26.8 C
Indonesia
Sabtu, September 21, 2019
No menu items!

Les Terlalu Banyak, Ini Akibatnya Terhadap Anak

Wajib Baca

Keunikan Panggung di Atas Laut di Festival Musik Kepulauan Seribu

Reportasee.com, Kepulauan Seribu, - Keunikan Panggung di Atas Laut di Festival Musik Kepulauan Seribu. Oceanik Folk Festival...

Era Revolusi Industri 4.0, Kenali Peluang Profesi Baru Ini

Perkembangan teknologi di Indonesia saat ini sudah mencapai era revolusi industry 4.0. Keadaan seperti ini membuat banyaknya...

Daftar Kuliner Dari Betawi Yang Serba Nikmat

Indonesia memang kaya dengan keindahan alam dan kelezatan khas makanan di setiap daerah. Wisatawan baik dalam negeri...

PENDIDIKAN,Menjelang ujian akhir semester, biasanya makin banyak tawaran ekstra kurikuler (ekskul), bimbingan belajar (bimbel), kursus atau les berdatangan.

Setiap orangtua pasti akan memberikan yang terbaik untuk anaknya. Tak jarang, orangtua mendaftarkan anak diberbagai les bimbel dengan harapan supaya anak meraih prestasi yang diharapkan orangtua.

Semua itu dilakukan dengan harapan supaya anak berprestasi serta memiliki kesempatan lebih besar untuk sukses di masa depan.

Namun, penelitian yang dilakukan oleh D. Sharon Wheeler serta dipublikasikan dalam Taylor and Francis Journal Sport, Education, and Society, mengungkapkan fakta lain.

Terlebih bila berbagai kegiatan itu terlalu dipaksakans seta berlebihan tanpa mempertimbangkan keinginan serta minat anak.

Berikut 4 akibat yang didapatkan anak jika terlalu banyak Les :

1. Anak kelelahan

Penelitian dilakukan dengan cara mewawancarai setidaknya 50 keluarga dari 12 SD di Inggris.

Sekitar 88 persen dari seluruh jumlah anak yang mengikuti berbagai kegiatan di luar jam sekolah hingga 4-5 kali dalam seminggu, sementara 58 persennya mengikuti lebih dari satu bimbel yang dimulai pada waktu malam hari.

Penelitian menemukan anak-anak usia SD yang mengikuti ekskul serta kegiatan tambahan di luar sekolah hingga 4-5 kali dalam seminggu, bahkan hingga sampai larut malam, membuatnya mudah kelelahan serta tidak fokus sehingga jarang menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga.

2. Tuntutan terlalu tinggi

Suniya Luthar, profesor psikologi di Columbia University berkesimpulan bahwa jumlah bimbel diikuti anak bukanlah satu-satunya sumber masalah.

Masalahnya mulai muncul ketika orangtua mengawasi seluruh aktivitas anak secara berlebihan seta menuntut ekspektasi terlalu tinggi pada anak.

Tekanan berat seta ekspektasi tinggi agar selalu sukses dalam bidang akademis serta non-akademis berpotensi membahayakan perkembangan serta kebahagiaan anak.

Bila tidak hati-hati, hal ini juga dapat menjauhkan anak dari interaksi anggota keluarga karena merasa diteror serta diperlakukan bagai robot.

3. Lampaui batas kemampuan anak

Dr. Luthar dan Polly Young-Eisendrath, psikolog klinis sekaligus penulis buku “The Self-Esteem Trap”, berpendapat bahwa terlalu banyak mengharuskan anak melakukan berbagai kegiatan sepulang sekolah dapat memberikan masalah pada kehidupan anak.

Pasalnya, saat usia anak belum menginjak 11-12 tahun, anak sedang belajar mengembangkan diri. Mengikuti kegiatan terlalu banyak hingga di luar batas kemampuan dapat berisiko mengganggu perkembangan alami anak.

Ibarat sebuah perangkat elektronik terlalu dibebankan dengan pekerjaan berat, lambat laun perangkat itu akan rusak. Begitu pula dengan kondisi anak.

4. Mendengarkan anak

Sebelum memutuskan bimbel untuk anak, ada baiknya orangtua menanyakan apa yang menjadi keinginan serta minat anak.

Meski orangtua menganggap bimbel penting tetapi anak tidak berminat, sebaiknya jangan paksakan hal itu. Hal ini untuk menghindari keributan di kemudian hari.

Dr. Michael Thompson, psikolog klinis serta penulis buku “The Pressured Child”, menyarankan orangtua untuk ikuti saja kemauan seta minat anak agar ia tidak merasa terpaksa dan terbebani ketika menjalaninya.

Selain itu, usahakan juga untuk selalu meluangkan serta menjadwalkan waktu keluarga berkualitas, setidaknya 2 sampai 3 hari sekali.

Jangan sampai anak tertekan serta merasa jauh dari orangtua akibat terlalu sibuk dengan kegiatan yang harus ia tekuni. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru

Keunikan Panggung di Atas Laut di Festival Musik Kepulauan Seribu

Reportasee.com, Kepulauan Seribu, - Keunikan Panggung di Atas Laut di Festival Musik Kepulauan Seribu. Oceanik Folk Festival...

Era Revolusi Industri 4.0, Kenali Peluang Profesi Baru Ini

Perkembangan teknologi di Indonesia saat ini sudah mencapai era revolusi industry 4.0. Keadaan seperti ini membuat banyaknya peluang profesi baru semakin banyak...

Daftar Kuliner Dari Betawi Yang Serba Nikmat

Indonesia memang kaya dengan keindahan alam dan kelezatan khas makanan di setiap daerah. Wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri banyak yang...

Jus buah sehat yang juga bermanfaat untuk kencantikan

Menjadi cantik pasti idaman bagi seluruh kaum wanita. Skincare dan perawatan tubuh selalu ada untuk mempercantik diri. Selain menggunakan skincare dan perawatan tubuh yang...

Daftar Makanan Penyebab Kulit Menua

Penuaan merupakan salah satu hal yang dihindari karena bisa membuat penampilan tidak menarik lagi. Banyak masyarakat terutama wanita untuk mencegah penuaan...
- Advertisement -

Artikel Serupa

- Advertisement -