Kehidupan Galaksi di Ruang Angkasa

0
1463
Kehidupan Galaksi di Ruang Angkasa
Foto : Kehidupan Galaksi

Reportasee.com,- Kehidupan galaksi di ruang angkasa telah diungkap oleh para astronom. Alam semesta yang mereka ungkap kebanyakan berbentuk gas yang redup.

Melansir dari Astronomy, Selasa (03/09/2019), gas yang disebut medium intergalaksi telah mengisi ruang antar galaksi. Sementara gas dari media antar galaksi mengelilingi galaksi yang lebih dekat.

Belakangan ini, para astronom ulung telah mendeteksi tentang kematian dan kehidupan galaksi. Tak lama setelah kelahirannya, alam semesta dipenuhi dengan gas, sebagian besar hidrogen.

Pada penelitian itu, mereka mengungkap fakta bahwa gravitasi menarik gas ke awan yang berubah menjadi galaksi sehingga menampilkan bintang-bintang menyala.

Baca:   Sejarah Singkat Cincin Saturnus yang Menakjubkan

Proses ini berulang, sebagaimana gravitasi memadat gas menjadi bintang dan galaksi, bintang meledakkan dan menendang gas keluar, gravitasi mengilir gas kembali dan membuat bintang baru.

Kehidupan Galaksi Terhadap Gas

Para astronom telah mempelajari kehidupan galaksi terhadap gas yang secara intrinsik saling berhubungan.

Ilmuwan California Institute of Technology, Charles Steidel berkata, secara historis, mereka mempelajari galaksi yang lebih mudah dilihat berada di komunitas terpisah dari gas yang lebih sulit terlihat.

Baca:   Jim Bridenstine Umumkan Markas Pesawat Antariksa

Pada 1989, Steidel menggunakan teknik yang memungkinkan gas untuk diamati pada jarak dimana kehidupan galaksi tidak dapat dilihat.

Dia mengumpulkan cukup bukti untuk membantah bahwa dia menemukan gas antar galaksi di media intergalaksi.

Di tahun 2013, ia dapat menemukan galaksi yang sebelumnya tidak terlihat. Galaksi-galaksi itu muda, membentuk bintang-bintang dan menggunakan gas alami.

Teori Tentang Kehidupan Galaksi

Teori galaksi telah muncul dari para astronom sejam puluhan tahun silam. Pada intinya, jika galaksi bersinar, maka gas nyaris tidak bersinar.

Baca:   Johannes Kepler dan Obsesi Besarnya Terhadap Mars

Menurut anggapan mereka, gas muncul sebagai garis-garis gelap dalam spektrum cahaya quasar. Itu terlihat pada jarak yang jauh lebih besar.

Spektrum juga menghasilkan komponen kimia gas, kepadatan, suhu dan gerakan menuju atau menjauh dari Bumi selama 50 tahun terakhir. Namun penelitian jalur serapan quasar tetap menjadi salah satu cara terbaik untuk mempelajari gas kosmik,” kata Steidel.

Astronom dari University of Colorado, Boulder, Charles Danforth beranggapan bahwa spektrum quasar adalah kerumunan garis penyerapan gelap pada jarak yang mencapai kembali ke alam semesta awal dan dikemas begitu dekat sehingga mereka terlihat dengan jelas. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.