Lakukan Pemerasan, Oknum Wartawan Ciamis Diciduk Polisi

0
192
Lakukan Pemerasan di Ciamis, Oknum Wartawan Diciduk Polisi

CIAMIS,- Kepolisian Resort (Polres) Ciamis menangkap dua orang oknum wartawan Ciamis berinisal ST (54) dan Her (30). Kedua oknum wartawan tersebut diduga melakukan pemerasan terhadap pondok pesantren di Kabupaten Ciamis.

Kasat Reskrim Polres Ciamis, AKP Hendra Virmanto, SIK, mengamini penangkapan dua orang oknum wartawan tersebut. Oknum berinisial ST mengaku dari media online dan Her dari koran mingguan.

Hendra menjelaskan, kedua oknum wartawan diduga memeras salah satu pondok pesantren yang sedang melaksanakan kegiatan pembangunan. Oknum itu meminta uang dengan nominal Rp. 10 juta.

Tim Advokasi Ponpes Kabupaten Ciamis, Deden Badrul Kamal, mengungkapkan, oknum berinisial ST mendatangi pihak Ponpes yang sedang melaksanakan pembangunan yang dibiayai program bantuan dana hibah.

“Oknum itu bilang pengerjaan pembangunan tidak sesuai spek. Oknum kemudian mengancam menulis soal berita tersebut jika tidak diberi uang Rp. 10 juta. Pihak Ponpes berusaha meladeni dengan bernegosiasi,” katanya.

Pada waktu negosiasi, kata Deden, pihak Ponpes meminta oknum menurunkan jumlah nominal uang yang diminta, dari Rp.10 juta menjadi Rp. 2 juta. Oknum itu menolak permintaan pihak ponpes yang menawarkan Rp. 2 juta. Oknum pun meminta Rp. 5 juta.

“Akhirnya, pihak lembaga menyanggupi Rp. 5 juta. Selanjutnya membuat janji bertemu di SPBU Cisaga,” katanya.

Saat itulah, kata Deden, sesampainya di lokasi, pihak Ponpes didamping tim advokasi berkordinasi dengan Polsek Cisaga. Kedua oknum wartawan itupun akhirnya dibawa ke Polres Ciamis.

Deden meminta Polres Ciamis memproses oknum wartawan Ciamis tersebut secara hukum. Menurut dia, tindakan oknum wartawan sudah menciderai nama wartawan yang benar-benar menjalankan tugas jurnalistik. ***

Artikel/ Berita ini sudah tayang di Reportasee.com dengan Judul : Lakukan Pemerasan, Oknum Wartawan Ciamis Diciduk Polisi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here