Kompetensi Guru: Baik saja Tidak Cukup

0
106
Kompetensi Guru

Reportasee.com,- Peran guru di sekolah tidak hanya sebagai pengajar yang mentransfer ilmu, pengetahuan dan ketermapilan saja kepada peserta didik, tetapi guru juga merupakan pendidik dan pembimbing yang membantu peserta didik untuk mengembangkan potensi yang terkait dengan akademik dan non akademik.

Oleh karena itu, untuk menjadi guru di sekolah sangat dibutuhkan pengetahuan tentang teori-teori belajar prinsip-prinsip belajar agar dapat menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik.

Bukan hanya latar belakang pendidikan tinggi yang dibutuhkan dalam mendidik, tetapi seorang guru harus bisa memberikan contoh yang baik kepada peserta didiknya.

Ki Hajar Dewantara, sebagai Bapak Pendidikan Nasional mewariskan karakter ini melalui semboyan-semboyannya : Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani.

Guru yang baik merupakan seorang individu yang bermakna bagi peserta didik dan sekaligus akan menjadi model (role model) yang memperlihatkan sikap dan perilaku yang pantas untuk diteladani.

Guru sebagai pribadi profesional akan nampak dalam eksistensi dirinya sebagai pribadi yang jujur, dewasa, tegas, memiliki etos kerja, tanggung jawab, dan memiliki rasa percaya diri.

Itulah sebabnya guru dikatakan digugu dan ditiru karena karakternya sebagai pemberi teladan.

Pada kenyataannya di lapangan, masih banyak guru yang belum melaksanakan Tupoksi (Tugas pokok dan fungsi) sesuai dengan ketentuan dan tuntutan profesi yang sebenarnya.

Guru masih cenderung menempatkan dirinya sebagai pengajar semata, dan abai dengan tugasnya sebagai pendidik. Di sini guru terkesan dalam melaksanakan tugasnya secara asal-asalan hanya sebatas “menggugurkan kewajiban”.

Lebih ironi lagi, tidak sedikit guru yang melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak terpuji. Ada oknum guru yang tidak disiplin, terlibat penggunaan narkoba, oknum guru yang berbuat mesum dengan anak didiknya, oknum guru yang terlibat perampokan sekaligus pembunuhan dan masih banyak lagi.

Tidak salah dengan pepatah yang mengatakan “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari.” Hal-hal tidak terpuji oknum guru, banyak pula yang dilakukan oleh peserta didiknya, seperti bolos, pecandu narkoba, vandalisme, bullying dan sebagainya.

Inti masalahnya di sini tidak pernah jauh dari pengawasan guru dan orang tua, kita selayaknya orang yang lebih dewasa wajib untuk memberikan perhatian, kasih sayang, dan nasihat yang membangun jiwa karakter kepada mereka.

Guru: Setidaknya Menguasai Empat Kompetensi

Dalam Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menitik beratkan pada istilah Kompetensi. Kompetensi di sini mengandung makna seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.

Lebih lanjut lagi, sekurangnya ada empat kompetensi yang harus dikuasi oleh seorang Guru, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.

Kompetensi pedagogik berkaitan dengan pemahaman guru terhadap peserta didik yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Disini, seorang guru harus mampu mengaktualisasikan potensi yang ada pada peserta didik.

Kompetensi kepribadian berkaitan dengan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia.

Berahlak mulia berarti seorang guru harus mampu menampilkan sikap dan perilaku yang terpuji, mengedepankan sopan santun, dan tata krama, serta selalu menghindari perbuatan-perbuatan yang tidak baik.

Dalam hal ini seorang guru harus memiliki keteladanan moral yang selalu bertindak sesuai dengan nilai-nilai luhur yang akan menjunjung harkat dan martabatnya sebagai pendidik.

Sedangkan kompetensi yang ketiga yaitu sosial. Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.

Secara khusus, guru harus bisa menjadi contoh suri teladan bagi anak didiknya, karena sikap perilaku yang ditumbuhkembangkan pada anak didiknya akan berdaya guna dan memengaruhinya apabila apa yang diajarkan itu nyata adanya dalam sikap dan cara hidup dari seorang guru.

Terakhir, kompetensi profesional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan materinya, serta penguasaan terhadap stuktur dan metodologi keilmuannya.

Terlepas dari keempat kompetensi di atas, yang menjadi fundamental seorang guru adalah menjadi pribadi yang jujur, berani untuk mengakui kekurangan dan kelebihan serta bersedia untuk memperbaiki diri. Jujur terhadap diri sendiri merupakan kunci keberhasilan hidup karena kita dapat bertindak sesuai dengan hati nurani. 

Tulisan ini sama sekali bukan bermaksud menggurui, hanya sekedar saling mengingatkan bahwa seorang guru harus menjadi teladan untuk semuanya. Lebih dari itu guru harus bisa menjadi pelita dalam gulita. ***

Penulis: Heri Indarto, S.Pd.SD., M.Pd
*Guru SDN Wanareja 02

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here