Luthfi dan Fajroel Luruskan Soal Bipang Ambawang

Berita Viral

Reportasee.com – Bipang ambawang menjadi makanan yang kini sedang banyak dibahas oleh publik.

Kuliner satu ini mendadak terkenal sejak Presiden Indonesia Joko Widodo berbicara di depan publik pada 9 Mei 2021 ini.

Presiden Indonesia ini membahas mengenai Lebaran 2021 yang kebetulan masih pandemi.

Larangan untuk mudik masing menggaung di daerah manapun.

Sehingga masyakatpun mau tidak mau harus mentaati aturan ini lantaran virus covid masih menyebar.

Selain ini masyarakat Indonesia mau tak mau memang harus sadar bahwa larangan mudik kali ini lagi-lagi demi kebaikan bersama.

Pemerintah memberikan larangan untuk melakukan mudik lebaran kembali pada tahun 2021 ini untuk dapat mengurangi potensi penularan Virus Covid-19.

Meskipun kali ini pelarangan mudik yang berlaku saat mendekati hari lebaran namun beberapa masyarakat yang kerja di luar kota masih sedikit kurang sadar dengan aturan ini.

Untuk sedikit mengobati hati masyarakat yang kembali tak mendapatkan izin untuk dapat mudik lebaran padahal tahun lalu sudah tak mudik.

Pak Jokowi membuka sebuah pembicaraan mengenai lebaran yang tetap dapat dinikmati di kota domisili.

Pada kesempatan tersebut Presiden Jokowi mengajak masyarakat untuk dapat belanja makanan khas daerah masing-masing.

Jokowi menghimbau agar masyarakat dapat membeli secara daring atau online melalui banyaknya media online yang tersedia saat ini.

Hal ini beliau ungkapkan lagi-lagi lantaran dengan berat hati harus ada larangan mudik lebaran Idhul Fitri tahun 2021 ini.

Sayangnya ajakan Jokowi tersebut berujung menjadi Polemik.

Kini salah satu jajanan Bipang menjadi populer dan namanya mencuat lantaran ajakan Presiden Indonesia Joko Widodo tersebut.

Statement Ajakan Jokowi Belanja Makanan secara Online

“Sebentar lagi lebaran. Namun karena masih dalam suasana pandemi, pemerintah melarang mudik untuk keselamatan kita bersama. Nah Bapak, Ibu, saudara-saudara yang rindu kuliner daerah atau mudik membawa oleh-oleh. Tidak perlu ragu untuk memesannya secara online”.

Begitu persisnya ajakan bapak presiden Indonesia untuk berbelanja secara online.

Meskipun hanya sekadar mampu mengobati rasa rindu akan makanan khas daerah, bukan mengobati rindu kepada keluarga.

Lalu Jokowi menambahkan “Yang rindu makanan Gudeg Yogya, Bandeng Semarang, Siomay Bandung, Pempek Palembang, Bipang Ambawang dari Kalimantan dan lain-lainnya, tinggal Pesan saja dan makanan kesukaam akan diantar sampai rumah” ungkapnya.

Hal inilah yang lantaran menuai penilaian dari sangat banyak pihak.

Jokowi mengucapkannya bersama dengan statement ucapan hari lebaran.

Mengapa Bipang Ambawang lantas menjadi kontroversial.

Bipang Ambawang merupakan sebuah makanan khas dari Kalimantan Barat.

Bipang ini merupakan singkatan dari kata babi panggang dan Ambawang adalah salah Kota di Kalimantan Barat.

Sehingga secara jelas Bipang Ambawang ini adalah Babi Panggang Khas Ambawang Kalimantan Barat.

Jika sudah mengetahui apa itu makanan Bipang Ambawang maka sudah tahu kan mengapa hal ini menjadi kontroversial?

Babi meruapakan hewan yang terbilang najis dalam islam.

Sehingga apapun bentuk pengolahannya dan bagian manapun dari babi tergolong haram dan tidak boleh dikonsumsi.

Itulah mengapa rasanya sangat tidak pas jika makanan dengan bahan baku utama babi ini harus bersanding dengan Ucapan Idul Fitri.

Namun bukan Presiden Indonesia rasanya jika hanya memihak satu kaum sekalipun momennya adalah Lebaran Idul Fitri.

Mengingat di negara tercinta ini keyakinan mayoritas masyarakat adalah Islam.

Sehingga mudik Idul Fitri sudah menjadi budaya yang dampaknya dirasakan oleh elemen masyarakat.

Bahkan Hari libur Idul Fitri terbilang paling panjang dari pada hari Libur pada umat beragama lain.

Sehingga tak heran jika umat lain juga turut merasakan liburan Lebaran Idul Fitri dantak jarang ada yang ikut mudik lantaran libur panjang.

Sehingga bukan suatu hal yang buruk jika Presiden membicarakan makanan umat lain, mengingat banyak umat lain yang kini juga tak bisa pulang saat libur panjang Idul Fitri.

Mendag Minta Maaf soal Bipang Ambawang

Mengetahui hal ini serta merta menjadi polemik, lalu Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi buka suara.

Menurutnya, maksud dari Presiden adalah untuk sekadar mengajak masyarakat Indonesia untuk mencintai dan juga membeli produk lokal Indonesia.

Terlepas dari konteks kuliner Bipang Ambawang yang sedang diperdebatkan.

“Berkaitan dengan pernyataan mengenai Bipang Ambawang, Kita harus melihat dalam konteks secara keseluruhan. Pernyataan bapak Presiden ada dalam video yang mengajak masyarakat Indonesia untuk mencintai dan membeli produk lokal,” ujarnya.

Menurut Luthfi, Presiden Jokowi ini menujukkan kepada seluruh masyarakat Indonesia yang terdiri dari beragam agama, suku serta beragam budaya.

Selain itu kuliner nusantara juga menyebar di seluruh Indonesia.

Walau bagaimanapun, Mendag menyatakan bahwa pihaknya sebagai penanggung jawab dalam acara tersebut.

Pihaknya memastikan bahwa tidak ada maksud lain atau maksud apapun dari pernyataan Presiden.

“Kami memainta maaf sebesar-besarnya jika terjadi kesalahpahaman karena niat kami hanya ingin kita semua bangga dengan produk dalam negeri termasuk kuliner khas daerah,” katanya.

Pernyataan Jubir Presiden Soal Bipang

Sementara itu, Juru bicara Presiden Joko Widodo, Fajroel Rachman, memberikan klarifikasi lain soal Bipang.

Kuliner yang dimaksud oleh Jokowi Bipang ini adalah makanan khas daerah Pasuruan, bukan Bipang Ambawang seperti penangkapan khalayak ramai.

Fajroel menyampaikan klarifikasinya ini melalui cuitannya di akun Twitter pribadinya.

Ia menyatakan bahwa Bipang merupakan makanan kesukaannya sejak kecil.

Bahkan mantan Capres ini menambahkan sebuah foto bipang pada suatu toko online sebagai petunjuk makanan bipang.

Dalam cuitannya itu, Fajroel memberikan pernyataan bahwa Bipang atau dalam bahasa jawa terkenal dengan nama jipang yang berasal dari beras.

Ini makanan kesukaannya sejak kecil hingga sekarang.

Bipang atau Jipang dari besar ini memang makanan yang masih hits sampai sekarang.

Pada unggahannya tersebut Fajroel seakan meluruskan bahwa Bipang yang Jokowi maksud adalah makanan Jipang dari beras.

Sebagai orang jawa, pastinya Bipang ini menjadi makanan yang sudah tidak asing lagi.

Memang makanan ini tersebar dimana-mana dan memiliki berbagai nama bergantung pada daerah masing-masing.

Oleh karena itu, masyarakat tak perlu berselisih mengenai Bipang lagi.

Memang bipang yang terkenal di benak masyarakat adalah babi panggang sehingga ketika presiden mengucap soal bipang opini masyarakat langsung tergiring ke arah Babi Panggang.

Berita Terbaru