27 C
Indonesia
Sabtu, Februari 29, 2020
No menu items!

Les Terlalu Banyak, Ini Akibatnya Terhadap Anak

Wajib Baca

Singkronisasi Kurikulum, SMKN 2 Ciamis Buka Program Studi 4 Tahun

Siswa SMKN 2 Ciamis Melakukan Praktek Produksi Jurusan Desain Interior dan Teknik Furnitur

Sedan All New K5 dari Kia Terlihat Kokoh

Reportasee.com - Sedan All New K5 dari Kia terlihat kokoh. Pada perkembangan teknologi yang semakin modern, negara...

Kesalahan Saat Berkunjung ke Paris Ini Perlu Diketahui Sebelum Anda Berangkat

Reportasee.com - Kesalahan Saat Berkunjung ke Paris Ini Perlu Diketahui Sebelum Anda Berangkat. Sebuah tempat wisata kelas...

PENDIDIKAN,Menjelang ujian akhir semester, biasanya makin banyak tawaran ekstra kurikuler (ekskul), bimbingan belajar (bimbel), kursus atau les berdatangan.

Setiap orangtua pasti akan memberikan yang terbaik untuk anaknya. Tak jarang, orangtua mendaftarkan anak diberbagai les bimbel dengan harapan supaya anak meraih prestasi yang diharapkan orangtua.

Semua itu dilakukan dengan harapan supaya anak berprestasi serta memiliki kesempatan lebih besar untuk sukses di masa depan.

Namun, penelitian yang dilakukan oleh D. Sharon Wheeler serta dipublikasikan dalam Taylor and Francis Journal Sport, Education, and Society, mengungkapkan fakta lain.

Terlebih bila berbagai kegiatan itu terlalu dipaksakans seta berlebihan tanpa mempertimbangkan keinginan serta minat anak.

Berikut 4 akibat yang didapatkan anak jika terlalu banyak Les :

1. Anak kelelahan

Penelitian dilakukan dengan cara mewawancarai setidaknya 50 keluarga dari 12 SD di Inggris.

Sekitar 88 persen dari seluruh jumlah anak yang mengikuti berbagai kegiatan di luar jam sekolah hingga 4-5 kali dalam seminggu, sementara 58 persennya mengikuti lebih dari satu bimbel yang dimulai pada waktu malam hari.

Penelitian menemukan anak-anak usia SD yang mengikuti ekskul serta kegiatan tambahan di luar sekolah hingga 4-5 kali dalam seminggu, bahkan hingga sampai larut malam, membuatnya mudah kelelahan serta tidak fokus sehingga jarang menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga.

2. Tuntutan terlalu tinggi

Suniya Luthar, profesor psikologi di Columbia University berkesimpulan bahwa jumlah bimbel diikuti anak bukanlah satu-satunya sumber masalah.

Masalahnya mulai muncul ketika orangtua mengawasi seluruh aktivitas anak secara berlebihan seta menuntut ekspektasi terlalu tinggi pada anak.

Tekanan berat seta ekspektasi tinggi agar selalu sukses dalam bidang akademis serta non-akademis berpotensi membahayakan perkembangan serta kebahagiaan anak.

Bila tidak hati-hati, hal ini juga dapat menjauhkan anak dari interaksi anggota keluarga karena merasa diteror serta diperlakukan bagai robot.

3. Lampaui batas kemampuan anak

Dr. Luthar dan Polly Young-Eisendrath, psikolog klinis sekaligus penulis buku “The Self-Esteem Trap”, berpendapat bahwa terlalu banyak mengharuskan anak melakukan berbagai kegiatan sepulang sekolah dapat memberikan masalah pada kehidupan anak.

Pasalnya, saat usia anak belum menginjak 11-12 tahun, anak sedang belajar mengembangkan diri. Mengikuti kegiatan terlalu banyak hingga di luar batas kemampuan dapat berisiko mengganggu perkembangan alami anak.

Ibarat sebuah perangkat elektronik terlalu dibebankan dengan pekerjaan berat, lambat laun perangkat itu akan rusak. Begitu pula dengan kondisi anak.

4. Mendengarkan anak

Sebelum memutuskan bimbel untuk anak, ada baiknya orangtua menanyakan apa yang menjadi keinginan serta minat anak.

Meski orangtua menganggap bimbel penting tetapi anak tidak berminat, sebaiknya jangan paksakan hal itu. Hal ini untuk menghindari keributan di kemudian hari.

Dr. Michael Thompson, psikolog klinis serta penulis buku “The Pressured Child”, menyarankan orangtua untuk ikuti saja kemauan seta minat anak agar ia tidak merasa terpaksa dan terbebani ketika menjalaninya.

Selain itu, usahakan juga untuk selalu meluangkan serta menjadwalkan waktu keluarga berkualitas, setidaknya 2 sampai 3 hari sekali.

Jangan sampai anak tertekan serta merasa jauh dari orangtua akibat terlalu sibuk dengan kegiatan yang harus ia tekuni. ***

- Advertisement -
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Berita Terbaru

Singkronisasi Kurikulum, SMKN 2 Ciamis Buka Program Studi 4 Tahun

Siswa SMKN 2 Ciamis Melakukan Praktek Produksi Jurusan Desain Interior dan Teknik Furnitur

Sedan All New K5 dari Kia Terlihat Kokoh

Reportasee.com – Sedan All New K5 dari Kia terlihat kokoh. Pada perkembangan teknologi yang semakin modern, negara ginseng atau Korea terkenal dengan pabrik mobil ternama yaitu Kia. Kia memproduksi mobil terbaru, salah satunya sedan All New K5.  Mobil sedan dengan jenis ini semakin sporty dan elegan. Penasaran seperti apakah desain dan performanya, berikut ini ulasannya. […]

Kesalahan Saat Berkunjung ke Paris Ini Perlu Diketahui Sebelum Anda Berangkat

Reportasee.com - Kesalahan Saat Berkunjung ke Paris Ini Perlu Diketahui Sebelum Anda Berangkat. Sebuah tempat wisata kelas dunia yang harus Anda kunjungi...

Oleh-Oleh Khas Jogja, Ini Rekomendasinya

Reportasee.com - Oleh-Oleh Khas Jogja, Ini Rekomendasinya. Jogja, kota dengan sejuta pesona alam dan budaya. Jogja menjadi salah satu destinasi wisata yang...

Curug Cigamea, Objek Wisata Alam Indah dan Sejuk

Reportasee.com – Curug Cigamea, Objek Wisata Alam Indah dan Sejuk. Curug Cigamea merupakan salah satu objek wisata alam air terjun yang berlokasi...
- Advertisement -

Artikel Serupa

- Advertisement -