LAPAN Fokuskan Indonesia Dalam Penguasaan Satelit

0
209
LAPAN Fokuskan Indonesia Dalam Penguasaan Satelit
Foto : LAPAN

LAPAN atau Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional lebih memfokuskan Indonesia dalam penguasaan satelit bukan mengorbit Bumi dan Bulan. Hal ini diungkapkan lantaran negara tersebut masih belum selevel Amerika Serikat dalam misi Apollo 11.

Melansir dari CNN Indonesia, Rabu (24/07/2019), LAPAN masih belum cukup mampu dalam meluncurkan hingga mendaratkan manusia untuk terbang ke Bulan di masa depan.

Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin menyatakan, Indonesia masih harus konsentrasi penuh dalam penguasaan satelit, teknologi serta roket peluncur. Pihaknya tidak terburu-buru dalam melakukan misi ke Bulan.

Jangankan menyamai pencapaian negara tersebut. Ada banyak keterbatasan yang masih harus dimiliki Indonesia dari berbagai bidang, terutama teknologi canggih demi mengorbit Bumi.

“Indonesia masih harus fokus luar dalam terkait penguasaan teknologi, mulai dari pengembangan roket peluncur hingga satelit untuk mengorbit Bumi dan Bulan,” ujar Thomas kepada wartawan CNN Indonesia, Rabu (17/07/2019).

Misi LAPAN di Masa Depan

Dengan keterbatasan yang dimiliki, Thomas sangat yakin bahwa Indonesia juga bisa menyusul misi Apollo 11 untuk melakukan misi eksplorasi luar angkasa entah di beberapa tahun mendatang.

Dia juga mengatakan, untuk saat ini LAPAN masih belum siap untuk melakukan pendaratan manusia ke Bulan kurang dari 50 tahun kedepan.

Akan tetapi, misi itu akan terus diusung demi menyamai level Amerika Serikat untuk berkontribusi besar terhadap kehidupan antariksa, lebih tepatnya di beberapa Planet terkedat.

Sejauh ini, beberapa Universitas Indonesia telah siap mengusung misi tersebut dengan mengembangkan teknologi berupa robotik. Dengan alat canggih ini, Indonesia bakal sanggup meluncurkan astronot pertama menuju luar angkasa.

Misi Apollo 11

Pada misi Apollo 11 pada 16 Juli 1969. Para astronot Kennedy Space Center, Florida, Amerika Serikat, Michael Collins, Edwin ‘Buzz’ Aldrian dan Neil Amstrong meluncur dan berhasil mendarat di Bulan pada 20 Juli 1969.

Pada 22 Juli 1969, mereka kembali ke Bumi dan tiba di Samudera Pasifik pada 24 Juli 1969 setelah berhasil mengumpulkan 50 batuan yang terkemas dalam 22 kg material dari Bulan.

Misi inilah yang menjadi bahan acuan LAPAN untuk segera menyusul Amerika Serikat demi mengeksplor antariksa. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here