliti bergantung pada urutan aliran lava yang meletus mendekati atau selama pembalikan terakhir, untuk mengukur durasinya.

Dengan menggunakan metode ini, mereka memperkirakan bahwa peristiwa pembalikan itu berlangsung 22.000 tahun lagi. Hal ini jauh lebih lama dari perkiraan sebelumnya yaitu 1.000 hingga 10.000 tahun.

“Kami menemukan bahwa pembalikan terakhir lebih kompleks, dan dimulai di dalam inti luar Bumi lebih awal, daripada yang diperkirakan sebelumnya,” kata Bradley Singer, seorang profesor geosains di University of Wisconsin-Madison kepada Space.com, Rabu (14/08/2019).

Saat melakukan studi tentang gunung berapi di Chili pada tahun 1993, Singer menemukan salah satu dari sekuens aliran lava yang mencatat bagian dari proses pembalikan. Ketika mencoba menentukan tanggal lava, Ia memperhatikan adanya arah perotasian transisional aneh dalam urutan aliran lava.

Pembalikan Medan Magnet

Pembalikan medan magnet terjadi ketika molekul-molekul besi di inti luar Bumi yang berputar mulai bergerak berlawanan arah dengan molekul-molekul besi lain di sekitarnya.

Ketika jumlahnya bertambah, molekul-molekul ini mengimbangi perotasian di inti Bumi. Selama proses ini, perotasian yang melindungi planet ini dari partikel matahari yang panas dan radiasi matahari menjadi lebih lemah.

Bisa diartikan bahwa durasi seperti ini akan berarti melindungi Bumi dari radiasi matahari yang sangat kompleks, namun kurang efektif dalam periode waktu yang lebih lama. ***

- Advertisement -
Loading...

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -

Berita Terbaru

Realme XT Dilengkapi 48 MP Quad Camera, Harga Rp 3 Jutaan

Reportasee.com, - Realme XT Dilengkapi 48 MP Quad Camera, Harga Rp 3 Jutaan. Setelah memperkenalkan smartphone Realme...

Hotel Syariah Di Turki Yang Bisa Jadi Rujukan

Bagi para traveler yang terbiasa melakukan perjalanan keliling dunia, Negara Turki bisa menjadi referensi pilihan selanjutnya. Khusus Anda para traveler muslim, jangan...

Kesalahan Saat Memasak Steak Yang Sering Dilakukan

Steak merupakan olahan daging sapi yang cara penyajiannya harus di panggang atau di bakar terlebih dahulu. Ketika  melakukan pemanggangan tersebut, seringkali terjadi beberapa kesalahan saat memasak...

Cara Hilangkan Komedo Secara Alami Dan Murah

Komedo merupakan tumpukan kotoran di pori-pori kulit seseorang. Bagian wajah yang sering menjadi sasaran tumpukan komedo biasanya sekitar mata dan  hidung. Karena mengganggu penampilan, tidak...

Aplikasi Support Fitur Dark Mode,Ada WhatsApp

Jakarta, Reportasee.com, -- Aplikasi Support Fitur Dark Mode,Ada WhatsApp. Beberapa aplikasi akan merilis aplikasi mereka yang sudah dilengkapi dengan mode gelap. Beberapa...
- Advertisement -

Artikel Serupa

- Advertisement -
%d blogger menyukai ini: